Meriah, Jalan Sehat Berhadiah Ternak di Dusun Susukan 3 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Binar Atmaja

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Agustus 2019

Kamis, 29 Agustus 2019 15:31 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Meriah, Jalan Sehat Berhadiah Ternak di Dusun Susukan 3

    Dibaca : 3.769 kali

    Warga Dusun Susukan 3, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta, bersama Karang Taruna menyelenggarakan Jalan Sehat yang diikuti seluruh warga dusun, peserta yang terdiri dari keluarga dan pendatang, Jalan Sehat ini merupakan rangkaian Program HUT RI-74 yang di gelar di tiap kecamatan, masing masing menyelenggarakan pesta dan kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    “Tujuan dari program Jalan Sehat ini adalah agar kebersamaan warga dan Guyub-Rukun benar-benar dapat dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. Kami harapkan di tahun berikutnya program jalan sehat ini akan terus berlanjut dan makin meriah” ujar Ibu Iriyanti Setomo, Kepala Sekolah salah satu sekolah dasar di desa tersebut.

    Sementara itu, Dewi Yuliastuti, Kepala Dusun Susukan 3, menyampaikan bahwa kegiatan Jalan Sehat ini juga merupakan salah satu inisiatif Karang Taruna untuk menginspirasi masyarakat dalam meningkatkan pola hidup sehat, menjalin kebersamaan antara masyarakat baik petani dan peternak, sekaligus mendorong perekonomian daerah.

    Jalan Sehat ini adalah aslah satu dari rangkaian kegiatan menyemarakkan yang puncaknya pada 28 agustus 2019 yaitu pawai akbar desa. menjadi semakin semarak dengan adanya panggung hiburan yang dimeriahkan oleh penampilan artis lokal dari warga dusun.

    “Jalan sehat yang diikuti oleh seluruh warga dusun dengan jarak 3,2 km ini tidak hanya bermanfaat sebagai ajakan bagi masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, tapi juga sebagai upaya untuk mendorong geliat perekonomian daerah melalui peran peternak dan petani dan yang turut hadir meramaikan acara ini,” ujar Dewi.

    Jalan Sehat sepanjang 3,2 km ini melewati rute jalan-jalan protokol di desa Susukan 3, mulai dari Lapangan Sikatul, Simo, Menyusuri sawah jalan Kadipaten, dan berakhir kembali di Lapangan Sikatul. Selain adanya sajian jajan daerah gratis, Jalan Sehat juga diramaikan dengan adanya, kegiatan bersih lingkungan dan pembagian doorprize, semakin menarik karena hadiah nya tidak hanya berupa barang dan uang namun ada yang berupa hewan ternak seperti kambing. [RED/BAT]


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 807 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).