Musik Media Berinteraksi dan Berekspresi Non Verbal

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dengan menggunakan improvisasi, musik bahkan dapat menjadi cara untuk membantu seseorang yang susah berekspresi secara verbal.

Monica Subiantoro, Koordinator Peminatan Music Therapy, Conservatory of Music UPH menyatakan bahwa musik mampu menjadi media interaksi satu sama lain. Dengan menggunakan improvisasi, musik bahkan dapat menjadi cara untuk membantu seseorang yang susah berekspresi secara verbal. Hal ini diungkapkan Monica pada acara UPH Public Exposure di Lippo Mall Puri, 28 Juli 2017.

Monica juga menambahkan bahwa masing-masing manusia secara natural telah memiliki ritme, beat, yang menjadi musik alami dari tubuh. Maka dari itu, musik dapat menyesuaikan dan mampu menjadi media natural untuk membantu memperbaiki keadaan tubuh manusia.

Tidak jarang dalam kesempatan seminar music theraphy yang dibawakan, Monica mengajak publik yang hadir untuk mencoba memainkan alat musik yang biasa ia gunakan untuk melakukan terapi dengan pasiennya. Dalam kesempatan tersebut peserta yang awam dengan alat musik diajak bermain dengan sesukanya bersama peserta lainnya, tapi perlahan-perlahan satu sama lain dapat menyesuaikan dan memiliki ritme yang harmonis tanpa dilatih terlebih dahulu. Inilah yang membuktikan bahwa musik mampu menjadi media interaksi tanpa perlu mengeluarkan ekspresi verbal.

Dengan workshop ini Monica ingin menunjukkan bahwa inilah yang dapat dilakukan oleh musik, bahwa musik dapat menjadi sarana efektif untuk terapi bagi orang yang membutuhkan.

Teknik terapi ini juga pernah dilakukan mahasiswa Music Therapy UPH, Kezia, di tempat penampungan anak, panti werdha, dan di rumah sakit Jiwa, dalam project skripsi. Dan ia mempraktekkan ilmu yang dipelajari untuk berbagai kasus tersebut. Menurutnya kunci untuk menjadi seorang therapist harus memiliki kesabaran, rasa empati, kemampuan sosial, kemampuan berinteraksi, dan tentunya didukung dengan kemampuan musikal.

Melalui kesempatan ini, Monica ingin mengajak kaum awam juga dapat memahami peran musik tidak hanya sekedar sebagai media entertainment, tapi musik juga mampu berpengaruh bagi tubuh manusia. 

Inilah yang dipelajari di peminatan Music Teraphy Conservatory of Music UPH. Di Indonesia UPH merupakan satu-satunya universitas jenjang S1 yang memiliki peminatan Music Therapy. Dalam Music TherapyUPH, peminatan ini dipelajari secara komprehensif, tidak hanya sisi musikal tapi juga dari segi psikologi, medical, dan ilmu lainnya yang menunjang.

Di Indonesia sendiri memang perkembangan bidang ini masih jauh jika dibanding music therapy di luar negeri. Namun kini music therapy semakin berkembang. Tentunya dengan kontribusi dunia pendidikan dan kehadiran para teraphis yang melakukan pelayanan terapi di rumah sakit, di sekolah, klinik, atau yayasan.

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua