Mengapa Mega Ingin Nomor Urut PDI-P Tetap 3 - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Megawati

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 22 November 2022 11:32 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Mengapa Mega Ingin Nomor Urut PDI-P Tetap 3

    Dalam konteks komunikasi politik, nomor urut 3 menguntungkan PDI-P, karena simbol tiga jari diasosiasikan dengan perlawan rakyat bawah. Di sisi lain, angka tiga berkonotasi dengan keinginan elite PDI-P untuk memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut alias menciptakan hat-trick.

    Dibaca : 815 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Megawati, Ketua Umum PDI-P, ingin nomor urut partai politik peserta pemilu 2024 tidak berubah dari pemilu sebelumnya, 2019. Ia ingin hanya partai-partai yang baru ikut pemilu 2024 saja yang perlu mengikuti undian nomor urut perseta. Dalam pemilu 2019, ada 14 partai politik yang ikut serta, dan dari jumlah ini hanya 9 partai saja yang berhasil menempatkan wakilnya di DPR pusat—sisanya gagal.

    Lima partai peserta pemilu 2019 yang tidak berhasil menempatkan wakilnya di Senayan itu meliputi Partai Garuda (nomor urut 6), Partai Berkarya (no 7), Partai Perindo (9), Partai Solidaritas Indonesia (11), dan Partai Hanura (nomor 13). Bila keinginan Megawati itu dituruti oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka apakah nomor-nomor 6, 7, 9, dan 11 tersebut akan termasuk dalam undian nomor urut peserta pemilu 2024?

    Dalam pemilu 2019, PDI-P memperoleh nomor urut 3. Bagi PDI-P, nomor 3 tampaknya memiliki nilai tersendiri dan permintaan Megawati ini mungkin terkait dengan upaya menjadikan nomor urut ini sebagai brand dan identitas partai. Untuk berkomunikasi dengan massa partai, nomor 3 dilambangkan dengan tiga jari tangan yang membentuk impresi tertentu. Tiga jari itu: ibu jari, jari telunjuk, dan jari kelingking.

    Komposisi tiga jari ini kerap diidentikkan dengan rakyat bawah. Jadi, bagi PDI-P, nomor urut 3 memberikan keuntungan tersendiri dalam konteks komunikasi politik. Salam tiga jari sudah dikenal publik selama ini sebagai lambang perlawanan. Tiga jari bisa pula kemudian diasosiasikan dengan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia. Bagi PDI-P, ini juga bisa dijadikan jargon politik bahwa PDI-P mempersatukan bangsa.

    Sebagai simbol komunikasi politik, nomor urut 3 dan salam tiga jari bisa pula diasosiasikan dengan keinginan Megawati dan elite PDI-P agar partai memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut atau menciptakan hat-trick. Secara psikologis, nomor urut 3 dan salam tiga jari dapat dimanfaatkan untuk menggalang solidaritas massa partai untuk memenangkan pemilu 2024.

    Paling tidak, itulah sejumlah alasan yang mungkin melatari keinginan Megawati untuk mempertahankan nomor urut partai peserta pemilu 2019 agar bisa digunakan untuk pemilu 2024. PDI-P melihat ada keuntungan (advantage) untuk kebutuhan komunikasi politik dengan massa partai. Nomor urut 3 dapat menjadi alat komunikasi yang relatif mudah dimengerti oleh rakyat bawah, sehingga komunikasi di antara sesama massa maupun elite partai dengan massa dapat berjalan lebih mudah.

    Bagi partai-partai lain yang lolos ke Senayan dalam pemilu 2019 mungkin tidak menikmati keuntungan seperti yang diperoleh PDI-P, tapi itu bergantung pada kemampuan eksplorasi tim komunikasi politik partai terhadap nomor urut yang mereka miliki. Sementara itu, partai-partai lain yang lolos menjadi peserta pemilu 2024 tapi bukan partai eks pemilu 2019 tentu butuh usaha ekstra untuk menjadikan nomor urut perserta sebagai bagian dari modal komunikasi politik mereka.

    Kemampuan mereka diuji untuk dapat mengeksplorasi nomor urut agar menjadi political advantage yang bermanfaat bagi pemasaran maupun komunikasi politik dengan massa partai. Tidak heran bila partai-partai peserta baru merasa keberatan dengan keinginan Megawati agar partai-partai peserta pemilu 2019 tetap memakai nomor urut lama, sebab keinginan Megawati itu jelas menguntungkan PDI-P khususnya maupun partai-partai yang sekarang memiliki wakil di Senayan. Bagi peserta baru pemilu 2024, mereka harus bekerja lebih keras untuk memasarkan partainya kepada rakyat pemilih. Wallahu’alam. >>

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.