Agnez Mo dan Kehebohan Sekitar Identitas Keindonesiaan-nya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Agnez Mo. Instagram

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 26 November 2019 12:35 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Agnez Mo dan Kehebohan Sekitar Identitas Keindonesiaan-nya

    Dibaca : 1.962 kali

    Penyanyi Agnez Mo sedang menjadi sorotan di dunia maya. Dalam sebuah wawancaranya dengan Kevin Kenney pada media platform Build Series New York ia menyatakan tidak berdarah Indonesia. “Saya mempunyai darah Jerman, Jepang, dan Cina, (dan) saya lahir di Indonesia,” ujar dia. Wawancara ini tayang di Youtube pada Jumat, 22 November 2019.  

    Uraian itu ia samapaikan untuk menjawab Kevin yang menanyakan mengapa ia memiliki gaya yang berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia. Agnez Mo juga mengatakan sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam sehingga ia merasa dibedakan sebagai minoritas.

    Tapi, Agnez Mo menegaskan tak ingin mengatakan bahwa ia tidak merasa memiliki Indonesia. “Karena ada orang-orang yang menerima dan memiliki saya di sana.”

    Pernyataan tersebut langsung disambut netizen dengan meriah. Mereka Kebanyakan menyayangkan hingga sampai mengecam. Ada juga yang membelanya.

    Keriuhan ini mengingatkan pro-kontra serupa pada bulan Juli silam. Tepatnya saat Agnez Mo meluncurkan video klip lagu Diamonds dan dalam tayangan ini dia mengubah gaya rambutnya menjadi kepang kecil-kecil. Warna kulitnya juga terlihat semakin gelap.

    Penampilan itu memancing komentar netizen yang menganggap gaya Agnez tidak sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Gaya rambut Agnez dinilai lebih mirip model kepang cornrow khas Afrika, ditambah kulitnya yang kian gelap. Tak sedikit yang menuduhnya melakukan cultural appropriation.

    Mengutip laman Oxford Reference, cultural appropriation merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengambilan bentuk, tema, proses kreatif atau sesuatu yang artistik oleh seseorang atau kelompok dari kelompok budaya yang lain. Cultural appropriation bermakna negatif karena berkonotasi ekspoitasi dan dominasi.

    Agnez tak tinggal diam. Sepekan kemudian ia menjelaskan lewat akun Instagramnya bahwa penampilannya justru mencerminkan budaya orang Indonesia, yakni Papua.  Dia lalu membeberkan sejumlah bukti kalau perempuan Papua juga mengenal budaya tenun atau anyam rambut. Ia pun manampilkan foto sejumlah wanita Papua yang tengah menganyam rambut. Foto itu diambil saat Festival Danau Sentani, Sentani Timur, Jayapura, Papua, Indonesia.

    "Mengepang rambut di Papua adalah tradisi yang dimulai dari menenun tas 'noken'. Karena itu, orang Papua menyebut mengepang rambut sebagai 'tenun rambut' atau 'anyam rambut'," tulis Agnez Mo.

    Pada unggahan yang berbeda, Agnez Mo menjelaskan kalau dia selalu mencoba membawa budaya Indonesia di setiap karyanya. "Saya menanamkan (budaya Indonesia) ke dalam beberapa karya saya," tulis Agnez. Dia mencontohkan di lagu Coke Bottle yang dirilis pada 2013, Agnez mengenakan busana tradisional Baju Dodot.

    Sejarawan Bonnie Triyana ikut berkomentar seputar pengakuan Agnez di atas. Lewat laman Facebook-nya, Bonnie mengatakan bahwa kalau Agnes menyatakan diri tidak berdarah Indonesia itu memang sudah bener. Karena, menurut dia, identitas kebangsaan Indonesia tidak dibentuk berdasarkan darah (baca biologis). Indonesia dibangun karena konsensus dari berbagai macam orang berlatarbelakang ras dan etnis, bukan karena keterikatan ras yang homogen. “Indonesia adalah konstruksi politis,” tulis dia.

    Masalahnya, kata dia, Agnez Mp hendak menjelaskan bahwa dia secara biologis bukan orang Indonesia. Padahal untuk jadi orang Indonesia itu tidak butuh pembuktian biologis. "Ya, dianya aja yang gak paham dan tak bisa membedakan konsep ras (biologis), etnis (non-biologis) dengan kebangsaan (sosiologis-politis). Ras kamu bisa jadi Monggoloid atau suku kamu Batak, tapi selama kamu punya KTP dan paspor Indonesia, ya, kamu orang Indonesia," tulis Bonnie. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.