Sangat Membanggakan, Menhan Terima WTP Empat Kali Berturut-turut

Minggu, 4 Desember 2022 09:01 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kementerian Pertahanan terbukti patut dibanggakan dan masyarakat puas dengan kinerja maupun prestasinya. Terobosan yang dijalankan dalam upaya menjaga pertahanan telah membuahkan hasil di dalam maupun luar negeri.

Kementerian Pertahanan terbukti patut dibanggakan dan masyarakat puas dengan kinerja maupun prestasinya. Terobosan yang dijalankan dalam upaya menjaga pertahanan telah membuahkan hasil di dalam maupun luar negeri. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bahkan, secara internal dalam Pemerintahan juga berjalan dengan sangat baik. Salah satunya di mendapatkan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. 

Bahkan, laporan keuangan tersebut dalam empat tahun terakhir, artinya telah berlangsung empat kali berturut-turut. Opini WTP merupakan kebanggaan dan impian seluruh institusi baik dari pusat maupun di daerah. 

Auditor BPK menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan hasil usaha. Bahkan, arus kas entitas tertentu yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sehingga, institusi itu bisa mengekspresikan akuntabilitasnya sebagai entitas kepada masyarakat.

Apalagi, dari semua Kementerian yang telah menjalani pemeriksaan BPK hanya 10 Kementerian yang mendapatkan WTP. Tentu, dengan mendapatkan WTP menunjukkan kinerja yang baik di Kementerian dibawah pimpinan Prabowo.

Untuk itu, Prabowo langsung menerima  DIPA yang bisa dimanfaatkan sebagai pengendali, pelaksana dan pelaporan.

Jadi, dengan menerima DIPA maka akan bisa langsung melakukan perencanaan penganggaran dalam Kementerian. Tentu, harapannya Kemhan dengan prestasi yang membanggakan semakin maju dan banyak memberi manfaat.

Sebagaimana diketahui, Mennteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2023 Kementerian Pertahanan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kamis (1/12).

Kemhan memenuhi syarat untuk menerima DIPA secara langsung karena mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan dalam empat tahun terakhir, merepresentasikan bidang prioritas tahun 2022 serta memiliki nilai kinerja pengganggaran yang baik.

Total hanya 10 kementerian yang diundang dan menerima DIPA secara simbolis yaitu Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Kementerian Agama (Kemenag).

Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri. 

Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2023 adalah instrumen yang digunakan pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut di tahun depan.

"Strategi besar, rencana besar yang kita siapkan betul-betul harus secara konsisten kita kerjakan di lapangan. Strategi besar dalam merespons tantangan ekonomi global tergambar untuk APBN 2023," kata Jokowi saat acara penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi meminta jajaran pemerintah untuk mengawal ketat terhadap penggunaan uang rakyat tersebut. Sehingga bisa memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan negara sejalan dengan prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

"Saya minta pada seluruh kementerian, kepala lembaga, dan juga pemerintah daerah mengendalikan secara detail belanja-belanja yang ada, mengikuti secara detail belanja-belanja yang ada, jangan terjebak rutinitas, serta ini juga sudah berkali-kali saya ingatkan, memperbesar pembelian produk-produk dalam negeri, khususnya produk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)," tegas Jokowi.

Anggota I BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) bulan Juni 2022 lalu mengatakan, WTP Kemhan empat kali berturut-turut merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kemhan dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan negara.

"Pencapaian opini WTP ini adalah prestasi yang pantas dibanggakan dan perlu mendapat apresiasi karena opini ini bukan merupakan hadiah dari BPK RI, melainkan prestasi dan kerja keras dari seluruh jajaran Kemhan dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan negara yang dikelola," kata dia. 

 

Sumber : Merdeka.com

Bagikan Artikel Ini
img-content
Gadis Desa

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler