Perbedaan Orang Lemah, Orang Kuat dan Orang Bijaksana - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Albert Einstein. Dari Pixabay.com

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Rabu, 26 Oktober 2022 18:29 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Perbedaan Orang Lemah, Orang Kuat dan Orang Bijaksana

    Orang lemah memiliki karakteristik khas. Demikian juga orang kuat dan orang bijaksana. Perbedaan nampak nyata ketika mereka menghadapi situasi yang tidka menyenangkan. Apa saja bedanya?

    Dibaca : 1.411 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Semua orang pasti sudah tahu Albert Einstein, sang pakar fisika pemenang Nobel fisika.  Menariknya di memiliki banyak kata mutiara yang indah sekali. Salah satunya yang berikut ini.

     

    Weak people revenge, strong people forgive, intelligent people ignore.  (Albet Einstein)  Orang lemah membalas, orang kuat memaafkan, orang cerdas mengabaikan.  Itulah kalimat bijaksana dari Albert Einstein sang pakar fisika pemenang hadiah Nobel dari negeri Paman Sam.  Mari kita bahas bersama.

     

    Quote Einstein itu sangat relevan buat masyarakat Indonesia saat ini yang masih terus menerus bertengkar.  Setiap hari di medsos kita membaca kata kata kasar yang tak kunjung habis.

     

    Sebenarnya wajar saja kalau Anda merasa marah atau sakit hati dengan kata kata kasar atau tindakan orang lain yang tidak sopan.    Semua orang pasti memiliki nafsu amarah. Jadi bisa saja kita marah. Apalagi kalau kita sejak kecil dibesarkan di dalam budaya yang menjunjung tinggi adab, sopan santun dalam berkata dan berbuat.  Meskipun demikian jika Anda menuruti nafsu amarah lalu membalas sejatinya Anda kalah dengan nafsu.  Anda orang lemah.  Akibatnya Anda akan rugi sendiri.  Rasa marah apalagi jadi dendam apalagi memunculkan tindakan membalas malah akan memperburuk situasi Anda.  Apalagi kalau balasan Anda jadi menzalimi orang sehingga berakibat buruk pada dia maka Anda juga akan menanggung dosa.

     

    Orang kuat bisa juga marah dan tersinggung tapi dia akan memaafkan.  Dia tidak kalah dengan nafsu amarahnya.  Dia segera menguasai diri dan tidak mau kalah dengan amarahnya.  Dia tahu kalau nafsu dituruti justru akan merugikannya.  Maka orang kuat akan memaafkan.

     

    Nabi Muhammad saw pernah mengatakan bahwa orang kuat bukanlah seorang pegulat (petarung) yang kuat;  orang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika dia marah.

    "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim)

     

    Kata Enstein orang bijaksana mengabaikan.  Pasti  maksudnya mengabaikan kata kata sampah.  Orang cerdas tidak mau meladeni pertengkaran yang tidak ada manfaatnya dan malah banyak mudaratnya.

    Demikian juga ajaran nabi Muhammad saw.  Muslim dianjurkan untuk meninggalkan debat kusir. Hadiahnya tidak tanggung tanggung yaitu surga.

    “Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik)

    Tentu yang dimaksud adalah debat kusir yang emosional dan yang mengarah ke pertengkaran, bukan debat adu argumentasi yang rasional.

     

    Nenek moyang kita juga memiliki peri bahasa yang sangat bijak.   Anjing menggonggong kafilah berlalu.  Maksudnya abaikan saja kata kata sampah dan perbuatan yang tidak sopan dari orang lain.  Jangan sia siakan waktu, enerji, perhatian Anda untuk hal yang sepélé. Masih banyak tugas lain yang jauh lebih bermanfaat, lebih membawa pahala dan rido Allah.  Semoga kita menjadi orang yang kuat, bijaksana dan cerdas.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.