x

Iklan

riwis sadati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Kris-EXO Kena Dampak Ketatnya Managemen

Korea Selatan, bagi saya selalu punya berita menarik nan menggelitik. Salah satunya hadir dari SM Entertainment, yang jadi management tiga terbesar di Korea Selatan. ‘Kesalahan’ yang sama terulang lagi, salah siapa sebenarnya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Korea Selatan bagi saya, selalu punya berita yang menarik dan menggelitik. Baru-baru ini salah satu berita cukup menghebohkan hadir dari SM Entertainmnet. Sebuah management yang menjadi The Big Three di negeri ginseng itu membuat sebuah ‘kesalahan’ sama, begitu kata banyak netizen dan penggemar artis-artis itu. SM Entertainment ini merupakan perusahaan yang menaungi grup-grup besar seperti SNSD, Suju, F(x), TVXQ, Shinee dan EXO , pastinya salah satu pernah terdengar di telinga.

‘Kesalahan’ Mengelola Sumber Daya

Penggemar K-pop pasti masih ingat dengan kasus DBSK yang sekarang menjadi TVXQ. Grup ini menjadi yang terkuat di jamannya, bahkan Suju pada masa itu masih kecil dan sering dibandingkan dengannya. Sampai pada 3 anggota boyband ini menuntut management tempat mereka dilatih dan dibesarkan namanya, kini membentuk grup vocal bernama JYJ. Tentun berita ini benar-benar mencoreng nama SM Entertainment yang kala itu termasuk perusahaan besar dan berpengaruh di dunia entertainment Korea Selatan. Hingga akhirnya kasusnya menggangtung sekian lama dan JYJ tidak di ijinkan mempromosikan lagu terbarunya di stasiun televise negeri ginseng karena tekanan SM.

Gosip yang beredar dari tuntutan tiga pria ini adalah kesetaraan hak. Hak mereka sebagai manusia, hak mereka sebagai penyanyi dan hak mereka sebagai pencipta lagu. Kala itu, mereka bertiga menyumbang banyak lagu untuk management. Bagi mereka, perlakuan tidak adil dan manusiawi mereka terima. Kurang lebih kepadatan jadwal yang membuat kesehatan terancam, serta gaji yang tidak adil.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Banyak rumor yang menyatakan jika SM Entertainment termasuk keras dalam jadwal promosi mereka. Tak hanya JYJ yang menuntut managementnya mengenai hak mereka sebagai manusia yang dilanggar. Salah satu personel Super Junior M, Hangeng, juga mengundurkan diri. Alasan klise, ia merasa diperas oleh management dan tidak diindahkan kesehatannya. Kabarnya pria itu tidak bias bertemu dengan keluarganya meski sudah berada di China. Over schedule juga jadi penyebab kelelahan yang membuatnya sakit, namun sakit tak membuat SM mengurangi jadwal show.

Terulang Lagi, Pada Kris – EXO

EXO, merupakan boyband terbaru yang dimiliki oleh SM Entertainment. Terdiri dari 12 pria yang terbagi menjadi 2 grup, EXO K untuk promosi di Korea Selatan dan EXO M untuk promosi di Tiongkok. Grup ini masih dalam masa perkenalan, maka tak heran jika aktifitas mereka cukup padat. Sama seperti grup yang baru debut, mereka harus berjuang untuk dapat dikenal dan memiliki banyak fans, perjuangan tiada akhir.

Beberapa waktu yang lalu, pada saat masa promosi lagu terbaru dan persiapan konser perdana mereka. Kris, salah satu personel dari EXO M diberitakan menuntut managementnya SM Entertainment untuk menghentikan kontrak eksklusif terhadapnya. Pada gugatan yang dilayangkan ke pengadilan, Kris menyatakan jika dirinya merasa tidak diperlakukan secara manusiawi, melainkan mirip barang yang sanggup diperas. Tidak ada waktu istirahat yang cukup baginya hingga isu kesehatan jantung menyertai tuntutan tersebut.

Siapa yang Salah?

Sangat disayangkan bukan? SM Entertainment menjadi salah satu agensi yang sangat diincar orang Korea Selatan untuk debut sebagai penyanyi terpandang, menghadapi kasus serupa selama beberapa kali. Tuntutan pun sama, perlakukan tidak manusiawi dengan jadwal yang terlalu ketat.

Ya, jika pertanyaannya siapa yang salah, saya sendiri tidak mengetahui pihak mana penjahatnya. Bisa jadi pihak management yang berkutat dengan perhitungan waktu – biaya – kolega – investasi – laba memiliki pertimbangan mengapa harus ada jadwal yang ketat setiap harinya. Bisa jadi mereka ingin mengejar banyak hal dalam satu waktu, baik itu harga dari investasi dengan laba yang akan didapatkan. Saya masih ingat jika pembesar SM Entertainment pernah menyatakan, kesuksesan tidak akan hadir tanpa ketekunan dan kerja keras yang luar biasa. Dengan begitu mungkin wajar bagi dirinya jika anak didiknya harus berjuang mati-matian untuk kesuksesan kelak.

Ya jika Anda lihat grup yang lebih tua, mereka juga menjalani jatuh bangun yang sama. Dan kini, jadwal tidak terlalu ketat, sehingga ada waktu untuk bersantai atau berinvestasi lain.

Sedang dilihat dari sisi sang penyanyi. Bisa jadi, mereka berada di titik toleransi baik jiwa dan raga. Perlu diingat jika kerja keras yang dilakukan tidak berawal dari mereka debut, namun dimulai sejak sebelum mendaftarkan diri ke agensi. Mungkin perjuangan tersebut dirasa cukup lama, namun tidak juga mendapatkan dan menikmati hasil jerih payahnya. Ditambah dengan makin banyaknya jadwal, seolah bernafas saja tidak diijinkan. Dari titik ini pastilah mereka menyerah dan memilih untuk berjuang mengakhiri ‘penderitaan’ yang dialami.

Dua-duanya memang benar dan bisa jadi keduanya salah.

Ikuti tulisan menarik riwis sadati lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler