E-sports: Hobi hingga Pertarungan Bergengsi - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Cara Menjadi Atlet eSports Profesional (sumber: freepik)

Heidy Destriani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Desember 2022

Kamis, 12 Januari 2023 19:59 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • E-sports: Hobi hingga Pertarungan Bergengsi

    Dulu bermain game kerap dianggap sebagai sesuatu yang negatif karena hanya menghabiskan waktu dan uang serta menghambat kegiatan yang menurut kebanyakan orang lebih bermanfaat seperti misalnya belajar dan bekerja. Namun stigma itu kini telah bergeser, karena faktanya bermain game khususnya e-sports sudah bukan sekadar hobi, melainkan sebagai sebuah olahraga yang dalam prosesnya bisa mengharumkan nama bangsa dan "menghasilkan".

    Dibaca : 467 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    E-sports: Hobi hingga Pertarungan Bergengsi

    Oleh: Heidy Destriani

    Program Studi Manajemen - Universitas Pembangunan Jaya

     

    Siapa yang tak kenal electronic sports (e-sports)? Ya, bisa saja beberapa dari kita tidak mengenal e-sports, namun jika menyebut mobile legends atau Player Unknown Battle Ground (PUBG), rasanya hampir semua orang pernah mendengar. Kedua contoh tersebut adalah bagian dari olahraga e-sports yang saat ini sedang digandrungi di dunia.

    E-sports bukanlah olahraga dengan gerakan fisik yang bertemu langsung layaknya sepak bola atau basket, melainkan olahraga seperti catur namun dimainkan secara online. Jenis game yang dipertandingkan di e-sports biasanya bergenre aksi dan strategi yang membutuhkan kerja sama tim yang kompak.

    E-sports berkembang sangat pesat di Indonesia maupun di dunia, karena yang dulunya hanya bisa dimainkan lewat konsol khusus, dengan perkembangan teknologi, sekarang bisa melalui smartphone yang hampir semua orang memilikinya. Sudah banyak acara bermunculan di kalangan gamers, mulai dari skala kecil yang diadakan di coffee shop dan warnet hingga kompetisi bergengsi di kancah internasional yang diadakan dengan megahnya dan berhadiah milyaran rupiah.

    Jika menyaksikan secara langsung event e-sports, kita akan merasakan semarak industrinya dan antusiasme yang luar biasa di arena pertandingan, mulai dari atlet, crew, hingga penonton menjadikan euphoria keseruan sangat dirasakan. Siapa menyangka olahraga e-sports berkembang sejauh ini. Dari sekedar hobi, jika ditekuni bisa sampai meraih prestasi!

     

    Telisik Cita-cita Baru Generasi Z

    Berawal dari seorang pemuda asli Indonesia bernama Tobias Justin yang berkecimpung dan mempunyai segudang prestasi gemilang pada olahraga e-sports untuk genre multiplayer online battle arena (MOBA) dalam hal ini khususnya di game mobile legends. Nama Tobias Justin mungkin terdengar asing, namun ketika yang disebut adalah nama Jess No Limit, akan lebih familier di telinga.

    Jess No Limit adalah salah satu professional player e-sports mobile legends yang sejak kemunculannya paling diidolakan di kalangan pencinta mobile legends. Popularitas Jess No Limit yang semakin naik karena intensitas live streaming serta tentunya prestasi yang menjulang dengan memenangkan berbagai kompetisi e-sport tingkat nasional bahkan internasional.

    Seringnya mengikuti turnamen dan memenangkannya, membuatnya berpenghasilan ratusan juta tiap bulannya. Terlebih, Jess No Limit juga mengembangkan sayapnya dengan merambah ke platform lain menjadi seorang content creator yaitu di kanal YouTube yang menobatkannya menjadi gamers termuda dan tersukses.

    Karena ketenarannya itulah membuat anak-anak generasi Z menjadikannya idola bahkan bercita-cita menjadi atlet e-sports agar bisa sesukses dirinya. Sudah banyak penerus Jess No Limit seperti Oura, Lemon, Mylo, dan sejumlah nama professional player lain telah mengharumkan nama Indonesia di dunia dari pertandingan e-sports. Bahkan nama-nama tersebut sudah bisa menghasilkan pendapatan yang tak main-main dan kini benar-benar dijadikan profesi.

    Selain berkecimpung di pertandingannya, para player e-sports yang berprestasi juga mendapat kesempatan dalam melanjutkan karir mereka pada bidang yang lebih baik, sama halnya dengan yang terjadi pada atlet olahraga lainnya. Misalnya saja seperti peluang beasiswa perguruan tinggi, seperti yang dikutip dari nbcnews.com pada Rabu, (13/10/2021). Atau menempuh bidang pekerjaan yang masih berkaitan dengan game, seperti reviewer gaming, brand ambasador produk gaming, dan seorang caster atau komentator pada pertandingan e-sports.

     

    Era Olahraga Baru

    E-sports kini tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi sejak kegiatan ini dapat meraih banyak prestasi. Saat ini e-sports juga semakin mendapat perhatian di Indonesia, penggemarnya sangatlah banyak dari berbagai kalangan dan usia. Tidak hanya sebagai permainan belaka, e-sports dianggap bisa menjadi aktivitas yang “menghasilkan”. Seperti halnya Jess No Limit, banyak gamers yang bermunculan di platform digital terutama YouTube dan mereka mempertontonkan permainan game serta aksinya bisa disaksikan oleh semua pecinta game.

    Berdasarkan data Global Games Market Report tahun 2021, Indonesia menempati posisi 17 pasar game paling besar dengan progres yang cepat. Keseriusan Indonesia di industri game bahkan mulai nampak dengan menjadikan e-sports sebagai cabang olahraga resmi di kompetisi tingkat nasional seperti pada Piala Menpora, Piala Presiden, dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

    Bukan hanya itu, atlet e-sports Indonesia juga berlaga di tingkat internasional seperti pada saat Southeast Asian Games (SEA Games) di Vietnam. Pemerintah Indonesia juga mulai melihat e-sports sebagai industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Anggapan tersebut ternyata cukup beralasan lantaran, pendapatan dari e-sports mampu menggerakkan perekonomian masyarakat terutama di kalangan generasi Z. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa tak hanya meresmikan pertandingan, pemerintah Indonesia juga turut andil dalam menciptakan ekosistem yang baik untuk e-sports. Great!

     

    Lantas, Prospek Atlet E-sports?

    Main game terus, kamu mau jadi apa? Pertanyaan yang terlahir dari sinisme ini, masih sering tertuju kepada mereka para gamers. Seakan-akan game tidak lebih dari padanan bermalas-malasan. Bahkan keraguan tak lepas kepada mereka yang mulai serius menggeluti dunia bernama e-sports. Dunia yang sebenarnya makin menjanjikan bagi anak-anak muda untuk unjuk gigi.

    Dulu bermain game juga kerap dianggap sebagai sesuatu yang negatif karena hanya menghabiskan waktu dan uang serta menghambat kegiatan yang menurut kebanyakan orang lebih bermanfaat seperti misalnya belajar dan bekerja. Namun stigma itu kini telah bergeser, karena faktanya bermain game khususnya e-sports sudah bukan sekadar hobi, melainkan sebagai sebuah olahraga yang dalam prosesnya bisa mengharumkan nama bangsa.

    Bukan hanya itu, olahraga e-sports juga sudah dijadikan profesi serta memiliki prospek penghasilan yang tinggi. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengatakan "Kemenpora akan selalu memberikan dukungan kepada pengurus e-sports Indonesia dan perkembangan cabang olahraga e-sports di Tanah Air. Kita mensupport terus, pastikanlah prestasi demi prestasi bisa ditunjukkan, maka tentu dukungannya akan makin bertambah”.

    Dengan itu, bagaimana sebaiknya kita memahami e-sports? Mark Zuckerberg, CEO Facebook mengatakan, “Jika kamu benar-benar melakukan hal yang kamu cintai, maka hal tersebut akan lebih mudah untuk dilakukan dan akan mempunyai banyak jalan untuk mencapai tujuan”, begitupun dengan anak-anak muda yang passionate dan tekun mengasah kemampuannya dibidang e-sports. Sebaiknya kita dukung, karena ternyata banyak manfaatnya seperti misalnya meningkatkan skill dalam kerja sama tim, kemudian otak pun terlatih dalam berpikir kritis, juga bisa melatih daya ingat dan membuat keputusan.

    Untuk menjadikan e-sports sebagai profesi utama mungkin seperti membuka bisnis, karena banyak yang mau kemudian banyak pula kompetitor, sehingga bisa jadi sukses atau malah rugi. Tetapi tidak ada yang sia-sia jika kita bersungguh-sungguh melakukan sesuatu, apapun bidangnya. Jadi saat ini, open minded sangat dibutuhkan untuk bisa merubah stigma pada masyarakat mengenai olahraga e-sports, karena nyatanya e-sport ini mempunya peluang yang sama dengan olahraga lain bahkan bisa berpotensi menjadi suatu profesi yang menjanjikan terlebih saat ini sudah di dukung oleh pemerintah.

    Ikuti tulisan menarik Heidy Destriani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.