Guru Biasa Memberitahu, Guru Hebat Mengilhami - Analisis - www.indonesiana.id
x

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Guru Biasa Memberitahu, Guru Hebat Mengilhami

    Siapakah yang sanggup berjalan menempuh hidup ini tanpa guru? Jikalaupun belajar mandiri, kehidupanlah yang menjadi gurunya.

    Dibaca : 12.148 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

         Siapakah yang sanggup berjalan menempuh hidup ini tanpa guru? Jikalaupun belajar mandiri, kehidupanlah yang menjadi gurunya. Untuk apa guru? Seperti apa guru? Mereka yang telah meneguk pelajaran dari kehidupan mengerti benar untuk apa guru dan seperti apa guru yang baik. Bahkan sejak zaman Yunani kuno, manusia telah memikirkan hal itu. Kaum sufi mencari sang guru. “Aku terus mencari dan tetap mencari, tapi aku berhenti bertanya kepada buku-buku dan bintang-bintang. Aku mulai mendengarkan pengajaran oleh jiwaku,” kata Jalaluddin Rumi.

        Dalam sejarah manusia yang panjang, guru sejati selalu berbagi ilmu dengan murid-muridnya tanpa takut kehilangan, tanpa berpikir tentang betapa letih pencarian panjangnya sendiri dalam menemukan ilmu, tanpa berkehendak untuk meminta kesetiaan muridnya, tanpa meminta imbalan atas jerih payahnya, dan tanpa dicekam rasa khawatir bakal tersaingi oleh muridnya. Guru sejati sepenuhnya mengerti bahwa ia akan selalu berada di tangga lebih tinggi manakala ia tidak menghendaki apapun--hanya berbagi ilmu.

     

    "Guru yang arif tak akan menawarimu untuk memasuki rumah kebijaksanaannya, tapi membawamu ke ambang batas pikiranmu."

    --Kahlil Gibran (1883-1931)

    "Aku tak bisa mengajarkan apapun kepada siapapun. Aku hanya bisa membuat mereka berpikir."

    --Socrates (Filsuf Yunani, 470-399 SM)

    "Anak-anak harus diajar bagaimana berpikir, bukan apa yang dipikirkan."

    --Margaret Mead (Antropolog, 1901-1978)

    "Engkau menghargai gurumu begitu buruk bila engkau tetap menjadi murid."

    --Friedrich Nietzsche (Filsuf, 1844-1900)

    "Membangkitkan kesenangan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan adalah seni tertinggi seorang guru."

    --Albert Einstein (Ilmuwan, 1879-1955)

    "Aku berutang kepada ayahku untuk hidup, tapi aku berutang kepada guruku untuk hidup dengan baik."

    --Iskandar Agung (Raja Makedonia, 356-323 SM)

    "Apakah guru itu? Kukatakan padamu: guru bukanlah seseorang yang mengajari sesuatu, tapi seseorang yang menghilhami murid agar membangkitkan yang terbaik dari dalam dirinya untuk menemukan apa yang telah ia ketahui."

    --Paulo Coelho, The Witch of Portobello

    "Ada dua jenis guru: jenis yang menjejalimu dengan begitu banyak hal sehingga kamu tidak mampu bergerak, dan jenis yang melecut dirimu dari belakang dan membuatmu melompat ke langit."

    --Robert Frost (Penyair, 1874-1963)

    "Guru membukakan pintu, tapi kamu harus memasukinya sendiri."

    --Peribahasa Cina

    "Guru biasa menjelaskan kerumitan; guru berbakat menyingkapkan kesederhanaan."

    --Robert Brault (Penulis)

    "Pengaruh guru kekal; ia tak pernah mengatakan di mana pengaruhnya berhenti."

    --Henry Adams (Sejarawan, 1838-1918)
     
    Guru biasa hanya memberitahu.
    Guru baik menjelaskan.
    Guru yang sangat baik menunjukkan.
    Guru hebat menginspirasi.
    --William A. Ward (Penulis, 1921-1994). ***

    (Sumber foto: tempo.co/reuters)

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.