x

Sumber foto: pixabay.com/id/photos/bullying-wanita-wajah-menekankan-3096216/

Iklan

Ika Aura Nurani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Maret 2024

Kamis, 21 Maret 2024 07:33 WIB

Pentingnya Pendidikan Anti-Bullying Guna Mencegah Kenakalan Remaja

Bullying terus meningkat di lingkungan remaja. Ini berbahaya. Bagaimana mengantisipasinya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

Bertumbuh dewasa dan menjadi remaja adalah waktu seseorang sebagai individu mulai mengenal dunia luar sekitarnya. Dunia yang lebih luas daripada yang mereka pelajari dari keluarga mereka. Individu mulai mengalami sosialisasi yang lebih luas. Hal ini membuat keterampilan sosial individu makin meningkat.

Jika nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya diserap dengan baik oleh anak-anak, mereka dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka. Sebaliknya, jika nilai-nilai keluarga kurang diserap oleh anak-anak, perkembangan perilaku dan psikososial mereka dapat terhambat. Akibatnya, remaja mulai menunjukkan gejala patologis seperti kenakalan dan perilaku berbahaya lainnya, termasuk bullying.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Sejiwa (2008) bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal fisik, maupun psikologi sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Bullying merupakan hal yang merusak masa bermain dan belajar seseorang, menyebabkan kecemasan atau bahkan mimpi buruk, dan meninggalkan kesan negatif, yang umumnya terjadi di sekolah.

Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2022 terdapat 226 kasus kekerasan fisik, psikis termasuk perundungan. Kondisi ini termasuk angka yang cukup besar dan perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak yang terkait.Beberapa penelitian survei juga mendapatkan data tentang jumlah kejadian bullying yang terus meningkat.

Menurut Katyana (2019), bentuk-bentuk bullying yang paling umum terjadi di kalangan anak-anak dan remaja, yaitu:

  1. Bentuk fisik: Jenis ini mudah dikenali karena pelaku menggunakan kekerasan fisik untuk melukai korban, seperti mendorong, menendang, meludah sebelum berkelahi, dan tindakan agresif lainnya. Dampak dari trauma fisik ini tidak hanya mempengaruhi gejala fisik yang dialami oleh korban, tetapi juga kondisi mentalnya.
  2. Bentuk verbal: Jenis perilaku ini seringkali sulit terdeteksi karena biasanya terjadi saat tidak ada orang di sekitar. Pelaku menggunakan kata-kata kasar, menghina, mencaci, dan mengancam korban.
  3. Bentuk relasional: Bentuk ini merupakan perpanjangan dari pelecehan sebelumnya. Biasanya terjadi setelah pelecehan fisik atau verbal. Tujuannya adalah untuk mempermalukan korban, seperti menyebarkan gosip yang merendahkan tentang korban.
  4. Bentuk cyberbullying: Bentuk ini semakin umum seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Pelaku seringkali bersembunyi di balik akun anonim yang sulit dilacak dan menggunakan platform online untuk melecehkan korban.
  5. Bentuk pelecehan berdasarkan ras, agama, etnis, atau orientasi seksual tertentu: Bentuk ini melibatkan perilaku berdasarkan perbedaan ras, agama, etnis, atau orientasi seksual korban. Efek yang dihasilkan sangat berbahaya karena dapat mengarah pada tindakan kejahatan rasial.

 

Selain dapat mengenali jenis-jenis bullying pada anak dan remaja, berikut beberapa poin penting pendidikan anti bullying:

1. Pendidikan Moral

Sangat penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan contoh yang baik dalam berbicara dan menjaga lisan kepada anak-anak mereka. menjelaskan efek dari bahaya lisan yang dapat menghancurkan kepribadian, menjatuhkan otoritas, dan memicu permusuhan dan kedengkian.

2. Pendidikan Kejiwaan

Mendidik anak-anak sejak usia dini untuk menjadi berani, tidak takut, mandiri, suka menolong, mengendalikan emosi, dan menghiasi diri dengan segala bentuk kemuliaan diri secara kejiwaan dan akhlak dikenal sebagai pendidikan kejiwaan. Pendidikan ini membantu anak membentuk, menyempurnakan, dan menyeimbangkan kepribadiannya sehingga ketika mereka memasuki usia taklif, mereka akan mampu melakukan tugas dengan baik. Mengajarkan anak untuk menghindari hasad, melatih mereka untuk tidak takut, melatih mereka untuk menghilangkan rasa kekurangan, dan mendidik mereka untuk tidak minder adalah contoh materi pendidikan kejiwaan atau rasio ini.

3. Pendidikan Sosial

Tujuan dari pendidikan sosial ini adalah untuk mendidik anak-anak sejak kecil untuk mengikuti etika sosial yang utama dan dasar-dasar kejiwaan mulia yang berasal dari akidah Islam. Tujuan akhir dari pendidikan ini adalah agar mereka tampil di masyarakat sebagai generasi yang mampu berinteraksi sosial dengan baik, beradab, seimbang, berakal matang, dan berperilaku bijaksana.

4. Pendidikan Seks

Pentingnya pendidikan ini adalah memberikan pengajaran, pengertian dan keterangan yang jelas kepada anak ketika ia sudah memahami hal-hal yang berkaitan dengan seks dan pernikahan.

 

Serta ada banyak langkah yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua untuk mencegah anak menjadi korban bullying. Ini termasuk misalnya:

  1. Menumbuhkan konsep diri yang positif pada anak.
  2. Mendukung dan mengembangkan minat dan kemampuan anak.
  3. Ajari anak untuk berani berkata tidak pada hal yang tidak disukainya.
  4. Bekerja sama sepenuhnya dengan anak dalam segala bidang kehidupan.
  5. Cegah bullying dengan mengajari anak tentang akibat dari perilaku tersebut.
  6. Menumbuhkan empati pada anak agar bisa memahami perasaan orang lain.
  7. Bantu anak kita berpikir dan melakukan hal yang benar, bukan karena takut dihukum, tapi karena malu melanggar aturan.

Maka pendidikan anti-bullying yang kuat menjadi pondasi dalam memitigasi kasus pembullyan. Yang ke depannya diharapkan mampu mengurangi segala bentuk dari tindak bullying, khususnya di sekolah yang tercermin sebagai tempat untuk belajar. Dengan pendidikan karakter yang kuat, maka siswa akan menyadari betapa bahayanya bullying dan dampaknya bagi korban maupun pelaku ke depannya.

Ikuti tulisan menarik Ika Aura Nurani lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu