Dengan Mengusung Semangat Pancasila, Wujudkan Perdamaian Antar Suporter Sepak Bola Indonesia - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Krisna Reza Darmawan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Mei 2019

Senin, 20 Mei 2019 11:58 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Dengan Mengusung Semangat Pancasila, Wujudkan Perdamaian Antar Suporter Sepak Bola Indonesia

    Dibaca : 1.619 kali


    Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang sangat digemari di negeri ini. Sepak bola juga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat Indonesia. Banyak anak-anak yang menaruh impian mereka terhadap olahraga ini. Maka dari itu, induk sepak bola Indonesia yaitu Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyediakan suatu wadah bagi olahraga ini untuk dinikmati masyarakat Indonesia, berupa liga. Liga ini nantinya akan diikuti oleh beberapa tim di seluruh Indonesia. Tentunya tim-tim ini memiliki beberapa elemen penting di dalam maupun di luar, salah satunya adalah suporter.

    Suporter suatu tim atau biasa disebut “Pemain Keduabelas” memiliki peran yang cukup penting bagi suatu tim sepakbola. Tanpa suporter, sebuah tim tidak akan memiliki pemasukan dana maupun dukungan baik di dalam maupun di luar lapangan.

    Namun ada beberapa tindakan dari ‘oknum’ yang mengatasnamakan suporter suatu tim yang sering berbuat onar dan memecah belah kedamaian suporter antar tim. ‘Oknum’ tersebut tidak menginginkan adanya kedamaian antar suporter tim-tim di Indonesia. Maka dari itu, ‘oknum’ ini bakal terus ada di tengah-tengah kerumunan suporter suatu tim dan mulai melancarkan aksinya untuk memprovokasi suporter tim lain.

    Tentu saja hal ini dapat ditanggulangi sebelum benar-benar memberikan dampak yang cukup buruk bagi seluruh suporter di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan memahami makna dari dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” seharusnya dapat menyatukan seluruh suporter di Indonesia. Meskipun berbeda-beda tim yang didukung, namun masih sesama Bangsa Indonesia. Sila ke-3 Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” seharusnya juga dapat menyatukan seluruh suporter sehingga terhindar dari aksi anarkis sesama suporter.

    Rivalitas hanya sebatas 90 menit, di luar itu semua saudara. Slogan dari liga sepakbola di Indonesia juga mencerminkan bahwa semua adalah saudara, semua harus bersatu memberantas aksi anarkis. #Liga1KitaSatu.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.119 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).