Belajar Menjadi Trainer bagi Para Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Peran community organizer sebagai garda depan memotivasi PRT menjadi sebuah profesi yang layak

 “Kami siap mengawal dan mengadvokasi PRT sebagai pekerja layak” 

Pendamping. Ya, posisi itu yang saat ini saya sandang sehari-hari. Menjalani tugas  dan peran sebagai pendamping program pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan. Sejak lama saya menggeluti bidang pendampingan masyarakat, baik di pedesaan maupun di perhutanan. Tetapi saat ini saya memfokuskan pada proses pendampingan Pekerja Rumah Tangga di Malang Raya. Belajar dari proses pendampingan selama ini, saya perlu menempa kemampuan managerial supaya tugas-tugas sebagai pendamping bisa dilakukan dengan baik dan profesional, bukan hanya karena tuntutan tempat kerja melainkan untuk menghasilkan pendampingan yang optimal juga. Ternyata hampir 2 tahun menjadi pendamping Pekerja Rumah Tangga, kemampuan saya masih perlu diasah dengan hal-hal teknis yang sangat berkait dengan “ilmu”kerumahtanggaan. Ini menjadi bagian penting saat saya melakukan penguatan kelompok PRT di komunitas maupun pada saat penyelenggaraan Sekolah PRT.

Beruntung, melalui program PROMOTE yang bekerjasama dengan ILO, kami semua yang melakukan pendampingan PRT selalu ditingkatkan kemampuan dan diberi kesempatan untuk memperdalam ilmu kerumahtanggan ini. Pada tanggal 20 sampai dengan tanggal 25 April 2017 kami tim pendamping dari LPKP Jatim mendapat kesempatan emas untuk mengikuti TOT Family Cooking & Housekeeping. Dua bidang yang saat ini menjadi ilmu dasar bagi para anggota kelompok yang kami dampingi. Pelatihan yang kami ikuti selama 5 hari efektif tersebut cukup membuat semangat kami menggelora karena pelatihan ini sangat kami butuhkan untuk meningkatkan kapasitas kami sebagai community organizer.

Pada hari ke 1 kami mempelajari materi inti yang terdiri dari membekali diri tentang kondisi kerja, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), membekali diri tentang dokumen dan perlindungan diri, melaksanakan kerjasama di lingkungan kerja dan motivasi. Sebagai materi awal yang diperlukan untuk seseorang masuk dalam dunia kerja sebagai PRT, ini baik sekali diberikan untuk calon-calon PRT. Tetapi juga dapat diberikan kepada PRT yang sudah terlanjur bekerja karena sifatnya untuk memberikan perlindungan dan keamanan dalam bekerja. Materi inti disampaikan oleh Bapak Faizal selaku konsultan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Kami sangat antusias mengikuti materi ini, karena materi ini juga bisa kami serap sebagai bekal memotivasi para anggota kelompok dalam menghayati pilihannya bekerja di sektor domestik. Siapa bilang menjadi PRT tidak memerlukan ilmu? ToT ini membuktikan bahwa ada pengetahuan dasar yang harus dimiliki seseorang yang ingin menjadi PRT supaya bisa bekerja dengan sigap dan menunjukkan PRT adalah pekerjaan yang layak.

Pada hari ke 2  materi yang diberikan adalah tentang housekeeping (tata laksana rumah tangga), materi ini tak kalah menariknya bagi kami peserta pelatihan, terutama pendamping yang jarang sekali melakukan kegiatan ini secara langsung dengan benar, kami menganggap ilmu baru ini bisa diterapkan untuk diri sendiri dan diajarkan kepada PRT. Materi housekeeping tersebut meliputi menerapkan prinsip dasar pembersihan lingkungan. Beberapa teknik pembersihan diberikan seperti membersihkan  ruang keluarga, kamar tidur, kamar mandi dan area masak. Materi kali ini mengingatkan masing-masing peserta, apakah sudah benar melakukan pembersihan di rumah masing-masing? Lumayanlah untuk mengoreksi diri sendiri sebelum nantinya membimbing para PRT di kelompok. Dengan bimbingan instruktur berskala nasional yang cukup handal, semua kami pelajari dengan detail dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan praktek langsung.

Pada hari ke 3, materi yang diajarkan menarik banget. Seru! Kami mempelajari teori  tentang masakan nusantara dan hidangan Korea sebagai pilihan, sekaligus mempraktekannya. Inilah saatnya mengetahui rangkaian penyajian makanan yang terdiri dari makanan pembuka (appetizer), makanan utama dan makanan penutup (dessert). Beberapa resep yang diberikan terdiri dari fruit salad mayonaise, sop kepiting asparagus, tom yam seafood, opor ayam, tim ikan patin, sapi panggang, steak BBQ, sapi masak lada hitam, puding coklat manis dan fruit coktail, bir pletok dan es jus buah segar. Semua resep dipraktekkan oleh peserta dengan bimbingan Chef Tikno yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Yummy. Delicious. Muantepp!

Melihat trend restoran dan kebutuhan memasak yang mengikuti kegemaran para pemberi kerja di Jakarta (khususnya), kami diajarkan masakan Korea. Setelah  diuraikan teori masakan Korea pada hari ke 4 kami mempraktekkan beberapa resep masakan korea yaitu: kimchi, jap chai, kim chi bokum pop (nasi goreng kim chi ala korea), ramyeon (mie rebus ala korea), saewoo bokum pop (nasi goreng korea dengan udang dan cabe hijau), yook gae jang (sup asam pedas ala korea), bulgogi, haemul bulgogi (bulgogi sea food), bim bim bop dan gomtang (sup iga tradisional korea). Bagaimana, sudah kepengen makan ya......

Wah, kami mengalami pembelajaran yang luar biasa. Selama ini hanya mengenal masakan tradisional, sekarang bisa mempelajari langsung cara memasak yang sedang menjadi trend. Beberapa diantaranya bisa menjadi variasi masakan supaya tidak menoton. Inilah pentingnya menerima pengetahuan baru supaya bisa berkembang dan menjadi jurus-jurus baru dalam mendampingi teman-teman PRT di Malang Raya.

Dan pada hari ke 5 (hari yang membuat kami semua deg-degan) dilakukan uji kompetensi oleh LSP. Pada kegiatan tersebut kami diuji sikap, pengetahuan dan ketrampilan dalam bentuk tertulis, praktek dan wawancara terhadap semua materi yang diberikan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevalusi dan menguji kami sejauh mana penguasaan materi yang diberikan oleh narasumber. Setelah dinyatakan lulus baru kami dinyatakan kompeten untuk menindaklanjuti TOT ini di wilayahnya masing-masing sebagai trainer.

Selama 5 hari kami semua dibekali ilmu, bukan saja teori tetapi mempraktekkan langsung supaya proses belajar menjadi lebih efektif. Kami bertekad untuk membagikan pengalaman ini untuk teman-teman PRT yang saat ini sudah bergabung dalam organisasi PRT agar mereka menjadi lebih berdaya dan mempersiapkan diri menuju tenaga kerja yang layak. Semua itu bisa diterapkan dalam sekolah PRT yang nanti akan diselenggarakan oleh LPKP untuk mendorong upaya PRT adalah pekerjaan yang layak.

Anda berminat mempelajari materi-materi tersebut diatas?  Mari bergabung dalam kelompok-kelompok PRT yang sudah terbentuk. Para pendamping akan siap memberikan pengetahuan dan mengawal perjuangan kerja layak PRT ini. Pekerja Rumah Tangga adalah pekerjaan yang memberi manfaat bagi keluarga-keluarga yang dilayani, tentu saja sudah saatnya kita ikut memperjuangkan kehidupan yang lebih layak bagi mereka.

Dorong upaya Kerja Layak Bagi Pekerja Rumah Tangga untuk Kehidupan yang Bermartabat.

 

Salam.

Dituliskan oleh seorang community organizer LPKP Jatim, Ulifah.

Bagikan Artikel Ini
img-content
JARAK STOP PEKERJA ANAK

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua