Mengenal Metode SQ3R untuk Belajar - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi seseorang yang sedanng membaca buku

Sofiana Mita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 April 2022

Senin, 28 November 2022 18:35 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Mengenal Metode SQ3R untuk Belajar

    SQ3R adalah teknik membaca yang bagus untuk membaca secara mendalam dan analitis. Prof. Francis P. Robinson, seorang profesor psikologi di Ohio State University, mengusulkan strategi membaca ini pada tahun 1941.

    Dibaca : 582 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Proses mengajar adalah sesuatu yang dilakukan guru setiap hari. Metode yang akan digunakan dalam mengajar harus ditentukan oleh guru. Untuk memenuhi tujuan pembelajaran, pilihan strategi pengajaran harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan dibahas. Menurut Sudjana, metode yang digunakan guru untuk membangun hubungan dengan siswa selama mereka belajar. sehingga kegiatan belajar akan lebih terkonsentrasi ketika menggunakan strategi ini. Tujuan dapat dicapai dengan lebih berhasil, semakin baik strategi yang digunakan.

    Kita sering kesulitan untuk memahami buku atau bahan bacaan lainnya. Bukan hal yang aneh bagi kita untuk membaca teks lebih dari sekali sebelum memahaminya. Bagaimana bisa?

    Ada banyak pembaca yang menghabiskan seluruh buku atau karya lain sekaligus. Pembaca akan dapat memahami bacaan dengan jelas dalam metode ini. Ternyata anggapan ini tidak sepenuhnya akurat. Meskipun membaca itu menyenangkan, memahaminya menuntut pemikiran yang cepat dan hasil yang sukses. Anda dapat mulai membaca buku dengan membaca sekilas dan kemudian melanjutkan dengan membaca intensif. Skimming dilakukan untuk memperoleh gambaran umum sebuah buku. Namun, buku itu juga harus dipelajari secara menyeluruh. Anda harus benar-benar membaca buku selain membacanya secara luas. Untuk menemukan pengetahuan yang lebih berkualitas, lebih berwibawa, komprehensif, dan lebih banyak, diperlukan membaca intensif.

    Dalam lima puluh tahun terakhir, berbagai teknik atau pendekatan telah dikembangkan untuk kemampuan membaca. Pendekatan SQ3R adalah salah satunya. Apakah SQ3R itu?

    SQ3R adalah teknik membaca yang bagus untuk membaca secara mendalam dan analitis. Prof. Francis P. Robinson, seorang profesor psikologi di Ohio State University, mengusulkan strategi membaca ini pada tahun 1941. Salah satu teknik membaca yang sudah ada sejak lama dan sering digunakan adalah teknik ini. Pendekatan SQ3R adalah salah satu dari banyak strategi membaca yang telah dibuat dan digunakan dalam berbagai penelitian. SQ3R adalah singkatan dari Survey-Question-Read-Recite-Review (Survey-Pertanyaan-Membaca-Menceritakan-Meninjau).

    SQ3R berusaha membantu siswa dalam menciptakan strategi pembelajaran untuk menghafal tugas-tugas yang berhubungan dengan membaca dan Corner berpendapat bahwa SQ3R memiliki empat fungsi: untuk memperoleh pengetahuan sebelumnya; untuk menetapkan tujuan membaca; untuk memungkinkan peserta didik untuk melacak pemahaman mereka; dan untuk membantu siswa dalam mengevaluasi pemahaman mereka tentang teks. SQ3R membantu Dewan Perguruan Tinggi dalam menyebutkan bacaan yang bermakna dan bertujuan. Berdasarkan tujuan tersebut, dijamin kegiatan membaca berbasis SQ3R akan lebih produktif dan memberikan hasil yang terbaik.

    Langkah-Langkah Metode SQ3R:

    1. Survey (survei) 

    Survey dilakukan dengan membaca singkat seluruh organisasi buku. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kesan umum atau hal menarik dari buku tersebut. Adapun survey pada buku ini bisa dilakukan dengan 3 hal, yaitu:

    1. Lihat daftar isi untuk memahami struktur keseluruhan buku.
    2. Baca pendahuluan untuk mempelajari tentang isu-isu kunci buku
    3. Melihat organisasi bab secara sekilas 
    4. Question (pertanyaan) 

    Setelah menyelesaikan survei dan menerima pertanyaan teknik SQ3R, pembaca diberikan beberapa saran untuk bacaan selanjutnya. Judul, topik, atau subtopik sekarang akan diubah oleh pembaca menjadi pertanyaan. Tujuan bagian pertanyaan atau pertanyaan ini adalah untuk menjelaskan setiap aspek dari bahan bacaan.

