Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia Ambil Bagian Meneliti Penyebab Kematian Brigadir J di RSUD Sungai Bahar Jambi - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Makam Brigadir J di Tempat Pemakamam Umum Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Foto- TribunJambi.

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Rabu, 27 Juli 2022 15:50 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia Ambil Bagian Meneliti Penyebab Kematian Brigadir J di RSUD Sungai Bahar Jambi


    Dibaca : 1.085 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Autopsi ulang jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, atau Brigadir J, dilaksanakan pada Rabu, 27/07/2022, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kepastian tersebut disampaikan Penyidik Utama Tindak Pidana Umum Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Suharnoko, Sabtu, 23/7/2022.

    Suharnoko mengecek fasilitas untuk autopsi Brigadir J, Agus didampingi Kapolda Jambil Inspektur Jenderal A. Rachmad Wibowo dan Dirut RSUD Sungai Bahar, dr. Aang Hambali.  Seluruh lokasi ruangan utama untuk autopsi dan ruang rapat forensik serta ruang persiapan forensik diperiksa. Ruang personel pengamanan telah disiapkan di sekitar lokasi autopsi ulang itu. Ruang untuk pekerja media juga telah dipersiapkan agar tidak menghalangi seluruh proses yang berjalan.

    Agus menyebutkan, “Ada 13 tim forensik yang telah dimohonkan membantu menangani ekshumasi atau autopsi. Terhadap jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, atau Brigadir J. Mereka dari RSCM, ada juga RSPAD, RS Pusat Angkatan Laut, RS Angkatan Darat dan RS Swasta,” kata Agus. Tim forensik menurut rencana akan berangkat dari Jakarta, pada Selasa, 26 Juli 2022, dan Rabu. Makam almarhum telah dipasang garis polisi.  

    Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, ketika dimintai tanggapannya, terkait adanya permintaan untuk autopsi Brigadir J di RSUD Sungai Bahar Jambi, kepada wartawan menyatakan. “ Siap membantu dokter maupun semua perangkat medis yang diperlukan, karena ini adalah misi kemanusiaan,” kata Andika. "Tim yang saya tunjuk adalah Dokter F yang bertugas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta,” kata dia kepada wartawan, ketika di Markas Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara.

    “Ketika itu, pada hari Minggu, 24 Juli 2022, setelah diberitahu oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia, saya hadirkan dokter F di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, tentang tugasnya  untuk membantu otopsi ulang Brigadir J di RSUD Sungai Bahar Jambi, pada hari Rabu 27 Juli 2022,” ujar Andika. "Dalam kesempatan itu saya berpesan, Anda digabung satu tim di bawah Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia untuk menjalankan tugas itu. Jaga kredibilitas, integritas dan seterusnya, terkait keilmuan dan objektifitas harus prioritaskan."

    Brigadir J, atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, dinyatakan oleh Polisi korban dari insiden baku tembak antarpolisi di rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 Juli 2022 lalu. 

    Namun, pernyataan dari Polisi, tentang kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, berbeda dengan pendapat keluarga Almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Menurut Ayah, ibu korban, kakak, adik, tantenya diduga keras Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Tewas karena dianiaya. Kemudian Keluarga Brigadir J melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri.

     Berdasarkan kecurigaan, atas luka-luka yang ditemukan di tubuh Brigadir Yosua, saat tiba di rumah duka di Jambi. Mereka yakin, luka dibagian tubuh almarhum itu tidak hanya karena luka tembakan, tetapi ada juga sejumlah luka yang diduga karena senjata tajam, benda tumpul dan sebagainya. 

    Masalah ini sempat Viral, dimuat pada sejumlah media online, dan media elektronik lainnya. Sehingga mengundang sejumlah perhatian para pakar, pengamat hukum lainnya. Akhirnya Jokowi selaku Kepala Negara meminta kepada Kapolri, untuk mengusut tuntas kasus ini.

    Pada hari Kamis, 21 Juli 2022, saat Presiden Jokowi berada di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meminta kepada Kapolri. “ Usut tuntas kasus ini, jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan,” tegas. 

    “Pengusutan secara tuntas dan transparan, penting untuk dilakukan. Agar tidak ada keragu-raguan dari masyarakat, terhadap peristiwa ini,” kata Jokowi. Menurut Kepala Negara, Polri harus bisa menjaga kepercayaan publik pada institusinya (Polri). 

    Selain Kepala negara meminta kasus ini ditangani secara transfaran dan terbuka, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga sempat mengatakan bahwa, kasus Brigadir J tidak bisa dibiarkan. “ Penjelasan Polri, yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rangkaian peristiwanya, perlu diusut hingga tuntas,” Kata Menko Polhukam Mahfud MD. 

    Akhirnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan, membentuk tim khusus (Timsus) yang dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Dampak dari hal itu 3 Perwira tingga kepolisian. Diantaranya Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan, dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto di non aktifkan.

    Saat ini, kasus tewasnya Brigadir J sudah masuk tahap penyidikan, setelah Timsus menemukan barang bukti. Baik dari hasil CCTV yang semula dikatakan rusak, karena sambaran Petir, maupun dari hasil Hend Phone korban yang semula dikatakan hilang, rupanya dalam penelitian Timsus. Semoga, dengan terealisasinya autopsi atas jenazah korban, Penyidik bisa menetapkan siapa pelakunya.***  

    Ikuti tulisan menarik djohan chan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.