Sorot Film Senior Year dalam Aspek Psikologis - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Irna Nurcahyani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Mei 2022

Selasa, 19 Juli 2022 16:10 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Sorot Film Senior Year dalam Aspek Psikologis

    Film Senior Year bergenre komedia merupakan film yang mengisahkan seorang siswi sekolah SMA yang terobsesi menjadi prom queen, karena di pikirannya ia akan mendapatkan masa depan yang bahagia jika menjadi wanita tercantik pada prom night atau pesta perpisahan sekolahnya.

    Dibaca : 961 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Senior Year berkisah tentang seorang siswi SMA yang fanatik pada popularitas dimainkan Rebel Wilson sebagai pemeran utama. Aktris ini memerankan Stephanie Conway, siswi pindahan Australia yang dulunya culun dan konyol. Lalu, Steph mulai mengubah hidupnya untuk menjadi siswa paling terkenal di sekolah dan menjadi kekasih Blaine, siswa populer kala itu. Namun semuanya sekejap menjadi mimpi buruk.

    Steph mengalami kecelakaan saat tampil cheer sehingga membuat ia tidak sadarkan diri selama 20 tahun. Bak terbangun dari mimpi buruk, Steph tiba-tiba berada dalam tubuh wanita berusia 37 tahun. Kemudian, dokter menyatakan bahwa Steph memiliki mental dan ingatan usia 17 tahun walaupun secara fisik berusia 37 tahun. 

    Di sini, saya akan menganalisis film melalui psikologi kepribadian. Psikologi kepribadian adalah psikologi yang mempelajari kepribadian manusia dengan objek penelitian faktor-faktor yang memengaruhi tingkah laku manusia. Dalam hal memahami tingkah laku manusia tersebut perlu adanya teori-teori khusus, seperti, emosionalitas, aktivitas, dan persepsi. Senior Year memiliki beberapa segmen yang dapat kita analisis berdasarkan aspek psikologis.

    Emosionalitas merupakan mudah atau tidaknya akibat dari kesan yang ditimbulkan. Kesan tersebut merupakan perasaan dan penghayatan yang dimiliki manusia dan memiliki golongan tertentu. Momen Ketika Stephanie bangun dari koma dan masih merasa dirinya sebagai remaja 17 tahun adalah salah satu contohnya. Stephanie selalu memiliki ambisi untuk menjadi Prom Queen dan bahkan ia meminta kepada sahabatnya Martha yang menjadi kepala sekolah di SMA-nya dulu untuk menerimanya bersekolah di semester terakhir sebagaimana waktu dahulu ia meninggalkan sekolah. Emosionalitas yang dibangun di sini memberikan kesan dan penghayatan pada kesenjangan antara tokoh Stephanie dewasa dan remaja.

     Kemudian, aktivitas merupakan sedikit atau banyaknya dalam menyatakan diri, perasaan, dan pemikiran-pemikiran yang spontan. Ketika Stephanie mengajukan proposal untuk diadakan kembali prom di sekolah lalu mengajak teman teman agar menandatangani proposal yang ia buat adalah contoh kecil dari aspek aktivitas dalam film Senior Year.

    Lalu dari sisi persepsi, yakni pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Analisis psikologi dari segi persepsi yang bisa kita liat adalah Ketika Stephanie sudah mendapatkan impiannya sebagai Prom Queen dan menyukseskan acara tahunan yang sempat hilang. Namun, ia malah kehilangan banyak sahabat yang selalu mendukungnya. “And yeah, I’m still afraid that if I show everyone my real self, the wrong people will make fun of me. But it’s the only way for the right people to see me.” -Stephanie Conway. Di scene ini, Stephanie dapat menginterpretasikan bahwa menjadi diri sendiri adalah yang terpenting dan selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki.

    Ikuti tulisan menarik Irna Nurcahyani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.