Kami Percayakan 5 Tahun Ini Kepadamu Wahai Jokowi-Ma'ruf - Analisa - www.indonesiana.id
x

Yanuar Nurcholis Majid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Agustus 2019

Rabu, 23 Oktober 2019 07:58 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Kami Percayakan 5 Tahun Ini Kepadamu Wahai Jokowi-Ma'ruf

    Dibaca : 3.540 kali

    Lima tahun yang akan datang, terhitung sejak 20 Oktober 2019, Indonesia dalam genggaman Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024. Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

    Memimpin Indonesia bukanlah hal yang mudah. Negara ini dikaruniai kekayaan keberagaman yang menjadi tantangan dan tanggungjawab besar Presiden dan Wakil Presiden serta pejabat negara lainnya.

    Indonesia tidak hanya memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang begitu kaya. Kekayaan abadi dan kekal adalah persaudaraan diatas perbedaan. Berbeda keyakinan agama, suku, budaya hingga warna kulit. Indonesia disatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

    Dari semua perbedaan yang menyatu itu. Indonesia dalam genggaman Jokowi dan Ma'ruf Amin untuk lima tahun kedepan. Tentu juga mewariskan untuk pemimpin masa depan.

    Tetapi bukan semata tanggungjawab Presiden dan Wakil Presiden, Indonesia juga dalam genggaman seluruh rakyat Indonesia. Cinta Tanah Air berarti cinta pula keberagaman yang dimiliki. Mari kita jaga dan kita rawat negeri tercinta ini.

    Selama lima tahun berjalan, mari kita doakan dan kita dukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Jangan lagi ada perseteruan tapi persatuan. Hindari perpecahan dengan cara merangkul.

    Jika rakyat Indonesia bersatu. Jika para pemimpin dan tokoh nasional saling bertukar pikiran untuk masa depan bangsa ini, saya yakin Indonesia akan menjadi negara maju sesuai misi besar Presiden Jokowi.

    Indonesia dalam genggaman kita semua. Tugas kita adalah menjaga dan merawat persaudaraan dan keberagaman yang menjadi titipan The Founding Father kita. Selamat menjalankan tugas mulia ini, Presiden dan Wakil Presiden. Kami titipkan masa depan bangsa ini di tangan kalian. (*)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 813 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).