Jangan Konyol Menawarkan Ideologi Lain - Analisis - www.indonesiana.id
x

Yanuar Nurcholis Majid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Agustus 2019

Rabu, 21 Agustus 2019 14:50 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Jangan Konyol Menawarkan Ideologi Lain

    Sudahlah, Pancasila itu sudah yang terbaik sebagai pedoman dan pandangan hidup di Indonesia. Tak usah lagi coba-coba menggantinya atau membandingkan dengan ideologi lain.

    Dibaca : 5.055 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sudahlah, Pancasila itu sudah yang terbaik sebagai pedoman dan pandangan hidup di Indonesia. Tak usah lagi coba-coba menggantinya atau membandingkan dengan ideologi lain.

    Ini bukan soal otoriter pemikiran, menolak ide lain menyangkut apa pandangan hidup terbaik bagi bangsa Indonesia. Tapi fakta dan sejarah telah amat jelas menunjukkan bahwa Pancasila membuat Indonesia kuat.

    Tidak mungkin suatu ideologi yang telah membuat kehidupan berbangsa kita kokoh dan tangguh selama ini, lantas mau diuji coba dengan panduan yang lain.

    Apalagi: sudah terbukti bahwa Pancasila amat cocok dengan ciri otentik bangsa Indonesia. Yang kaya suku, agama, ras, golongan, tradisi, budaya, adat, bahasa, tapi mampu merekatkan diri merasa sebagai Indonesia.

    Lahirnya Pancasila bukan asal 'nyelonong' begitu saja. Tapi berdasarkan histori pola kehidupan di masyarakat dan geopolitik Indonesia. Sehingga harus ada pemersatu di antara keberagaman.

    Malah makin bangga dengan Pancasila sebab dikagumi negara-negara di dunia. Semua ingin mempelajari penerapan Pancasila di Indonesia. Bagaimana tetap kuat ketika Indonesia dilanda masalah.

    Ketertarikan itu makin kuat sebab banyak ideologi yang dianut negara-negara di dunia akhirnya runtuh. Banyak yang tak sesuai perkembangan kebangsaan. Sedangkan Pancasila terus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan situasi kebangsaan.

    Sudahlah, Pancasila telah menujukkan keunggulan serta kualitasnya. Indonesia dikenal dan disegani bangsa-bangsa di dunia. Pancasila sudah mutlak.

    Ikuti tulisan menarik Yanuar Nurcholis Majid lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.