Jalan akan Kelihatan Setelah Anda Bergerak - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Selasa, 8 November 2022 08:33 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Jalan akan Kelihatan Setelah Anda Bergerak

    Banyak orang kebingungan mencari jalan ke depan. Mereka tidak melihat jalan dengan jelas. Menurut Rumi Anda harus bergerak dulu agar jalan ke depan kelihatan.

    Dibaca : 1.190 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh Bambang Udoyono

    Dulu ketika di kelas dua SMA saya mulai berpikir mau ke mana kelak selepas SMA.  Sampai kelas tiga SMA masih belum jelas benar tujuan kuliah mau ke mana. Demikian juga teman teman saya. Ketika kuliah pertanyaan mau ke mana selepas kuliah juga muncul lagi. Mencari pekerjaan juga sangat membingungkan banyak orang. Apalagi memulai usaha bisnis.

     

    Pertanyaan banyak orang adalah mau ke mana setelah ini dengan kata lain kebanyakan orang tidak melihat jalan ke depan dengan jelas.  Maulana Jalaludin Rumi memiliki sebuah kata mutiara menarik yang relevan dengan keadaan ini.

     

    As you start to walk on the way, the way appears (Rumi)  Ketika kamu mulai berjalan maka jalan akan kelihatan.

    Saya memiliki contoh dalam beberapa kasus di bawah ini. Kasus kasu ini akan membantu kita memahami kata mutiara Rumi di atas.

     

    Dulu di dasawarsa akhir dasawarsa 70 ‘an dan awal 80’an pernah berkembang teori ketergantungan (Dependency theory).  Teori ini berpendapat bahwa situasi ekonomi dan politik negara dunia ketiga alias negara negara berkembang akan selalu bergantung kepada negara negara maju.  Susah sekali mereka bangkit melepaskan diri dari ketergantungan secara ekonomi dan politik.

     

    Banyak juga pakar yang menyanggah teori itu.  Tapi bantahan terkuat adalah kenyataan berupa bangkitnya negara negara Asia.  Bahkan ada prediksi negara Afrika juga akan bangkit.  Demikian juga negara Islam yang dulu dipandang tidak bisa maju terbukti mengalami kemajuan pesat di banyak bidang.

     

    Di tingkat individu saya sering melihat fenomena serupa.  Orang yang dulu pas pasan kini sudah ‘jadi orang’.   Tidak hanya individu, banyak juga satu golongan tertentu yang mengalami kemajuan pesat.  Golongan yang dulu dipandang sebelah mata kini berdiri tegak. Dalam bahasa Inggris ada frasa standing tall dan walking tall  untuk melukiskan keadaan itu.

     

    Keadaan yang berbalik total itu menunjukkan kebenaran quote Rumi bahwa ketika kita berjalan maka jalan yang mungkin awalnya tidak nampak itu akan nampak.  Terbukti ilmuwan yang sangat rasionalpun kadang tidak mampu melihat jalan.  Seolah tidak ada jalan buat negara berkembang untuk maju.  Ternyata setelah mereka membangun jalan itu terbuka juga.

     

    Kegagalan teori itu menunjukkan keterbatasan pikiran manusia.  Pakarpun terbukti bisa salah.  Data dan fakta yang ada tentang negara berkembang pada dasawarsa 80’an itu memang benar.  Tapi kesimpulan yang ditarik bahwa tidak ada jalan untuk maju, ternyata salah besar.

     

    Kenyataan itu juga membuktikan bahwa manusia harus berbaik sangka pada Allah.  Manusia harus yakin bahwa Allah akan memberi jalan atau menunjukkan jalan ketika seolah tidak ada jalan.  Allah adalah sang pencipta. Ketika tidak ada jalan, mudah saja bagi Allah untuk membuat jalan baru.  Ketika pandangan manusia seolah tertutup kabut mudah saja bagi Allah untuk memberi petunjuk dan tuntunan.

     

    Tepis saja keraguan akan masa depan.  Jika Anda berbisnis hindari  kerguan  apakah dagangan Anda akan laku.  Ketika sekolah tidak perlu bertanya apakah nanti akan lulus.  Ketika mencari kerja tidak perlu ragu apakah akan mendapat pekerjaan.  Apapun ihtiar Anda, tidak perlu meragukan prospeknya.

     

    Di dalam buku One way ticket to happiness  ada sebuah bab berjudul “Dari sikap realistis menuju hyper realistis” Di situ dipaparkan banyak bukti bahwa sikap hyper realistis akan membawa kemajuan.  Jadi berjalan sajalah, dalam apapun usaha anda.  Nanti jalan itu akan terlihat jelas. 

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.