Ferdiansyah: Kepemimpinan Merupakan Faktor Sentral dalam Pendidikan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Valentino Barus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 21 Oktober 2019 14:58 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Ferdiansyah: Kepemimpinan Merupakan Faktor Sentral dalam Pendidikan

    Dibaca : 703 kali

    Pendidikan akan menjadi kunci keberhasilan program Jokowi-Ma'ruf dalam membangun SDM sebagai salah satu dari 5 prioritas agenda pemerintah dalam 5 tahun ke depan. Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, SE., MM., menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam menyukseskan pendidikan yang bermuara pada pengembangan SDM berbasis IPTEK sebagaimana diuraikan Presiden dalam pidato pelantikan.

    Ferdiansyah, SE., MM, anggota Komisi X DPR RI

    Lebih jauh Ferdiansyah menguraikan bahwa eksistensi dan peran sentral dunia pendidikan sudah sangat disadari oleh para pemimpin dan the founding fathers. Tanpa adanya sistem dan suasana kondusif untuk melahirkan anak-anak bangsa yang memiliki kualifikasi yang mumpuni, disadari bangsa Indonesia akan berhenti pada semangat dan teriakan belaka: merdeka, yang tak bermakna. Kesadaran itulah yang menuntun pendiri bangsa untuk menorehkan phrasa "mencerdaskan kehidupan bangsa.." pada pembukaan UUD 1945.

    Eksistensi dan peran sentral pendidikan terasa semakin dibutuhkan ketika bangsa Indonesia hendak memacu ketertinggalannya, khususnya di bidang pembangunan sumber daya manusia. Terkait dengan itu, berbagai upaya senantiasa dilakukan secara terus menerus, khususnya dalam memperbaiki dan menyempurnakan sistem dan struktur kementerian pendidikan nasional.

    Disadari bahwa semangat dan upaya untuk mendorong penyempurnaan sistem dan struktur dunia pendidikan selama ini belum mampu memberikan hasil menggembirakan bagi lahirnya kader-kader bangsa yang cerdas, memiliki nasionalisme tinggi. Dalam hal ini faktor kultur dan kepemimpinan kerap menjadi sorotan.

    Terkait dengan kondisi internal bangsa yang masih ditandai dengan adanya kelompok-kelompok masyarakat yang hendak mengganti Pancasila dan merongrong NKRI, serta situasi eksternal berupa persaingan AS dengan RRC dan ancaman resesi ekonomi global, diharapkan pendidikan nasional semakin teguh dalam melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas dengan tetap bersandar pada nation and character building.

    Untuk itu, kepemimpinan menjadi faktor yang sangat sentral. Dalam hal ini kepemimpinan sebagai motor dan motivator gerakan percepatan pembangunan kualitas SDM Indonesia haruslah figur yang persis memahami posisi Indonesia dalam peta SDM Asia dan dunia. Memiliki visi dan kemampuan untuk mencapai target yang ditetapkan. Serta secara profesional memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai ego sektoral yang kerap muncul pada dunia pendidikan.

    Sejalan dengan tekad pemerintah untuk prioritas meningkatkan kualitas SDM bangsa untuk lima tahun mendatang, kita menantikan hadirnya sosok penghela gerbong pencerdasan bangsa, berupa figur yang mumpuni, mengakar dan memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan. Kehadiran figur demikian akan mempertebal optimisme kita dalam menyosong era kejayaan bangsa.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.