    1. Read (membaca) 

    Bagian ini adalah tahap menjawab pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya. Jawaban biasanya merupakan ide utama dari setiap paragraf. Ada 5 tahap dalam membaca, yaitu: 

    1. Temukan jawaban atas pertanyaan tahap-tahap sebelumnya.
    2. Kembali dan baca petunjuk untuk grafik, ilustrasi, dan kalimat yang digaris bawahi.
    3. Kurangi kecepatan membaca saat menemukan bagian sulit
    4. Baca ulang jika perlu jika Anda tidak mengerti
    5. Buat kata kunci untuk setiap bagian 
    6. Recall/recite 

    Tahap ini meminta pembaca untuk menulis ulang pengetahuan yang telah dipelajarinya dengan kata-katanya sendiri setelah menyelesaikan membaca dan menjawab pertanyaan.

    1. Review (ulasan) 

    Baca kembali bagian-bagian kunci dari teks atau cerita setelah Anda selesai membaca buku atau cerita secara keseluruhan. Sangat penting untuk melakukan ini untuk membuat teks atau makna cerita menjadi jelas. Ada 4 tahap dalam mereview, diantaranya:

    1. Pahami bacaan secara menyeluruh 
    2. Kumpulkan semua jawaban 
    3. Kembali lagi untuk meninjau jawaban 
    4. Untuk membantu pembaca dalam mengingat materi, ulangi tahap review.

    Manfaat Metode SQ3R

    1. Pembaca memiliki opsi untuk beradaptasi saat menggunakan metode SQ3R. Oleh karena itu, kecepatan membaca harus sama untuk semua bahan bacaan. Jika pembaca menemukan informasi yang berkaitan dengannya, informasi yang memerlukan pengetahuan untuk memahaminya, atau bahkan bagian dari bacaan yang berisi informasi yang diperlukan untuk membaca, ia akan membaca dengan lebih cepat. Di sisi lain, jika bagian bacaan dinilai kurang relevan dengan kebutuhannya atau mungkin bagian tersebut sudah familiar baginya, pembaca akan menambah kecepatan membaca.
    2. Pendekatan SQ3R memungkinkan pembaca memperoleh pengetahuan secara sistematis.
    3. Penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran akan menghasilkan pemahaman yang komprehensif, bukan ingatan. Pemahaman yang komprehensif akan bertahan lebih lama tersimpan di dalam otak, daripada sekedar mengingat fakta. 
    4. Jika dibandingkan dengan belajar tanpa metode, metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar secara efektif dan efisien.

      Proses mengajar adalah sesuatu yang dilakukan guru setiap hari. Metode yang akan digunakan dalam mengajar harus ditentukan oleh guru. Untuk memenuhi tujuan pembelajaran, pilihan strategi pengajaran harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan dibahas. Menurut Sudjana, metode yang digunakan guru untuk membangun hubungan dengan siswa selama mereka belajar. sehingga kegiatan belajar akan lebih terkonsentrasi ketika menggunakan strategi ini. Tujuan dapat dicapai dengan lebih berhasil, semakin baik strategi yang digunakan.

      Kita sering kesulitan untuk memahami buku atau bahan bacaan lainnya. Bukan hal yang aneh bagi kita untuk membaca teks lebih dari sekali sebelum memahaminya. Bagaimana bisa?

      Ada banyak pembaca yang menghabiskan seluruh buku atau karya lain sekaligus. Pembaca akan dapat memahami bacaan dengan jelas dalam metode ini. Ternyata anggapan ini tidak sepenuhnya akurat. Meskipun membaca itu menyenangkan, memahaminya menuntut pemikiran yang cepat dan hasil yang sukses. Anda dapat mulai membaca buku dengan membaca sekilas dan kemudian melanjutkan dengan membaca intensif. Skimming dilakukan untuk memperoleh gambaran umum sebuah buku. Namun, buku itu juga harus dipelajari secara menyeluruh. Anda harus benar-benar membaca buku selain membacanya secara luas. Untuk menemukan pengetahuan yang lebih berkualitas, lebih berwibawa, komprehensif, dan lebih banyak, diperlukan membaca intensif.

      Dalam lima puluh tahun terakhir, berbagai teknik atau pendekatan telah dikembangkan untuk kemampuan membaca. Pendekatan SQ3R adalah salah satunya. Apakah SQ3R itu?

      SQ3R adalah teknik membaca yang bagus untuk membaca secara mendalam dan analitis. Prof. Francis P. Robinson, seorang profesor psikologi di Ohio State University, mengusulkan strategi membaca ini pada tahun 1941. Salah satu teknik membaca yang sudah ada sejak lama dan sering digunakan adalah teknik ini. Pendekatan SQ3R adalah salah satu dari banyak strategi membaca yang telah dibuat dan digunakan dalam berbagai penelitian. SQ3R adalah singkatan dari Survey-Question-Read-Recite-Review (Survey-Pertanyaan-Membaca-Menceritakan-Meninjau).

      SQ3R berusaha membantu siswa dalam menciptakan strategi pembelajaran untuk menghafal tugas-tugas yang berhubungan dengan membaca dan Corner berpendapat bahwa SQ3R memiliki empat fungsi: untuk memperoleh pengetahuan sebelumnya; untuk menetapkan tujuan membaca; untuk memungkinkan peserta didik untuk melacak pemahaman mereka; dan untuk membantu siswa dalam mengevaluasi pemahaman mereka tentang teks. SQ3R membantu Dewan Perguruan Tinggi dalam menyebutkan bacaan yang bermakna dan bertujuan. Berdasarkan tujuan tersebut, dijamin kegiatan membaca berbasis SQ3R akan lebih produktif dan memberikan hasil yang terbaik.

      Langkah-Langkah Metode SQ3R:

      1. Survey (survei) 

      Survey dilakukan dengan membaca singkat seluruh organisasi buku. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kesan umum atau hal menarik dari buku tersebut. Adapun survey pada buku ini bisa dilakukan dengan 3 hal, yaitu:

      1. Lihat daftar isi untuk memahami struktur keseluruhan buku.
      2. Baca pendahuluan untuk mempelajari tentang isu-isu kunci buku
      3. Melihat organisasi bab secara sekilas 
      4. Question (pertanyaan) 

      Setelah menyelesaikan survei dan menerima pertanyaan teknik SQ3R, pembaca diberikan beberapa saran untuk bacaan selanjutnya. Judul, topik, atau subtopik sekarang akan diubah oleh pembaca menjadi pertanyaan. Tujuan bagian pertanyaan atau pertanyaan ini adalah untuk menjelaskan setiap aspek dari bahan bacaan.

      1. Read (membaca) 

      Bagian ini adalah tahap menjawab pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya. Jawaban biasanya merupakan ide utama dari setiap paragraf. Ada 5 tahap dalam membaca, yaitu: 

      1. Temukan jawaban atas pertanyaan tahap-tahap sebelumnya.
      2. Kembali dan baca petunjuk untuk grafik, ilustrasi, dan kalimat yang digaris bawahi.
      3. Kurangi kecepatan membaca saat menemukan bagian sulit
      4. Baca ulang jika perlu jika Anda tidak mengerti
      5. Buat kata kunci untuk setiap bagian 
      6. Recall/recite 

      Tahap ini meminta pembaca untuk menulis ulang pengetahuan yang telah dipelajarinya dengan kata-katanya sendiri setelah menyelesaikan membaca dan menjawab pertanyaan.

      1. Review (ulasan) 

      Baca kembali bagian-bagian kunci dari teks atau cerita setelah Anda selesai membaca buku atau cerita secara keseluruhan. Sangat penting untuk melakukan ini untuk membuat teks atau makna cerita menjadi jelas. Ada 4 tahap dalam mereview, diantaranya:

      1. Pahami bacaan secara menyeluruh 
      2. Kumpulkan semua jawaban 
      3. Kembali lagi untuk meninjau jawaban 
      4. Untuk membantu pembaca dalam mengingat materi, ulangi tahap review.

      Manfaat Metode SQ3R

      1. Pembaca memiliki opsi untuk beradaptasi saat menggunakan metode SQ3R. Oleh karena itu, kecepatan membaca harus sama untuk semua bahan bacaan. Jika pembaca menemukan informasi yang berkaitan dengannya, informasi yang memerlukan pengetahuan untuk memahaminya, atau bahkan bagian dari bacaan yang berisi informasi yang diperlukan untuk membaca, ia akan membaca dengan lebih cepat. Di sisi lain, jika bagian bacaan dinilai kurang relevan dengan kebutuhannya atau mungkin bagian tersebut sudah familiar baginya, pembaca akan menambah kecepatan membaca.
      2. Pendekatan SQ3R memungkinkan pembaca memperoleh pengetahuan secara sistematis.
      3. Penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran akan menghasilkan pemahaman yang komprehensif, bukan ingatan. Pemahaman yang komprehensif akan bertahan lebih lama tersimpan di dalam otak, daripada sekedar mengingat fakta. 
      4. Jika dibandingkan dengan belajar tanpa metode, metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar secara efektif dan efisien.v

    Ikuti tulisan menarik Sofiana Mita lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.