x

ilustr: Parenting-Dream.co.id

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Rabu, 26 April 2023 21:42 WIB

Dua Kunci Pendidikan Keluarga

Pendidikan keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan sekolah. Apa kunci keberhasilan pendidikan keluarga? Sila ikuti terus.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dua Kunci Pendidikan Keluarga

 

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bambang Udoyono

Keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh pendidikan dalam keluarganya.   Kalau pendidikan keluarganya baik maka kemungkinan besar pendidikan sekolahnya juga akan baik.  Jika pendidikan keluarganya buruk maka kemungkinan besar pendidikan di sekolahnya akan terganggu.  Pertanyaannya, apakah kunci keberhasilan pendidikan keluarga?  Dan bagaimana menerapkannya?

 

Ada beberapa kunci dalam pendidikan keluarga. Kali ini saya hanya akan menampilkan dua kunci terpenting.  Pertama adalah komunikasi semua arah.  Kedua adalah perlakukan ornag tua yang tidak memanjakan.

 

Komunikasi ke semua arah.

 

Mari kita belajar dari para cendekiawan terkemuka tentang parenting. Berikut ini adalah kutipan kata kata bijak mereka tentang topik ini.

 

Listen to the desires of your children. Encourage them and then give them the autonomy to make their own decision. Denis Waitley

Dengarkan keinginan anak Anda. Dorong mereka dan kemudian beri mereka otonomi untuk membuat keputusan sendiri.

 

Komunikasi di dalam keluarga harus berjalan dua arah dan bahkan ke semua arah.  Orang tua memang sudah seharusnya memberi masukan tapi idealnya orang tua juga mendengarkan suara anak anaknya.  Tidak hanya telinga saja yang harus mendengar.  Hati dan pikiran juga harus sepenuhnya memahami keinginan, pikiran dan perasaan anak anaknya.

 

Dalam menentukan pendidikan misalnya.  Biarkan anak anak memutuskan sendiri jurusan apa dan fakultas apa yang dia pilih.  Tentu saja orang tua boleh saja memberi masukan.  Berikan mereka gambaran lengkap untuk bahan pertimbangan.  Tapi keputusan sebaiknya tetap di tangan anak.  Dengan demikian Anda sekaligus memberikan pendidikan dalam pengambilan keputusan.

Tidak memanjakan.

 

Kunci kedua adalah memperlakukan anak anak sewajarnya.  Tanpa memanjakan.  Biarkan mereka mengerjakan tugas tugasnya tanpa bantuan. Tentu boleh saja orang tua membantu anak.  Bahkan wajib. Tapi tidak perlu berlebihan. Karena bantuan berlebihan dan perlakuan memanjakan justru akan berdampak buruk pada sikap mentalnya.

 

Berikut ini sebuah kata mutiara seorang cendekiawan.

Loving a child doesn't mean giving in to all his whims; to love him is to bring out the best in him, to teach him to love what is difficult. Nadia Boulanger

Mencintai seorang anak tidak berarti menyerah pada semua keinginannya; mencintainya berarti mengeluarkan yang terbaik dalam dirinya, mengajarinya mencintai apa yang sulit.

 

Mengabulkan semua keinginan anak adalah tindakan yang tidak baik. Kalau Anda tajir melintir ini menjadi tantangan berat. Mungkin Anda membatin, duit duit saya sendiri. Saya mendapatkannya dengan cara yang sah.  Apa salahnya saya memberi materi kepada anak? 

 

Memang tidak salah orang tua memberi materi kepada anak.  Itu justru kuwajibannya.  Meskipun demikian apabila setiap kali anak meminta lalu dikabulkan tanpa batas maka akibatnya akan kurang baik.  Itu sama saja dengan memanjakan.  Maulana Jalaludin Rumi mengatakan bahwa apapun yang berlebihan adalah racun. 

 

Jadi sebaiknya Anda memberi batas tertentu.  Tetapkan jumlah tertentu pada anggaran belanja keluarga.  Cara ini melatih anak untuk mengelola keuangannya.  Suatu saat dia akan bekerja dengan gaji tertentu.  Maka dia harus mampu mengelolanya.  Latihan mengelola keuangan di keluarga akan membuat dia suatu saat mampu mengelola keuangannya.

 

Jadi membatasi pemberian itu justru cara terbaik untuk mencintai anak Anda.  Karena Anda memberinya kemampuan mengelola keuangan.  Dan kemampuan ini sangat penting. Karena itu jangan disepelekan.

 

Penutup

 

Pendidikan keluarga sangat penting. Karena menjadi kunci keberhasilan anak anak. Ada banyak kunci dalam Pendidikan keluarga. Pertama komunikasi ke semua arah. Dari orang tua ke anak.  Dari anak ke orang tua. Dan di antara saudaranya.  Kedua perlakukan anak dengan wajar. Tanpa memanjakan.  Jangan kabulkan semua permintaannya.  Beri batas dalam anggrana keluarga.  Jika kedua prinsip itu diterapkan dengan baik, maka insya Allah endidikan keluarga akan baik.

 

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu