Morotai : Tujuan Wisata Nautical Indonesia - Travel - www.indonesiana.id
x

Yacht ini dapat digunakan untuk berlayar di perairan Indonesia

Niskarana Rahmadani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Desember 2019

Kamis, 9 April 2020 06:30 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Morotai : Tujuan Wisata Nautical Indonesia

    Dibaca : 1.437 kali

    Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Kekayaan alam Indonesia jika dikelola dengan baik akan dapat berpengaruh pada banyak sektor, salah satunya adalah sektor pariwisata alam.

    Wisata alam adalah suatu bentuk wisata yang mengandalkan pada lingkungan alam untuk dasar dari pengalaman wisatawan. Artinya dengan kekayaan alam Indonesia yang melimpah, pengadaan kegiatan pariwisata alam akan dapat berjalan lancar dan wisatawan akan dapat merasakan pengalaman wisata yang diharapkannya.

    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas mencapai 1,91 juta km persegi yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Indonesia memiliki 17.504 pulau, hal ini berarti bahwa salah satu kekayaan alam Indonesia yang memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai daerah wisata adalah pantai dan laut.

    Laut yang ada di Indonesia sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai suatu wisata nautical (Nautical Tourism). Nautical Tourism disebut pula sebagai Maritime Tourism atau Yacthing Tourism.

    Nautical Tourism berasal dari dua kata, yaitu Nautical dan Tourism. Kata Nautical berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu Naus yang berarti boat (perahu/kapal/yacht/cruise /lainnya).

    Secara umum, konsep masalah nautical merujuk pada semua wilayah kelautan, seperti berlayar di laut, tetapi juga di perairan segar (fresh water), sungai, danau, dan kanal. Sehingga dapat diartikan bahwa Nautical Tourism adalah suatu jenis wisata pelayaran menggunakan boat di laut, perairan segar (fresh water), sungai, danau, maupun di kanal.

    Salah satu kegiatan Nautical Tourism yang ada di Indonesia ada di Morotai, sebuah nama pulau yang juga merupakan suatu Kabupaten di Provinsi Maluku Utara. Kabupaten Pulau Morotai terdiri atas banyak pulau, seperti pulau Kolorai, pulau Ngele-ngele, pula Golo-golo, dan pulau Rao.

    Kegiatan Nautical Tourism cocok dilakukan di tempat ini karena merupakan wilayah kepulauan dengan banyak pantai. Untuk mempromosikan Morotai sebagai destinasi wisata nautical, pada tahun 2012, telah diselenggarakan event  Sail Morotai (Juni—September) yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai belahan dunia.

    Selain berlayar dan mengagumi panorama di atas kapal, kegiatan seperti diving dan snorkeling untuk mengagumi keanekaragaman sumber daya alam di bawah laut juga merupakan bagian dari Nautical Tourism.

    Beragamnya sumber daya alam bawah laut yang ada di wilayah ini merupakan daya tarik utama Morotai. Sumber daya alam ini antara lain adalah terumbu karang. Terumbu karang juga dapat dijadikan sebagai sebuah objek atraksi wisata bahari karena keindahannya.

    Jenis-jenis terumbu karang yang dapat ditemukan di Morotai antara lain adalah Acropora polifera, Acropora Hyacinthus, Porites nigrecens, Pocillophora verrucosa, Porites lutea, Porites lutea, Porites nigrecens, Pectinia lactuca, Seriatophora caliendrum, Stylphora pistillata, Sunilaria sp., Sarcophyton sp., dan Favites abdita.

    Selain diving dan snorkeling untuk melihat keindahan biota laut, kegiatan yang bisa dilakukan oleh para wisatawan saat diving maupun snorkeling di bawah laut Morotai adalah wisatawan bisa melihat Morotai Wreck Dive Site.

    Morotai Wreck Dive Site adalah sisa kerangka pesawat pembom B29 saat Perang Dunia II yang ada di kedalaman 42m di bawah laut. Hal ini karena pada masa Perang Dunia II, Morotai merupakan pangkalan militer milik tentara Jepang.

    Selain terumbu karang, Morotai memiliki banyak sekali jenis ikan, seperti Cakalang (Katsuwonus pelamis), Tuna (Thunnus spp.), Tongkol (Euthynnus spp.), Kembung (Rastrelliger), Layang (Decapterus), Tembang (Sardinella), Selar (Selaroides), Grouper (Ephinephelus spp.), Lolosi (Caesio spp.), Beronang (Siganus spp.), Kakatua (Scars spp.), Kakap (Lates spp.).

    Melihat banyaknya jenis ikan yang terdapat di perairan Morotai, wisatawan dapat melakukan aktivtas wisata seperti memancing di atas kapal. Kegiatan memancing ini, dapat dikatakan pula sebagai sebuah kegiatan wisata nautical.

    Pada tahun 2016 lalu (30 September—2 Oktober), terdapat sebuah kegiatan bernama Fishing Morotai yang menarik perhatian banyak wisatawan. Kegiatan memancing di laut ini diikuti oleh 116 peserta pemancing lokal, nasional, hingga internasional (Taiwan, Malaysia, dan Australia).

    Jenis wisata seperti ini sangat membantu masyarakat sekitar karena wisatawan yang datang dari jauh pasti akan memerlukan bantuan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan mereka selama melakukan wisata nautical ini. Salah satunya adalah kebutuhan akan akomodasi dan fasilitas-fasilitas umum lainnya.

    Adanya edukasi dan dukungan yang cukup dari pemerintah pastinya akan membuat tempat ini lebih berkembang lagi. Apalagi setelah Morotai masuk kedalam 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia, hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaran pariwisata di tempat ini telah menjadi lebih baik.

     

    Referensi:

    Astuti, M. T., & Noor, A. A. (2016). Daya Tarik Morotai sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Bahari. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia11(1), 25-46.

    Ceballos, H. & Lascurain., 1996. Tourism, Ecotourism and Protected Areas. IUCN, Gland Switzerland and Cambridge, UK.

    Hengky S.H. (2017). Discovering Sustainable Coastal Tourism in Dodola-Island, Indonesia. Journal of Aquaculture and Marine Biology, 6(2):00152. 10.15406/jamb.2017.06.00152

    Lukovic, T. (Ed.). (2013). Nautical tourism. Cabi.

    https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/10/16/berapa-jumlah-pulau-di-indonesia diakses pada 4 April 2020 pukul 9.00 WIB.

    https://travel.kompas.com/read/2016/09/30/100300427/lomba.mancing.morotai.2016.diikuti.pemancing.mancanegara . Diakses pada 4 April 2020 pukul 11.35 WIB.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.