x

Ilustrasi ibadah di Masjid. Foto: Tulus Wijanarko

Iklan

Naila Karima

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Maret 2024

Kamis, 14 Maret 2024 19:23 WIB

Shalat Tarawih Pertama di Masjid Isomer -Lysterfield dan IMCV-Westall, Australia, Dipadati Jamaah

Suasana ramadhan di Australia

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh: Naila Karima

Pada tahun ini, penetapan resmi pelaksanaan puasa Ramadan jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024. Oleh karena itu, sesuai ketentuan yang diumumkan oleh The Australian National Imams Council dan The Australian Fatwa Council, lembaga yang memiliki otoritas dalam menentukan dan menetapkan hari besar Islam, pelaksanaan Shalat Tarawih pertama dilakukan pada Senin malam setelah terbenam matahari.

Meskipun bertepatan dengan musim panas dan suhu tinggi, suasana Masjid ISOMER Lysterfield, Victoria, pada malam pertama bulan Ramadan terlihat penuh semangat dan meriah. Jamaah yang hadir terlihat antusias, memperkuat rasa kebersamaan dalam ibadah. Atmosfer yang begitu khusyuk dengan lantunan bacaan Al-Quran yang merdu menggema di ruang shalat. Dalam pelaksanaan 20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat witir, ada 3 imam yang bergiliran memimpin shalat. Tidak lupa, pada rakaat terakhir, sang imam membacakan Qunut sekaligus mendoakan kemerdekaan dan keselamatan bagi warga Palestina.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masjid ISOMER (Islamic Society Of Melbourne Eastern Region) merupakan salah satu dari beberapa masjid di Negara Bagian Victoria, Australia. Didirikan pada tahun 1986 oleh sebuah komunitas kecil dari beberapa keluarga yang bertujuan memberikan tempat bagi Muslim di wilayah South Eastern Melbourne. Hingga saat ini, masjid ini tetap beroperasi dan menjadi salah satu pusat kegiatan keislaman yang penting di wilayah tersebut, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan Ramadan tahun ini.

Selain di Lysterfield, semangat dan kegembiraan dalam pelaksanaan shalat tarawih pertama juga terasa di Masjid Westall. Masjid yang mayoritas dihuni oleh komunitas Muslim Indonesia ini menjadi pusat kegiatan yang hidup dengan kehadiran beragam generasi yang turut serta dalam shalat berjamaah di sana. Kesederhanaan dan keakraban antar jamaah semakin memperkuat makna kebersamaan di bulan suci Ramadan. Meskipun berjarak dari tanah air, Masjid Westall tetap menjadi tempat berkumpulnya umat Muslim yang merayakan Ramadan dengan penuh kegembiraan dan ketulusan. Menurut keterangan dari Ketua MIIS (Monash Indonesian Islamic Society), Bapak Dian Pratama Putra, yang turut serta dalam shalat di Westall, meskipun cuaca panas mencapai suhu 37 derajat Celsius, jumlah jamaah yang hadir sangat padat bahkan melebihi kapasitas daya tampung masjid. Selain dari komunitas Indonesia, jamaah yang hadir juga berasal dari berbagai negara seperti Afghanistan, Turki, Malaysia, dan lain-lain.

Konon, masjid ini dibangun pada akhir tahun 90-an oleh komunitas Muslim Indonesia yang ingin memiliki pusat kegiatan keislaman bersama. Di awal tahun 1998, kelompok Muslim Indonesia dari berbagai wilayah Victoria mulai menggalang dana untuk IMCV (Indonesian Muslim Community of Victoria). Kedutaan Besar Indonesia di Melbourne, mahasiswa Indonesia, dan warga Indonesia yang menetap di Australia memiliki andil besar dalam mengumpulkan dana bersama, termasuk menghubungi koneksi-koneksi di Indonesia untuk ikut terlibat dalam pembangunan masjid tersebut. Akhirnya, dari dana yang terkumpul, komunitas IMCV berhasil membeli sebuah rumah tua dengan 3 kamar di lokasi 130 Rosebank Ave, Clayton South, Victoria yang sekarang diubah menjadi Masjid Westall.

Dikabarkan bahwa masjid ini didirikan pada akhir tahun 1990-an oleh komunitas Muslim Indonesia yang berkeinginan untuk memiliki pusat kegiatan keislaman bersama. Pada awal tahun 1998, kelompok Muslim Indonesia dari berbagai wilayah di Victoria mulai menggalang dana untuk IMCV (Indonesian Muslim Community of Victoria). Kedutaan Besar Indonesia di Melbourne, para mahasiswa Indonesia, dan warga Indonesia yang menetap di Australia turut berperan penting dalam pengumpulan dana tersebut, termasuk menghubungi koneksi mereka di Indonesia untuk terlibat dalam pembangunan masjid tersebut. Akhirnya, dengan dana yang terkumpul, komunitas IMCV berhasil membeli sebuah rumah tua dengan 3 kamar di lokasi 130 Rosebank Ave, Clayton South, Victoria, yang kemudian diubah menjadi Masjid Westall.

 

Selama Ramadan, panitia masjid telah mulai mengumumkan berbagai kegiatan keislaman seperti jadwal Tausiah, tadabbur Al-Quran, serta lomba-lomba Ramadan untuk anak-anak, yang semuanya dipublikasikan melalui akun Instagram resmi masjid. Tujuan dari kegiatan-kegiatan ini adalah untuk memelihara semangat dan kebersamaan dalam merayakan Ramadan di Australia agar tetap meriah. Meskipun berada jauh dari tanah air, komunitas Muslim di Victoria tetap setia dalam menjalankan tradisi ibadah dengan penuh kegembiraan dan ketulusan. Shalat Tarawih pertama menjadi momen berharga bagi jamaah untuk mempererat hubungan keislaman dan meningkatkan rasa solidaritas. Dalam berbagai warna keberagaman, dari Indonesia hingga berbagai negara lainnya, umat Muslim bersatu dalam doa, saling mendukung, dan berbagi kegembiraan. Kemeriahan ini mencerminkan kekuatan dan keindahan keislaman di Australia, membuktikan bahwa jarak dan perbedaan bukanlah halangan untuk merayakan kebesaran Ramadan bersama. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Ramadan yang penuh berkah dan keberkahan, semakin mengokohkan ikatan keislaman di tengah-tengah keberagaman.

Ikuti tulisan menarik Naila Karima lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu