x

Iklan

Fefirya Zsazsa Ega Camilla

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Desember 2023

Rabu, 13 Desember 2023 20:16 WIB

Cara Menikmati Makanan di Zaman Serba Instan

Dalam zaman yang serba instan dan cepat ini, menikmati makanan sepenuh hati merupakan hal terakhir yang ada dalam pikiran orang orang. Padahal itu hal yang sangat penting.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam zaman yang serba instan dan cepat ini, makanan merupakan hal terakhir yang ada dalam pikiran orang-orang. Pekerjaan yang terus meminta perhatian serta kehidupan sosial yang semakin meluas membuat kita harus menjadikan makan dengan tenang sebagai kebutuhan paling akhir. Hal ini menyebabkan kita selalu makan dengan terburu buru dan tidak sepenuhnya menikmati rasa dari makanan yang kita makan. Maka dari itu penting bagi kita untuk membiasakan mindful eating.

Apa sih mindful eating itu? Mindful eating adalah ketika kita menggunakan seluruh fisik dan emosional kita dalam menikmati makanan kita. Mindful eating membuat kita lebih bisa merasakan rasa dari makanan yang kita makan. Melalui mindful eating, seseorang memiliki kesempatan untuk menangkap makanan yang kita konsumsi serta lebih menghargai setiap suapan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.  

Bagaimana cara kita melakukan mindful eating? Caranya adalah dengan mempraktikkan mindfulness. Mindfulness memiliki relevansi yang besar dalam praktik mindful eating. Prinsip-prinsip mindfulness membantu seseorang untuk fokus pada pengalaman saat ini, termasuk dalam hal makanan. Mindfulness mengajarkan kita bagaimana melakukan kesadaran penuh terhadap pengalaman tanpa penilaian. Dalam konteks ini berarti memperhatikan setiap detail makanan yang kita konsumsi. Melalui mindfulness, seseorang belajar mengenali makan otomatis,yaitu makan tanpa kesadaran, yang mampu mengurangi overeating atau makan terlalu cepat. Mindfulness juga mengajarkan bagaimana kita lebih menghargai makanan yang kita konsumsi, baik dalam hal aspek nutrisi maupun pengalaman kuliner. Melalui mindfulness kita juga mampu merasa lebih peka dengan sinyal tubuh tentang rasa lapar maupun kenyang. Hal ini membantu kita dalam mengatur porsi makan dan mencegah makan secara berlebihan. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan menerapkan mindfulness dalam mindful eating, kita diharapkan dapat lebih menjaga pola makan yang lebih sehat melalui kesadaran yang lebih besar terhadap makanan, kontrol berat badan yang dapat dilakukan dengan mengontrol pola makan yang lebih baik serta mengurangi makan karena emosi. Selain itu kita juga diharapkan mampu memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap sinyal lapar dan kenyang yang diberikan tubuh. Ini membantu seseorang untuk makan sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, bukan sekadar berdasarkan keinginan atau emosi. Mindful eating juga mampu memberikan pengalaman makan yang lebih memuaskan dengan cara menghargai aspek makanan yang dikonsumsi. Penerapan mindful eating tidak hanya berkaitan dengan makanan semata, tetapi juga merupakan bagian dari perjalanan menuju kesadaran diri yang lebih besar dan pola hidup yang lebih sehat secara keseluruhan.

Menurut Hanh dan Cheung (2010), cara melakukan mindful eating adalah dengan menghargai makanan. Kita bisa lebih menghargai makanan yang kita konsumsi dengan cara makan tanpa gangguan seperti menonton video atau berbicara dengan orang lain. Selanjutnya adalah dengan cara melibatkan semua indra kita. Perhatikan suara, warna, bau, rasa, dan tekstur makanan serta bagaimana perasaan kita saat makan lalu berhenti sejenak secara berkala untuk mengaktifkan indra-indra ini. Sajikan dalam porsi kecil dapat membantu menghindari makan berlebihan dan sisa makanan. Gunakan piring makan dengan lebar tidak lebih dari 9 inci dan isi hanya sekali. Selain itu nikmati dalam gigitan kecil, dan kunyah hingga tuntas. Praktik-praktik ini dapat membantu memperlambat waktu makan dan merasakan sepenuhnya cita rasa makanan. Makan perlahan untuk menghindari makan berlebihan. Jika kita makan dengan perlahan, kemungkinan besar kita akan mengenali kapan kita merasa kenyang, atau saat sudah hampir kenyang, dan bisa berhenti makan. Jangan melewatkan waktu makan. Terlalu lama tidak makan meningkatkan risiko rasa lapar yang parah, yang mungkin menyebabkan pilihan makanan tercepat dan termudah, tidak selalu menyehatkan. Mengatur waktu makan pada waktu yang sama setiap hari, serta merencanakan waktu yang cukup untuk menikmati makanan atau camilan akan mengurangi risiko ini. Makan lebih banyak sayuran dan makanan yang sehat. Pertimbangkan juga efek jangka panjang dari mengonsumsi makanan tertentu. Daging olahan dan lemak jenuh dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar dan penyakit jantung. Produksi pangan hewani seperti daging dan susu menimbulkan dampak buruk yang lebih besar terhadap lingkungan dibandingkan pangan nabati.

Penerapan mindfulness dalam mindful eating sangat berguna bagi kehidupan kita. Banyak riset membuktikan bahwa penerapan mindful eating membawa kita kepada kesejahteraan psikologis yang lebih baik, peningkatan kenikmatan saat makan, dan kepuasan tubuh. Dengan begitu kita bisa menjadi individu dengan pilihan makanan yang lebih sehat yang mampu mengurangi risiko penyakit kronis, meningkatkan pengalaman makan yang lebih menyenangkan, dan mendukung citra tubuh yang sehat.

Ikuti tulisan menarik Fefirya Zsazsa Ega Camilla lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler