x

Ramli A Bidullah saat menghadiri SGDs annual converence 2019. Sumber https://web.facebook.com/photo?fbid\x3d463198400947275\x26set\x3dpb.100066771484624.-2207520000.

Iklan

Cak Daus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Juli 2021

Selasa, 23 Mei 2023 14:18 WIB

PAWLIPHU, Menyelamatkan Kawasan Pesisir dengan Membangun Kesadaran Lingkungan

Kerja keras Ramli dalam melestarikan lingkungan hidup di kawasan pesisir melalui program PAWLIPHU mendapat apresiasi dari banyak pihak. Ramli adalah sosok yang mendapatkan apresiasi dari SATU Indonesia Awards di tahun 2022. Negeri sejuta lautan ini perlu sosok-sosok seperti Ramli agar masyarakatnya tidak lagi memunggungi lautan,  namun justri memanfaatkannya dengan bijak dan berkelanjutan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

"Kita telah lama memunggungi samudra, laut, selat, dan teluk. Maka, mulai hari ini, kita kembalikan kejayaan nenek moyang sebagai pelaut pemberani. Menghadapi badai dan gelombang di atas kapal bernama Republik Indonesia,” ungkap Presiden Joko Widodo, seperti ditulis Tempo.co (Pidato Jokowi: Sudah Lama Kita Memunggungi Laut), saat berpidato setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7.

Ya, Indonesia adalah negara dengan sejuta lautan. Ribuan pulau di negeri ini dihubungkan oleh laut. Ini sebuah karunia Tuhan bagi Indonesia. Bayangkan, di dalam lautan terkandung kekayaan alam, berupa keanekaragaman hayati yang melimpah. Bukan saja ikan namun juga berbagai bahan mineral lainnya.

Tak kalah dengan di laut, kekayaan alam juga terdapat di kawasan pesisir . Dengan panjang garis pantai pulau-pulau nusantara yang mencapai 81.290 km lebih, menempatkan Indonesia pada posisi kedua sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah Kanada.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun, sebagian masyarakat Indonesia nampaknya kurang mensyukuri karunia Tuhan yang Maha Esa tersebut. Sebagian masyarakat kita masih memiliki kebiasaan mengeksploitasi kekayaan kelautan dengan cara merusak keseimbangan alam. Bentuk ekploitasi alam di kawasan pesisir yang merusak itu antara lain, Penangkapan ikan dengan bahan peledak dan bius, serta penebangan hutan mangrove sangat marak dilakukan masyarakat pesisir pantai.

 Kegiatan yang merusak alam itu juga terjadi di Pesisir Pantai dan Hutan Mangrove Desa Tangkop Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Perusakan alam pesisir di kawasan itu menimbulkan keprihatinan Ramli A Bidullah.  Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat di salah satu perguruan tinggi swasta di Luwuk itu ingin menghentikan kegiatan yang merusak alam itu.

Keresahan atas penghancuran pesisir itu tidak hanya dialami Ramli A Bidullah. Bersama kakaknya, Ajiburahmandan beberapa pemuda Desa Tangkop, mereka mendirikan organisasi yang bernama Pengawas Lingkungan, Perairan, dan Hutan (PAWLIPHU). “Sebagai tahap awal, kami menggelar diskusi mengenai banyaknya aktivitas eksploitasi alam yang merusak di darat dan di laut kawasan pesisir Dsa Tangkop,” ungkapnya kepada tim SATU Indonesia Awards 2022, “Kegiatan merusak kelestarian alam itu seperti pengeboman untuk menangkap ikan.”

Kegiatan PAWLIPHU tidak hanya berhenti pada kegiatan diskusi. “Hasil diskusi mereka realisasikan menjadi program rutin pengawasan kawasan pesisir,” jelasnya, “Selain itu, mereka juga belajar dari berbagai sumber seperti internet dan orang yang ahli di bidang lingkungan.”

Seiring dengan berjalannya waktu, menurut Ramli, program PAWLIPHU mendapat dukungan dari pemerintah desa, kecamatan serta kabupaten. “Dukungan yang diterima salah satunya dana pembuatan jembatan dan pos pengawasan mangrove,” ungkapnya, “Bahkan, beberapa kegiatan juga ada yang didanai dari pemerintah desa.”

Menurut Ramli, kini beberapa desa sudah merasakan manfaat dari program PAWLIPHU.  “Desa yang itu antara lain adalah Desa Tangkop, Binuntuli, Popidolon dan Okumel,” jelasnya, “Kini, masyarakat pesisir di empat desa tersebut telah mengerti dan memahami pentingnya menjaga keberlangsungan sumber daya alam di sekitar mereka. Kini tidak ada lagi aktivitas pengeboman ikan maupun aktivitas penebangan pohon mangrove.”

Kerja keras Ramli dalam melestarikan lingkungan hidup di kawasan pesisir melalui program PAWLIPHU mendapat apresiasi dari banyak pihak. Ramli adalah sosok yang mendapatkan apresiasi dari SATU Indonesia Awards di tahun 2022. Negeri sejuta lautan ini perlu sosok-sosok seperti Ramli agar masyarakatnya tidak lagi memunggungi lautan,  namun justri memanfaatkannya dengan bijak dan berkelanjutan.

 

Ikuti tulisan menarik Cak Daus lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler