x

Commuter menunggu di peron kereta pada suatu hari yang cerah (Sumber: Pixabay)

Iklan

Ricky Imam S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Jumat, 3 Juni 2022 05:50 WIB

Jalur Kereta Api di Pulau Jawa Pada Masa Kolonial Serta Kemajuannya


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Salah satu peninggalan yang sangat bersejarah dan menjadi roda penggerak perekonomian di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga sekarang terdapat dalam perkeretaapian, dalam sebuah perekeretaapian tidak jauh dari sebuah rel yang menjadi jalur kereta api penghubung antara kota yang satu dengan kota yang lainnya. 

Awal mula rel kereta api di Indonesia terbentuk terdapat di pulau jawa, pada tahun 1864 jalur kereta api mulai dibangun dalam masa pemerintahan gubernur jendral hindia Belanda Baron Sloet Van De Beele, hal ini berkaitan dengan salah satu ramalan prabu jayabaya yang di mana ramalan tersebut sangat dikenal luas oleh masyarakat jawa yaitu jawa berkalung besi.

Pembangunan jalur kereta api merupakan peninggalan dari masa penjajahan kolonial Belanda yang sangat memberikan dampak positif dan dampak negatif, adapun dampak positif yang diberikan dalam pembangunan tersebut ialah terhubungnya antara kota-kota yang terdapat di pulau jawa, serta sebuah peninggalan dari sebuah pemikiran dalam pembangunan rel kereta, kemudian dampak negatif yang diberikan pada pembangunan rel tersebut ialah memakan banyak korban jiwa pada masa itu karena dalam pembangunan diterapkannya sistem kerjapaksa di mana dalam pembangunan para pekerja tidak mendapatkan hasil yang setimpal dengan pekerjaannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan


Pada masa penjajahan pembangunan jalur rel kereta api di pulau jawa terbentuk karena politik atau pelebaran revolisi industri yaitu revolusi transportasi dan terbentuknya jalur kereta api di negeri Belanda pada tahun 1839 yang menghubungkan antara kota amsterdam dan harlem sehingga pada tahun 1840 terbentuk sebuah ide untuk membangun jalur perkeretaapian di pulau jawa yang menjadi moda transportasi yang efisien, cepat dan murah, di dalam masa kolonial belanda jalur kereta api yang telah dibangun di Indonesia merupakan jalur kereta api kedua se asia setelah india, karena pada dasarnya belanda membangun jalur kereta api di tanah jawa untuk memudahkan dalam pengiriman hasil bumi dan hasil industri ke pelabuhan-pelabuhan besar yang sudah terbangun di utara pulau jawa pada masa penjajahan. 
Tahun 1860di bawah kepimpinan raja wiliem menunggaskan peneliti untuk jalur pembangunanperkertaapian di tanah jawa kemudian tahun 1861 terbentuk surat penugasan yang di dalamnyamembahasa tentang beberapa rencana pembangunan awal jalur kereta api di mana rencanaawal ajukannya melalui kota Batavia, Paris Van Java, Yogyakarta kemudian sampai Surabaya,namun proposal yang disetujui untuk awal mula pembangunan jalur di tanah jawa di mulai darikota Semarang hingga Vorstenlanden (Yogya dan Solo) dan memiliki percabangan sampai keAmbarawa, Sampai pada hari jumat tanggal 17 juni 1864 yang bertepatan di desa kemijen dikota Semarang gubernur hindia belanda men cangkul tanah pertamanya untuk memulai tonggat pembangunan jalur kereta api di tanah Jawa.


Sejak 17 juni 1864, jalur kereta api terus dibangun dari ujung barat pulau jawa hingga ujung timur pulau jawa, dari tahun ke tahun, perbaikan jalur kereta api terus dilakukan hingga sampai titik saat ini di mana bantalan rel kereta api yang digunakan sebagai tumpukan rel kereta serta awal mulanya hanya menggunakan kayu ulin dan kayu jati, namun dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi bantalan rel kereta api diubah menggunakan

Ikuti tulisan menarik Ricky Imam S lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu