Menyehatkan Hati dengan Langkah Spiritual - Analisis - www.indonesiana.id
x

image: Medical News Today

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Minggu, 20 November 2022 12:29 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Menyehatkan Hati dengan Langkah Spiritual

    Orang yang mengira perbuatan baik adalah perbuatan buruk, sejatinya sedang bermasalah. Masalahnya ada pada hatinya yang tidak sehat. Maka dia perlu melakukan serangkaian tindakan untuk menyehatkan hatinya.

    Dibaca : 501 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menyehatkan Hati dengan Langkah Spiritual

     

    Bambang Udoyono

     

    Kali ini kita membahas karya Sunan Bonang yang sangat terkenal sampai hari ini.  Sunan Bonang adalah ulama besar dari Tuban yang merupakan salah satu dari Wali Songo (sembilan wali) atau sembilan ulama besar di masa kerajaan Demak. Beliau hidup antara tahun 1465-1525.   Sebelum Opik menjadikannya terkenal, tembang ini sudah ratusan tahun dilantunkan oleh Muslim dari suku Jawa.  Saya ingat di Magelang dulu di lingkungan saya ada seorang tetangga yang rajin melantunkan tembang ini ketika menjelang azan.    Jadi saya sudah hafal lagu ini sejak kecil.  Mari kita simak dulu syairnya.

     

    Tombo ati iku limo perkarané

    Obat hati ada lima jumlahnya

    Kaping pisan moco Qur’an sak maknané

    Yang pertama membaca  Al Qur’an dan memahami artinya

    Kaping pindo  sholat wengi lakonono
    yang kedua jalankanlah solat malam

    Kaping telu, wong kang sholèh kumpulono

    Yang ketiga berkumpullah dengan orang salèh

    Kaping papat, kudu weteng ingkang luwé

    Yang keempat laparkanlah perutmu (maksudnya berpuasa)
    Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwé

    Yang kelima zikir malam yang lama
    Salah sawijiné sopo biso ngelakoni

    Siapa bisa menjalankan salah satunya
    Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

    Semoga Gusti Allah mencukupi / mengabulkan

     

    Di banyak artikel saya sebelumnya kita sudah membahas tentang hati.  Hati adalah kunci.  Hati yang bersih, sehat, dan tercerahkan akan membuat kita mampu menerima dan memahami wahyu Allah swt.  Masalahnya banyak hati yang ‘sakit’ dan gelap. Maka dia tidak mampu menangkap ajaran Al Qur’an.   Akibatnya ucapan, tulisan di medsos dll,  dan juga perbuatannya serba buruk.  Nah ratusan tahun yang lalu Sunan Bonang sudah memiliki resep manjur untuk menyembuhkan hati yang sakit.    Tentu saja beliau memiliki dasar kuat. Panduan yang beliau pegang adalah kitab suci Al Qur’an.  Di dalamnya ada beberapa ayat yang menyebutkan bahwa Al Qur’an adalah obat hati.   

     

    Dalam surat al-Isra’ ayat 82, Allah Swt berfirman:

    “dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

     

    Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (QS Yunus [10]: 57).

     

    Katakanlah, 'Alquran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. ' (QS Fushshilat [41]: 44).

     

    Jadi jelas rujukan Sunan Bonang adalah wahyu Allah swt di dalam Al Qur’an.  Kalau saran itu dilakukan dengan sebaik baiknya maka insya Allah hati kita akan sehat dan bersih sehingga berfungsi dengan baik.  Hati akan tercerahkan sehingga mampu menerima dan memahami petunjuk Allah swt. 

     

    Kalau hati sehat maka outputnya, keluarannya adalah kebaikan.  Ucapan, tulisan di medsos atau lainnya, dan tindakan akan bermanfaat buat dia sendiri, keluarganya dan orang lain.  Sebaliknya kalau hatinya kotor maka outputnya, keluarannya akan buruk.  Ucapannya, postingannya, tulisannya di medsos atau buku, dan tindakannya adalah buruk, membuat orang lain panas, sakit hati, tidak nyaman.  Lebih parah lagi kalau menyebabkan pertengkaran dan permusuhan.

     

     

    Sila mawas diri.  Kalau ucapan, tulisan dan tindakan Anda menyebabkan keburukan, pertengkaran, permusuhan, sakit hati dan penderitaan orang lain. Kalau Anda benci kepada kebenaran, kepada wahyu Allah, kepada orang beriman dan beramal saleh. Kalau hati Anda panas melihat orang berbuat baik. Kalau Anda mengira kebaikan sebagai keburukan.  Maka artinya hati Anda tidak sehat,  gelap,  dan sakit.  Tapi jangan kuatir.  Masih ada harapan.  Karena ada tombo ati.  Ikuti saja nasehat Sunan Bonang di atas.  Insya Allah hati Anda akan sehat lagi.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.