Tip Parenting Mengajarkan Akhlak Terpuji kepada Anak Sejak Dini - Humaniora - www.indonesiana.id
x

jihan ristiyanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 April 2022

Rabu, 22 Juni 2022 13:58 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Tip Parenting Mengajarkan Akhlak Terpuji kepada Anak Sejak Dini

    Menerapkan parenting (pola asuh) yang tepat sejak dini akan membentuk kebiasaan anak saat dewasa nanti. Untuk itu, sebagai orang tua, sepatutnya kita memberi teladan bagi mereka, tidak sekadar memerintah. Sebab, di usia pertumbuhan, anak belajar dengan cara meniru. Terutama segala tindak-tanduk sang ayah dan ibu.

    Dibaca : 546 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebelum kita terlebih jauh membahas tentang akhlak dan bagaimana tip parenting (pola asuh) untuk  menanamkan akhlak terpuji pada anak, alangkah baiknya jika kita menyamakan persepsi, apa itu akhlak.

    Menurut Imam Ghozali, dalam buku Yang Hilang Dari Kita Adalah Akhlak karangan M. Quraish Shihab (Hal. 5), akhlak merupakan kondisi kejiwaan yang mantap, yang atas dasarnya lahir aneka kegiatan  yang dilakukan dengan mudah, tanpa harus dipikirkan terlebih dahulu.

    Sebagai orang tua, wajar jika menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan ringan tangan dalam kebaikan. Oleh karena itu, orang tua mendidik putra-putrinya, baik melalui lembaga formal maupun informal. Dengan harapan, agar si anak memperoleh pengetahuan yang luas. Dan mampu menakhodai dirinya, tidak semata ikut arus dalam pergaulan.

    Maka, sangat penting bagi anak mengenal akhlak sedini mungkin. Sehingga terbentuk habit  yang akan memudahkan ia dalam menerapkannya di kemudian hari.

    Berikut Tips Parenting  Mengajarkan Akhlak Terpuji Kepada Anak:

    1. Mencontohkan, bukan memerintah

    Berbeda dengan orang dewasa yang cenderung memiliki pertimbangan dalam bertindak. Anak-anak lebih bersifat impulsif. Melakukan segala sesuatu atas dasar kehendak hatinya. Yang dipengaruhi oleh parenting (pola asuh).

    Kegiatan belajar dan membaca adalah akhlak yang baik. Maka, jika ingin anak senang belajar dan membaca buku. Kita tidak bisa hanya sekadar menyuruh. Lakukanlah apa yang anda ingin, anak anda juga  lakukan.

    Sebagaimana kebiasaan membaca buku, jika anda juga membiasakan diri membaca. Si anak secara tidak langsung akan meniru perilaku anda. Ingat, seorang anak adalah peniru ulung. Sebab di masa itu, teknik pembelajaran yang ia pakai adalah  meniru kebiasaan orang tua.

    2. Jangan Memukul atau Mengucapkan Kata-Kata Kasar

    Tips, parenting kedua, jika ia melakukan kesalahan, hindarilah memukul. Meskipun masih dalam bentuk ancaman. Misal, "Adek, jangan nakal nanti mama pukul loh". Hindari teguran semacam ini. Sebab, akan tertanam dalam dirinya bahwa  memukul itu dibolehkan.

    Sebaiknya, anda mengatakan kepada si anak, jika tindakannya salah. Lalu berikan penjelasan, akibat buruk dari tindakan tersebut. Bagi dirinya dan orang lain.

    Contoh, jika ia memukul adiknya. Maka ajaklah ia bicara, katakan:

    " Kakak, kenapa kok pukul adek? Dipiukul itu kan sakit. Kakak, kalau dipukul orang, sakit atau enggak? Sakit kan? Sama, adek juga. Jadi, nggak boleh pukul orang lain. Kakak bilang saja ke adek, adek memukul itu nggak boleh. Kan kakak, jadinya sakit."

    Selain membuat dia mengerti, jika memukul itu tidak baik. Dia terlatih untuk mengatakan perasaan dan pendapatnya. 

    3. Ajarkan Si Anak untuk Disiplin Sejak Dini

    Salah-satu akhlak baik ialah membiasakan diri untuk disiplin dengan waktu. Maka penting untuk menerapkan parenting yang membuat anak disiplin. Semisal: waktu belajar, salat, bermain, makan. Jika telah tiba waktu untuk salat, maka ajaklah anak anda untuk salat. Begitu juga waktu belajar dan bermain.

    Bermain adalah dunia anak-anak. Tapi, mereka tetap harus memiliki kontrol. Agar tidak sia-sia waktu yang ia miliki. Dalam hal ini, perlu adanya sanksi, jika si anak melanggar. Ingat, jangan memukul dan bicara kasar.

    Contoh: si anak melewatkan jam belajar sebab keasikan bermain. Hukum dia. Seperti berdiri  di sudut ruang. Ini tidak akan mudah. Dia bisa menolak, bergeser dari tempat ia dihukum. Lalu apa yang perlu kita lakukan? Kembalikan si anak pada posisi semula, agar ia tahu bahwa itu adalah tindakan yang salah. Setelah waktu hukuman selesai, ajak ia bicara. Jelaskan,  kesalahannya.

    Sebelum itu perlu diingat, pemberian sanksi sebaiknya telah dibicarakan dengan si anak. Kalau dia melakukan A, dia bisa mendapat sanksi B. Begitupun sebaliknya, saat dia membuat prestasi atau hal baik, berikan anak hadiah. Bisa berupa pujian. Sebagai suatu penghargaan atas tindakannya.

    Itulah tip Parenting yang bisa diterapkan dalam mendidik akhlak Terpuji pada anak.

    Ikuti tulisan menarik jihan ristiyanti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.