x

Poster Film Onde Mande! yang tayang Juni lalu (sumber: Detik.com)

Iklan

Dewi puspa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 1 Agustus 2023 20:09 WIB

Film Onde Mande!, Premis Menarik Eksekusi Tak Rapi

Tak banyak film Indonesia yang dialog dalam filmnya didominasi bahasa daerah. Oleh karenanya ketika melihat trailer film Onde Mande!, aku langsung tertarik untuk menyaksikan filmnya di bioskop. Secara keseluruhan film ini menghibur dan menyenangkan, meski banyak kekurangan. 

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tak banyak film Indonesia yang dialog dalam filmnya didominasi bahasa daerah. Oleh karenanya ketika melihat trailer film Onde Mande!, aku langsung tertarik untuk menyaksikan filmnya di bioskop. Secara keseluruhan film ini menghibur dan menyenangkan, meski banyak kekurangan. 

Film yang tayang bulan Juni di layar lebar ini dibintangi aktor dan aktris muda yang lagi naik daun seperti Shenina Cinnamon, Emir Mahira, dan Ajil Ditto. Aktor dan aktris seniornya yang tampil di antaranya Jajang C. Noer, Jose Rizal Manua, dan Kiki Narendra. Sutradara Onde Mande! adalah Paul Agusta yang dalam film ikut tampil sebagai presenter pengumuman pemenang undian sabun. 

Dikisahkan Angku Wan (Musra Dahrizal) berhasil meraih hadiah utama undian sabun sebesar Rp2 Miliar. Naasnya, pada saat pengumuman hadiah tersebut ia meninggal. Tetangganya yang juga pemilik kedai makanan, Da Am (Jose Rizal Manua) merasa gundah. Ia berharap hadiah tersebut bisa tetap diterima oleh warga desa karena Angku Wan akan menggunakannya untuk pembangunan di desanya, desa Sigiran Danau Maninjau. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ni Ta (Jajang C. Noer), istrinya, kemudian mengusulkan agar Da Am berpura-pura Angku Wan masih hidup agar hadiah tersebut bisa tetap diterima. Pihak penyelenggara undian sabun, kemudian mengutus dua wakilnya, salah satunya Anwar (Emir Mahira) untuk melakukan verifikasi penerimanya. Warga desa pun kemudian bersengkokol. Ni Ta meminta putrinya, Si Mar (Shenina Cinnamon) menjadi pengalih perhatian. 

Film ini memiliki premis yang menarik. Nuansa Minangkabau yang terwakili dari desa di Maninjau ini juga kental lewat dialog dan juga latar dalam film tersebut. 

Hanya sayangnya, dari segi ceritanya malah babak belur. Awalan ceritanya sudah cukup bagus, Ni Ta nampaknya sudah memiliki rencana matang dalam menjalankan aksinya, terlihat dari gestur dan pembawannya yang tenang. Namun sayangnya tidak demikian. 

Tidak jelas strategi yang mereka susun. Awalnya Da Am diminta berpura-pura jadi Angku Wan, tapi kemudian ternyata batal. Ketika Si Mar dijadikan pengalih perhatian, juga tak ada yang mereka lakukan. Jadinya tidak jelas strategi apa yang diluncurkan oleh Ni Ta dan komplotannya. Cerita jadi seperti dipanjang-panjangkan. 

Cerita semakin kacau ketika banyak unsur kebetulan dimasukkan. Penutupnya juga dipaksakan sehingga ketika film berakhir tidak jelas apa pesan dalam film ini yang ingin disampaikan. Penonton hanya tahu filmnya sudah berakhir, itu saja. 

Karakter yang menonjol dalam film ini hanya Ni Ta yang diperankan Jajang C. Noer. Namun sayangnya dialog-dialog yang keluar dari mulutnya kurang greget dan kontradiktif, tak seperti gestur dan mimik tubuhnya. Shenina Cinammon di sini aktingnya seperti perulangan dalam film-filmnya sebelumnya, ekspresinya yang nampak bingung dan berpikir rasanya mirip-mirip dengan tokoh yang diperankannya sebelumnya. Dialognya juga terasa kurang greget. Chemistry-nya dengan Emir Mahira juga kurang, mengingat keduanya juga tampil bareng dalam Dear David.

Akan sulit jika tak membandingkan film ini dengan film dengan kultur lokal yang kuat seperti film Ngeri-ngeri Sedap dan Turah. Keduanya juga banyak menggunakan dialog bahasa daerah. Hanya ceritanya lebih fokus dan rapi. Dalam film Ngeri-ngeri Sedap juga ada unsur persengkokolan dan berpura-pura, tapi tujuan dan caranya juga disampaikan rapi dan menarik.

Premis Onde Mande ini sungguh menarik. Pesan untuk menghidupkan perekonomian lokal agar tak bergantung dengan hasil dari Danau Maninjau ini sungguh bernas. Sayangnya kurang diimbangi dengan pengembangan narasi dan eksekusi yang rapi.

Ikuti tulisan menarik Dewi puspa lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler