Apa Kabar Mahasiswa Baru?

Kamis, 14 Maret 2024 22:04 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh : Deni Kurniawan

Jauh sebelum hari ini, aku kembali teringat bahwa aku juga pernah merasakan menjadi mahasiswa baru dengan seluruh impian supaya bisa berkontibusi lebih untuk negeri ini. Menjadi mahasiswa baru dengan menggengam harapan. Bukan hanya untuk bekerja atau menjadi sarjana, melainkan untuk ikut mengubah jalannya sejarah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aku ingin memanggil kalian sebagai kawan. Umur kita tidak berbeda jauh. Percayalah kawan, bahwa kawan-kawan mahasiswa baru adalah orang-orang pilihan yang dipercaya untuk mewujudkan cinta tanah air tanpa penindasan dan juga keadilan.

Dan tentu menjadi mahasiswa tidak sama dengan seorang siswa, menjadi mahasiswa berarti kita diharuskan menjadi orang yang perbuatannya sesuai dengan perkataanya, menjadi mahasiswa berarti kita akan berlatih untuk mengurangi praduga dan berdasarkan analisa. Dan menjadi mahasiswa maka kita adalah generasi revolusioner, konseptor dan eksekutor bukan hanya sekedar event organizer.

Sejarah mencatat bahwa seorang pemuda menjadi tokoh yang luar biasa dalam kelebih-baikannya bagi negeri ini, tahun 1928 para pemuda berkumpul untuk mendeklarasikan sebuah sumpah yang dapat menyatukan sebuah elemen, yakni sumpah pemuda, tahun 1945 pemuda harus berseteru dengan kaum tua untuk mendebatkan tentang hak dan kemerdekaan bangsa seutuhnya, kemudian tahun 1945 ketika inflasi semakin parah, para pemuda turun ke jalan untuk mencoba menurunkan rezim yang zalim.

Maka, aku ingin mengatakan kembali bahwa kawan-kawan adalah orang pilihan, karena tidak semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk merasakan belajar di perguruan tinggi, karena semakin mahalnya biaya pendidikan hingga saat ini.

Siapa suruh kuliah kalau tidak punya biaya? Tapi ini adalah persoalanya lebih dari itu, bahwa banyak anak muda yang ingin kuliah tapi tidak bisa kuliah, bahwa ada ribuan anak-anak muda yang bersinar bagai seberkas cahaya di malam hari tapi tak diberikan kesempatan.

Maka bersyukurlah kawan-kawan yang bisa merasakan belajar di perguruan tinggi, tapi alangkah baiknya rasa bersyukur itu dibarengi dengan kepedulian.

Maka, fokuslah pada persoalan-persoalan yang kecil, dekat, dan memungkinkan kalian untuk berinteraksi dengan orang-orang yang ingin kalian wakili suaranya, status kalian sebagai mahasiswa itu hanya sementara.

Karena waktu yang singkat ini pula, jangan pernah lupakan masa depan kalian, rencanakan karier kalian dan pikirkan bagaimana agar kalian bisa tetap berjuang untuk orang-orang yang tertindas setelah tak lagi jadi mahasiswa.

Jika kalian gagal menyadari kesementaraan status kalian, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, kalian bisa jadi hanya akan menjadi orang-orang yang hari ini terus menerus nyinyir kepada kalian, "ke mana mahasiswa?"

Mereka adalah orang-orang yang gagal menemukan bentuk aktivisme saat pascakampus dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk perubahan. Semoga itu bukan aku, dan juga bukan kalian, kawan.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Deni Kurniawan

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua