x

Iklan

Ina Rahmatiwi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Juli 2023

Selasa, 11 Juli 2023 15:48 WIB

Ingin Berkunjung ke Van Gogh Alive tapi Masih Ragu? Berikut Tips dan Triknya

Pameran Van Gogh Alive sudah berlangsung di Jakarta. Pameran yang diadakan di Mall Taman Anggrek ini akan diselenggarakan selama 3 bulan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kehadiran Van Gogh Alive di Jakarta sudah lama ditunggu oleh banyak orang. Para pencinta seni, konten kreator, dan masyarakat awam sangat penasaran dengan pameran yang sukses diselenggarakan di lebih dari 85 kota di dunia ini. Antusiasme yang tinggi membuat keramaian pengunjung tidak bisa dicegah. Hal ini menyebabkan banyak beredarnya ulasan kurang baik terkait pameran ini di media sosial yang membuat banyak calon pengunjung menjadi ragu. Untuk kalian yang belum berkunjung karena ragu, berikut beberapa tips dan trik yang sekiranya dapat membantu kunjungan kalian menjadi lebih menyenangkan.

 

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

1. Tentukan waktu kunjungan
Sebelum membeli tiket, sebaiknya kalian menentukan waktu kunjungan. Melihat waktu berlangsungnya pameran yang bertepatan dengan waktu libur sekolah, kemungkinan weekdays akan ramai dengan para pelajar dan mahasiswa yang ingin mengisi waktu liburan. Namun, hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk menghindari datang ke pameran di weekend yang akan lebih banyak dipenuhi oleh keluarga yang membawa anak.

2. Usahakan membeli tiket secara daring di website atau aplikasi yang bekerja sama dengan penyelenggara
Meskipun pihak penyelenggara membuka kuota untuk membeli tiket di tempat, tetapi antrian untuk masuk pembeli tiket di tempat berbeda dengan pembeli tiket daring. Pemilik tiket daring akan lebih diprioritaskan untuk masuk ke dalam pameran.

3. Memakai baju yang nyaman dan hindari baju bermotif
Beberapa waktu lalu beredar tips untuk memakai baju berwarna putih sehingga banyak orang datang menggunakan baju putih. Namun memakai baju polos berwarna netral lainnya juga tidak masalah selama baju tersebut nyaman. Untuk yang ingin mengambil foto dan video, disarankan memakai baju yang tidak bermotif karena motif baju akan bertabrakan dengan visualisasi karya seni yang ditampilkan.

4. Jangan membawa terlalu banyak barang
Keadaan yang cukup ramai membuat kita harus lebih waspada terhadap barang bawaan. Meskipun sejauh ini keamanan masih terkendali, tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati dengan barang bawaan pribadi. Disarankan tidak membawa terlalu banyak barang ke dalam area pameran.

5. Mencari posisi yang tidak menganggu pandangan pengunjung lain saat mengambil gambar
Datang ke pameran seni dengan antusiasme pengunjung yang tinggi memerlukan perhatian lebih untuk menentukan posisi dalam mengambil gambar, baik untuk foto maupun video. Jangan sampai posisimu menghalangi pandangan orang lain yang ingin menikmati pameran. Tidak diperkenankan membawa tripod dan sejenisnya untuk mengambil gambar karena akan menghalangi pengunjung lainnya. Jika datang bersama teman, kalian bisa saling meminta bantuan satu sama lain. Jika datang sendiri, dapat menggunakan tas untuk menyangga ponsel kalian ketika mengambil gambar.

Di ruangan bunga matahari dan ruangan tirai lampu, kalian tidak harus selalu mengambil gambar di tengah-tengah karena akan menghalangi jalur pergerakan pengunjung. Karena isi kedua ruangan tersebut sama saja dari bagian manapun, kalian bisa mencari titik di pojok ruang yang biasanya lebih sepi dibanding memaksakan diri untuk mengambil foto di tengah ruang.

Di ruang imersif, usahakan untuk duduk ketika mengambil gambar. Sekalipun harus berdiri, usahakan jangan berdiri terlalu lama karena akan mengganggu pengunjung lain yang duduk untuk menikmati karya. Cari tempat duduk di sudut-sudut partisi yang tidak terlalu ramai agar dapat lebih menikmati pameran dengan nyaman dan mengambil foto atau gambar dengan lebih tenang tanpa perlu menghindari lalu lalang orang. Hindari berada di bagian layar lantai terlalu lama karena merupakan salah satu titik paling ramai di ruangan. Durasi pemutaran video selama kurang lebih 30 menit sangat cukup untuk kalian bisa mengeksplorasi ruangan dalam menentukan posisi paling nyaman untuk menikmati karya.

6. Jangan lupa mencoba menggambar di ruang interaktif
Sebagian pengunjung justru melewati ruangan ini namun bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan. Jika memasuki ruangan ini di tengah proses menggambar, kalian harus jeli melihat papan gambar mana yang gelap dan kosong sehingga bisa langsung mengisinya dan mengejar untuk membuat gambar. 

7. Siapkan dana untuk membeli merchandise
Tidak lengkap rasanya datang ke pameran seni tanpa membawa cendera mata. Van Gogh Alive menawarkan berbagai merchandise dari yang termurah berupa post card, card holder, t-shirt, tas, dompet, dll dengan kisaran harga Rp50.000 sampai Rp500.000,-.

8. Siapkan waktu untuk antri photobooth
Jika kalian ingin oleh-oleh lain selain cendera mata yang dijual, kalian bisa mengantri untuk berfoto di photobooth yang sudah disediakan dengan membayar Rp50.000,-.

 

 

Keramaian pengunjung pada pameran Van Gogh Alive memang tidak bisa dihindari karena antusiasme yang tinggi dan kuota penjualan tiket per hari yang cukup banyak. Namun kalian bisa "mengakali" kunjungan berdasarkan tips dan trik di atas. Tidak selalu harus 100% diikuti karena perbedaan hari berkunjung juga berpengaruh dengan tingkat kepadatan pengunjung. Lebih baik untuk mengobservasi sendiri saat datang ke pameran dan lebih peka dengan keadaan sekitar. Jadi, apakah kalian masih ragu untuk berkunjung?

Ikuti tulisan menarik Ina Rahmatiwi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan