Peluang dan Kelebihan Berkarier sebagai Guru di Sekolah Swasta - Analisis - www.indonesiana.id
x

Salah satu tujuan program guru penggerak adalah bagaimana mengajar yang menyenangkan di kelas.Mungkin seperti iklan rexona, kesan pertama begitu menggoda, seterusnya terserah anda. Pembelajaran dengan menyenangkan akan berdampak pada aktivitas yang penuh dengan semangat, serta motivasi yang terus berkembang. Apakah menyenangkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi peserta didik?. Akan dikupas dalam tulisan ini.

Masdariah Tammuwali

Guru SMK Swasta di Sulawesi Barat
Bergabung Sejak: 3 Desember 2021

Jumat, 17 Juni 2022 09:38 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Peluang dan Kelebihan Berkarier sebagai Guru di Sekolah Swasta

    Sekolah swasta memiliki karakteristik manajemen dan regulasi yang sedikit berbeda dengan sekolah negeri. Hal tersebut menjadi alasan  berkarier disekolah  swasta sebagai pilihan yang dapat memberikan banyak peluang dan kelebihan yang relatif sulit di dapatkan di sekolah negeri, terlebih jika statusnya hanya honorer.

    Dibaca : 464 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Suatu hal yang menarik untuk profesi guru saat ini adalah kesempatan yang juga terbuka lebar bagi orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan. Hampir tidak ada lagi pembatasan penerimaan guru hanya pada sekelompok orang yang memiliki gelar sarjana Ilmu Kependidikan, terlebih pada jenjang SMK terdapat begitu banyak pilihan Bidangi keahlian yang membutuhkan tenaga pengajar yang berlatar belakang pendidikan teknis, seperti ilmu teknik, ilmu pertanian, kesehatan, keuangan dan lainnya dengan masing-masing program keahlian atau kompetensi keahliannya.

    Saya sendiri tidak bergelar Sarjana Pendidikan, bergabung ke suatu SMK Swasta secara ”tidak sengaja” kurang lebih dua puluh tahun lalu,   Dengan rentang waktu selama itu tentu saja banyak dinamika yang terjadi baik pada internal sekolah maupun pada dunia pendidikan Indonesia pada umumnya. Saya merangkum beberapa peluang dan kelebihan berkarier sebagai seorang guru sekolah swasta.

    Sekolah swasta memiliki karakteristik manajemen dan regulasi yang sedikit berbeda dengan sekolah negeri. Hal tersebut menjadi alasan  berkarier disekolah  swasta sebagai pilihan yang dapat memberikan banyak peluang dan pengalaman yang relatif sulit di dapatkan di sekolah negeri, terlebih jika statusnya hanya honorer. Berikut beberapa peluang dan kelebihan berkarier di dunia kerja sekolah swasta :

    1. Jam masuk kerja yang lebih fleksibel.

    Pengaturan jam kerja disekolah swasta cenderung lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi guru yang bersangkutan.  Ketika pengaturan jadwal tugas mengajar disusun, bagian kurikulum biasanya akan menanyakan kondisi dan jumlah hari yang bisa dialokasikan untuk melaksanakan tugas mengajar di sekolah tersebut.  Hal ini memberi peluang bagi guru untuk menegosiasikan pengaturan waktu mengajarnya, sehingga bisa di sesuaikan dengan waktu untuk melakukan pekerjaan lain.

    1. Kesempatan yang luas untuk mengikuti program pelatihan

    Saat ini pelatihan-pelatihan guru begitu mudah diakses, baik yang dilaksanakan oleh Kemendikbud Ristek maupun yang diselenggarakan oleh pihak swasta.  Ini memberi peluang bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya, termasuk guru swasta.  Sering terjadi guru yang baru “kemarin” diterima  bergabung sebagai guru sudah diberi kesempatan untuk dikirim mengikuti pelatihan ke pusat pelatihan di dalam negeri bahkan ke luar negeri.  Ini menjadi suatu pengalaman menambah ilmu yang menyenangkan bagi seorang guru.

    1. Menjadi pendamping bagi guru dan sekolah lain

    Jaman yang semakin kompetitif memberi peluang bagi setiap guru untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, dengan kompetensi yang dimilikinya, guru swasta juga berpeluang besar untuk terpilih menjadi pendamping bagi rekan sejawat dan guru dari sekolah lain termasuk sekolah-sekolah negeri. Seperti yang saat ini sedang berlangsung hangat  yaitu Program Guru Penggerak, di mana  guru swasta pun bisa bersaing untuk menjadi Pendamping atau Pengajar Praktik bagi Calon Guru Penggerak. (Penulis termasuk salah satunya).

    1. Kesempatan untuk menduduki posisi tertentu berdasarkan kinerja.

    Berbeda dengan sekolah berstatus negeri yang cenderung lebih mempertimbangkan senioritas dan kepangkatan dalam penunjukan orang untuk menduduki suatu jabatan,  di sekolah swasta  penunjukan seseorang untuk menduduki suatu posisi dan jabatan sangat mempertimbangkan kemampuan dan kinerja seseorang.   Jadi meskipun seorang guru masih terhitung baru jika ada posisi yang lowong bisa saja dia yang langsung ditunjuk jika dianggap mampu dan sesuai untuk itu.

    1. Kesempatan untuk ikut Pendidikan Profesi Guru (PPG)

    Saat ini pendidikan profesi guru bisa diikuti oleh semua guru yang sedang dalam jabatan, dengan hanya mensyaratkan memiliki NUPTK dan terdata di dapodik. Guru-guru yang berstatus Non-ASN yang bekerja di sekolah swasta relatif lebih mudah untuk hal ini dibanding guru yang berstatus Non-ASN di sekolah negeri, karena SK Yayasan yang dimiliki bisa digunakan untuk mendaftar PPG, sedangkan SK yang bertanda tangan Kepala Sekolah yang selama ini jadi pegangan sebagian guru honorer di Sekolah Negeri tidak bisa digunakan untuk mendaftar PPG.  Seperti yang kita ketahui bahwa sertifikat yang didapatkan setelah lulus dari PPG merupakan syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi guru.

    1. Inpassing

    Inpassing adalah  bentuk penyetaraan profesi guru yang menghilangkan perbedaan antara guru negeri dan guru swasta.  Dengan inpassing guru swasta berhak mendapatkan tunjangan profesi yang setara dengan guru negeri.  Bahkan dengan perhitungan masa kerja , seorang guru bisa langsung di setarakan dengan golongan lebih tinggi tanpa melalui golongan terendah terlebih dahulu, misalnya langsung mendapatkan SK Inpassing golongan III/C tanpa melewati golongan III/a  terlebih dahulu jika perhitungan masa kerjanya sudah lama.

    1. Memimpin organisasi yang mewadahi para guru

    Terdapat begitu banyak organisasi dan kelompok kerja yang mewadahi para guru, yang paling umum adalah KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), serta organisasi lain yang memiliki struktur dari tingkat sekolah hingga tingkat Nasional seperti PGRI, IGI dan lain sebagainya. Pada kelompok-kelompok ini guru swasta pun berpeluang untuk menjadi pemimpin atau ketuanya.  Jika memiliki kemauan dan kemampuan untuk itu.

    1. Tidak ada batas usia pensiun

    Bekerja disekolah swasta baik sebagai guru, staf dan lainnya relatif tidak  dibatasi oleh usia pensiun, jika seorang guru atau staf telah mencapai usia pensiun namun dianggap masih mampu bekerja, maka manajemen yayasan akan tetap melanjutkan masa kerjanya. Bahkan terkadang seseorang masih dipekerjakan meskipun produktivitasnya sudah menurun, dengan cara mengurangi volume kerja atau memindahkannya pada posisi yang lebih sesuai dengan kondisinya, karena yayasan tidak ingin memberhentikannya begitu saja, terlebih jika mereka sudah lama mengabdi di situ.

                Mudah-mudahan beberapa uraian di atas dapat memberikan gambaran tentang peluang dan kesempatan apa saja yang dapat diraih oleh guru yang mengabdi di sekolah swasta yang dinaungi oleh yayasan.  Jadi bagi para calon guru yang masih menimbang-nimbang pilihan untuk bekerja, ini bisa jadi suatu pilihan yang cukup menarik.

    Ikuti tulisan menarik Masdariah Tammuwali lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.