x

Iklan

Yafet Ronaldies

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2022

Jumat, 3 November 2023 19:50 WIB

King Of Politic Era Saat ini

Dan kini ketika kedua putranya terjun langsung ke politik bangsa saat ini. Maka restu dari ayah, tentu saja menjadi modal utama untuk maju.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tepat pada 25 Oktober 2023 Prabowo-Gibran menjadi pasangan dan secara formil mendaftarkan diri ke KPU sebagai capres dan cawapres. Hal ini sanggat mengegerkan publik skala nasional. Bahkan media internasional pun, dari Doha, Qatar hingga Singapura, menyoroti ketika Gibran Rakabuming, maju sebagai cawapres.

Bagaimana tidak heboh? Usia dari Gibran yang masih muda, tapi diusung maju sebagai calon wakil presiden Republik Indonesia. Sungguh fenomena sangat langka. Dari era Bung Karno hingga Pak Jokowi, baru kali ini ada anak muda (kaum minelial), maju untuk berkontestasi dalam pesta demokrasi 2024 sebagai calon presiden.

Sebelum dari itu, terlebih dahulu Kaesang Pangarep yang baru dua hari mendaftarkan diri ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), tiba-tiba menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai tersebut. Yang di mana, pada umumnya secara rata partai kalau mau menjadi Ketua Umum, prosesnya sangat panjang untuk menduduki singgasana kursi Ketum sebuah partai politik. Akan tetapi, ini berbeda dengan Kaesang tidak sampai seminggu bergabung di PSI, langsung menduduki Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia tersebut. Tentu saja ini menjadi catatan sejarah perpolitikan bangsa ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ini menariknya, ketika Gibran Rakabuming dimajukan sebagai calon wakil presiden mendampingi pak Prabowo, notabene ia masih berstatus KTA Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Padahal secara arah koalisi saja, PDIP dan pak Prabowo berbeda. Sungguh membinggungkan publik, dan surat pengunduran diri Gibran yang secara legalitas belum ada. Dan PDIP juga belum melakukan pemecatan terhadap Gibran Rakabuming. Berbeda dengan Kaesang Pangarep, sebelumnya tidak terikat dalam PDIP seperti kakaknya Gibran. 

Ketika Gibran maju menjadi cawapres pak Prabowo, banyak kader-kade PDIP yang menyoroti dia. Dikatakan tidak ada etika dalam berpolitik. Tentu saja ini membuat PDIP termasuk ibu Megawati kecewa terhadap Gibran, karena telah membelok dari komado PDIP, yang dimana PDIP telah mengusung Ganjar dan Mahmud MD sebagai capres dan cawapres untuk 2024.

Akan tetapi menurut penulis, disinilah kita bisa lihat implementasi dari politik tidak semuanya bisa terjadi berdasar teori-teori yang ada. Bahkan prakteknya bisa sangat jauh dari kata teori-teori politik. Karena politik itu putih belum tentu putih sedangkan hitam belum tentu hitam, banyak abu-abunya. Tapi itulah politik, dalam sehari saja bisa berubah, bahkan satu detik/menit/jam itu bisa saja berubah. Hal ini dilakukan untuk melihat peluang menang. Tentu saja banyak pertimbangan ketika memutuskan sesuatu hal, ketika memutuskan keputusan politik. Harus melihat lawan serta melihat kepuasan publik dan arah dominasi publik ke mana arahnya. Maka keputusan politik harus condong menguntungkan. Mana ada partai politik mau rugi kan? 

Lantas timbul pertanyaan, siapa pelopor dari masuknya Kaesang di Partai Solidaritas Indonesia dan majunya Gibran menjadi cawapres Pak Prabowo? Apakah ada hubungannya dengan Pak Jokowi? Jika di lihat, pak Jokowi sudah mengumumkan jikalau dia akan netral dalam hal ini. Hal itu disampaikan, ketika mengundang makan ketiga calon presiden yang akan maju di 2024 kelak.

Akan tetapi perlu diketahui, seorang anak tidak mungkin maju tanpa restu dari ayahanda tercinta. Kita tau hubungan mesra di atas meja makan, disitulah salah satu puncak hubungan emosional antara anak dan ayah. Karena ayah itu seorang sosok yang selalu mendukung anaknya, ketika anaknya berjuang dalam meraih sesuatu hal. Entah itu cita-cita seorang anak atau tujuan anak dan keluarga tersebut. 

Ikuti tulisan menarik Yafet Ronaldies lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu