Hubungan Keterampilan Membaca dengan Keterampilan Bahasa Lainnya. - Analisis - www.indonesiana.id
x

image: The Conover Company

Mutiara aulianto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 April 2022

Selasa, 29 November 2022 06:30 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Hubungan Keterampilan Membaca dengan Keterampilan Bahasa Lainnya.

    Dapat membedakan hubungan antara keterampilan membaca dengan keterampilan berbahasa lainnya. Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang efektif, sedangkan membaca merupakan kegiatan berbahasa reseptif.

    Dibaca : 765 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Era globalisasi identik dengan era literasi yang menggambarkan kemampuan untuk berelasi dan berkomunikasi.  Kemampuan literasi tidak hanya cukup dengan mengungkapkannya secara lisan, tetapi juga tertulis. Menurut Sulzby (1986) literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) dalam berkomunikasi dengan cara yang berbeda dan sesuai dengan tujuannya.
     
    Bahasa merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan keterampilan berbahasa sangat penting bagi siswa karena dalam proses berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain karena bahasa berfungsi sebagai sarana seseorang untuk mengkomunikasikan ide, pikiran, dan perasaan kepada orang lain. Semakin fasih seseorang dalam bahasa, semakin jelas pesannya kepada orang lain.
     
    Keterampilan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Semakin sering kemampuan ini digunakan, semakin baik pula, keterampilan yang dimiliki orang tersebut.
    Literasi sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar mereka dan kehidupannya. Oleh sebab itu, perkembangan literasi dapat dilakukan didalam pembelajaran dengan kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
     
    Keempat jenis keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis memiliki karakteristiknya masing-masing. Menyimak berkaitan dengan daya aktif mendengar dan harus disertai dengan konsentrasi yang cukup untuk dapat memahami bahkan mencermati apa yang didengar. Membaca tidak hanya membutuhkan konsentrasi dan ketenangan, tetapi juga mengandalkan keterampilan membaca.
     
    Apa sih keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis itu ?
     
    Keterampilan menyimak menurut Tarigan (2008: 31) Menyimak adalah proses menyimak lambang-lambang verbal dengan penuh perhatian, pemahaman, penghayatan, dan interpretasi guna memperoleh informasi, menghafal isi atau pesan, dan memahami makna komunikasi pembicara melalui bahasa atau bahasa lisan. Tahapan untuk keterampilan menyimak, yaitu menyimak berkala, menyimak dengan perhatian, menyimak dengan serapan, menyimak dengan sekali-sekali.
     
    Keterampilan membaca menurut Hodgson (Tarigan, 2008:7), bahwa Membaca adalah proses yang dilakukan dan digunakan oleh pembaca untuk menerima pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui kata-kata/bahasa tulis. Sebuah proses yang membutuhkan pengenalan sekilas sekelompok kata yang membentuk satu kesatuan dan mengetahui arti dari setiap kata. Jika ini tidak tercapai, pesan eksplisit dan implisit tidak akan diambil atau dipahami.
     
    Membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Karena keterampilan ini merupakan sarana pencatatan informasi secara tertulis. Keterampilan ini disebut keterampilan bahasa reseptif karena melalui membaca seseorang memperoleh informasi, informasi, informasi dan pengalaman baru. Segala sesuatu yang diperoleh dari membaca memungkinkan orang untuk memperkuat kemampuan berpikir, mempertajam visi dan memperluas wawasan mereka. Kepemilikan keterampilan dasar ini dimulai dengan setiap orang pada awal membaca dan berlanjut hingga membaca lebih lanjut.
     
    Keterampilan Menulis
    Keterampilan Menulis pada dasar nya tidak jauh berbeda dengan keterampilan membaca permulaan. Jadi menulis permulaan tidak jauh berbeda dengan membaca permulaan. Memulai menulis pada tingkat dasar/pemula lebih diarahkan pada keterampilan mekanik. Anak-anak dilatih untuk menghafal simbol-simbol tertulis (seperti lukisan atau gambar) yang menjadi bermakna bila dipadukan dengan struktur. Operasi inisialisasi dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: Menelusuri, menyalin, miring.
     
    keterampilan berbicara
    Aspek keterampilan berbahasa yang perlu dikuasai siswa sebelum menulis adalah keterampilan membaca. Membaca dan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang saling berkaitan. Migiari (2014:7) mengatakan bahwa membaca dan menulis merupakan hal yang saling berkaitan sehingga perlu dipelajari keduanya secara efektif. Dengan banyak membaca seseorang akan lebih mengetahui tentang suatu hal, sehingga akan lebih mudah bagi seseorang untuk mendapatkan insight atau wawasan untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.
    Menurut Djagon Tarigan, berbicara adalah kemampuan mengeluarkan bunyi atau mengartikulasikan kata-kata untuk menyatakan, menyatakan dan mengkomunikasikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
     
    Membaca merupakan proses interaktif antara pembaca dengan teks yang dibaca. Pembaca mencoba untuk memahami teks berdasarkan pengetahuan dasar dan keterampilan bahasa mereka. Dalam proses pemahaman bacaan ini, pembaca sering membuat prediksi berdasarkan semantik, sintaksis, grafik, dan konteks situasional, yang kemudian diperkuat atau dibantah hanya berdasarkan konten dari aktivitas bacaan yang dihasilkan. Saat mulai membaca lebih ditekankan pada pengenalan dan pengucapan simbol-simbol bunyi berupa huruf, kata dan kalimat dalam bentuk sederhana.
     
    Keterampilan membaca termasuk dalam keterampilan reseptif aktif. Kegiatan membaca dapat dikembangkan secara terpisah Mendengarkan dan Berbicara. Namun, dalam masyarakat orang-orang dengan tradisi melek huruf yang berkembang, seringkali Keterampilan membaca dikembangkan secara terpadu keterampilan menyimak dan berbicara.
     
    Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang efektif, sedangkan membaca merupakan kegiatan berbahasa reseptif. Seseorang yang menulis untuk menyampaikan gagasan, perasaan, atau informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya, seseorang membaca untuk memahami gagasan, perasaan, atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan.
     
    Tidak ada pembelajaran sastra yang secara khusus mengidentifikasi atau memisahkan keterampilan berbahasa karena pembelajaran sastra dipelajari melalui keempat keterampilan berbahasa tersebut.
    Dengan demikian, terdapat korelasi antara keterampilan berbahasa dan keterampilan bersastra. Keterampilan berbahasa diperoleh melalui hubungan yang berurutan dan teratur. Mulailah dengan kegiatan menyimak kemudian berbicara, kemudian membaca dan menulis (Tarigan 2013, h.1).

    Ikuti tulisan menarik Mutiara aulianto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.