Corporate University #2: Bukan Hanya Karyawan Tambah Pintar, Bisnis juga Tambah Mekar

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Corporate university mengemban 3 fungsi: aligning, performing, dan transforming.

Mengapa semakin banyak perusahaan membentuk corporate university? Alasan mendasarnya ialah pengembangan sumberdaya manusia haruslah sejalan dengan strategi bisnis perusahaan. Karyawan dilatih dalam berbagai workshop dan diikutsertakan dalam seminar bukan dengan tujuan agar ia bertambah pintar semata, melainkan juga mendatangkan ‘pemasukan’ bagi perusahaan.

Pemasukan ini beragam wujudnya. Misalnya saja, ketika ditugasi untuk belajar di corporate university, karyawan dapat mengidentifikasi pasar potensial bagi produk dan jasa perusahaannya. Karyawan berhasil mendekati sejumlah calon pelanggan yang dapat digarap lebih jauh oleh bagian pemasaran. Bisa pula, ia sukses menimba ilmu tentang optimasi suatu prosedur di perusahaan lain dan mengusulkan penerapannya di perusahaan sendiri.

Pendeknya, apa yang ia pelajari di corporate university itu selaras dengan dan bahkan mendukung tujuan strategis perusahaan. Jangan sampai, perusahaan berjalan ke kanan, karyawan belajar ke kiri. Di sinilah corporate university berperan untuk menyelaraskan (aligning) proses dan materi belajar dengan tujuan strategis perusahaan.

Desain seperti ini jelas berbeda dengan apa yang lazim diterapkan pada training center, di mana karyawan mungkin belajar tentang sesuatu tetapi bukan yang sangat diperlukan oleh perusahaan. Secara individual, pengetahuan dan keterampilan karyawan mungkin meningkat setelah mengikuti pelatihan di training center, namun dampaknya terhadap bisnis tidak terasa—artinya, kinerja perusahaan tidak serta merta meningkat.

Persoalan ini yang dicoba untuk diatasi melalui pendekatan corporate university. Lazimnya, corporate university harus mampu menjalankan fungsi aligning tadi. Program-program yang dirancang dan dijalankan oleh corporate university harus seiring dengan tujuan bisnis perusahaan. Apabila sebuah perusahaan tengah melangkah untuk berekspansi ke lingkungan bisnis global, maka program corporate university harus mendukung tujuan ekspansi perusahaan.

Karena program yang disiapkan dan materi yang diberikan corporate university kepada peserta program selaras dengan tujuan perusahaan, ada harapan bahwa hasil belajar tersebut akan mampu meningkatkan performansi perusahaan. Inilah fungsi lain corporate university, yakni mendukung peningkatan performansi perusahaan. Dengan desain seperti ini, menjadi lebih mungkin untuk mengukur atau setidaknya memperkirakan besarnya return on investment dari aktivitas belajar di corporate university.

Karena corporate university dikelola oleh ‘orang dalam’, maka institusi ini lebih mudah untuk mengetahui dan menyusun kurikulum yang mendukung program perusahaan. Bahkan, para direksi dapat menjadi semacam ‘dean’ di corporate university ini untuk memastikan bahwa program dan kurikulum tersebut aligned dengan tujuan strategis perusahaan dan memenuhi kebutuhan perusahaan. Fakultasnya pun dapat disesuaikan dengan departemen yang dibawahi oleh masing-masing direksi, seperti dilakukan di Telkom Group. CEO Telkom Group menempati posisi semacam rektor yang di Telkom Corporate University disebut 'Principal'.

Dalam konteks bisnis global, corporate university semakin diakui sebagai alat strategis untuk mencapai visi dan misi perusahaan dengan cara menjalankan berbagai aktivitas yang menumbuhkembangkan keahlian, pengetahuan, dan wisdom individu karyawan maupun organisasi. Corporate university bersifat strategis karena yang dikembangkan di dalamnya adalah kompetensi inti yang dibutuhkan perusahaan untuk memenangkan persaingan bisnis.

Perusahaan memerlukan corporate university untuk mengelola learning and development sebagai strategic investement yang terfokus pada mendorong perbaikan performansi bisnis yang terukur di wilayah-wilayah bisnis utama (Meister, Corporate Universities, 1995). Corporate university juga mengemban fungsi ketiga yang sangat strategis terkait pengembangan sumber daya manusia, yakni mampu mentransformasikan SDM perusahaan.

Yang dimaksud dengan transformasi SDM bukanlah sekedar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan. Tapi, tak kalah penting, jika bukan yang terpenting, ialah menggembleng karakter karyawan. Ketika lingkungan bisnis semakin kompetitif dan berubah cepat (volatile) diperlukan sumber daya manusia yang tangguh menghadapi persaingan yang meningkat, cerdik dalam membidik peluang, tapi juga adaptif terhadap perubahan. Lulusan corporate university diharapkan memenuhi harapan ini.

Ketika seorang karyawan lulus dari corporate university, ia menjadi manusia yang meningkat kualitasnya pada sisi pengetahuan, keterampilan, maupun attitude atau karakter. Bila pencapaian ini berhasil diraih, corporate university terbilang sukses menjalankan fungsinya. (Foto: Antara.com) ***

Bagikan Artikel Ini
img-content
dian basuki

Penulis Indonesiana

1 Pengikut

img-content

Bila Jatuh, Melentinglah

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua