x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Rabu, 29 Maret 2023 06:55 WIB

Bila Saya FIFA: Indonesia Mau atau Nggak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20?

Bila saya FIFA, maka tolong Indonesia menjawab 5 pertanyaan penting ini. Mau atau nggak jadi tuan rumah Piala Dunia U-20?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Indonesia kini dalam polemik soal Piala Dunia U-20. Akibat penolakan terhadap Israel, drawing yang harusnya 31 Maret 2023 di Bali dibatalkan. Dan “bola liar” pun bergulir, status tuan rumah Indonesia terancam batal. Konon Qatar, Argentina, dan Peru sudah siap untuk menggantikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan dihelat Mei-Juni 2023 mendatang.  Terpaksa Ketua PSSI, Erick Thohir terbang ke Zurich untuk melobi FIFA.  Entah, hasilnya akan seperti apa?

 

Bila saya FIFA, maka saya bertanya kepada Indonesia. Semoga ada yang bisa bantu menjawab?

  1. Apa urusannya olahraga sepakbola dengan politik, kenapa dicampur-adukkan?
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sepakbola itu olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, tidak ada diskriminasi terhadap peserta dalam suatu ajang kompetisi maupun ajang internasional sekelas piala dunia. Piala Dunia U-20 itu kompetisi resmi yang digelar FIFA setiap dua tahun sekali. Maradona, Messi, Pogba, Salah itu lahir dari ajang piala dunia ini sebelum jadi pemain sepakbola kelas dunia.

  1. Kenapa Indonesia mau dan berani mengajukan diri sebagai tuan rumah bila ada soal yang “gagal” diselesaikan sendiri?

Dari seluruh ajang piala dunia di sepakbola, semua negara yang mengajukan diri menjadi tuan rumah itu berarti sudah siap dengan segala konsekuensinya. Penetapan tuan rumah piala dunia itu keputusannya melalui mekanisme standar dan sesuai aturan yang berlaku di FIFA. Lah kok jelang dua bulan digelar Piala Dunia U-20 sekarang baru dipersoalkan, kenapa?

  1. Apa yang salah dengan Israel yang menjadi peserta Piala Dunia U-20?

Israel sebagai negara berhasil menjadi peserta Piala Dunia U-20 setelah melalui babak kualitfikasi dan kompetisi secara objektif di level Eropa. Maka, tidak ada alasan bagi FIFA dan tuan rumah untuk menolaknya. Lagi pula Israel tidak dalam sanksi FIFA, jadi tidak ada alasan meng-eliminasi Israel atas alasan apapun.

  1. Bukankah sebelumnya juga ada atlet ajang kompetisi seperti bulutangkis dan panjat tebing yang bertanding di Indonesia?

Silakan buka catatan olahraga yang ada di Indonesia, kenapa ada standar ganda soal boleh tidaknya atlet Israel bertanding di Indonesia? Kok ada atlet Israel yang boleh dan tidak boleh bertanding di Indonesia. Memang bila Israel ditolak, apa kemudian Palestina langsung merdeka?

  1. Indonesia mau atau nggak jadi tuan rumah Piala Dunia U-20?

Tolong jawab itu saja. Bila mau, jadilah tuan rumah yang baik dan profesional. Perlakukan semua peserta Piala Dunia U-20 sesuai standar FIFA dan sesuai yang seharusnya dalam ajang turnamen sepakbola yang pernah ada. Bila tidak mau, katakan saja. Biar nanti FIFA akan memutuskan “tuan rumah baru” sebagai pengganti Indonesia, tentu dengan segala sanksi dan konsekuensi yang harus diterima Indonesia.

 

Begini ya Indonesia. FIFA itu Federation Internationale de Football Association, federasi-nya sepakbola internasional. FIFA hanya bertugas untuk mengembangkan olahraga sepakbola secara terus-menerus dan mempromosikannya secara global sesuai dengan nilai pemersatu, pendidikan, budaya dan kemanusiaannya yang menjunjung tinggi objektivitas dan profesionalisme. FIFA sama sekali tidak ada urusan dengan ada tidaknya hubungan diplomatik suatu negara dengan peserta turnamen selevel Piala Dunia U-20. FIFA pun tidak ada urusan mendukung atau tidak mendukung eksistensi suatu negara, karena FIFA bulan lembaga politik atau pemerintahan.

 

Jadi, kami di FIFA meunggu jawaban Indonesia atas 5 pertanyaan. Kasih tahu saya di markas FIFA di Zurich. Agar saya bisa mengambil keputusan selanjutnya. Salam sportivitas sepakbola!

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini