Akan Gelar Balapan Tertutup, Zak Brown : Solusi Cegah Kesulitan Finansial Para Tim F1 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Helm para pembalap yang dipakai pada gelaran balapan F1 musim 2020

Dewa Putu Ardita Darma Putera

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Oktober 2019

Sabtu, 25 April 2020 06:17 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Akan Gelar Balapan Tertutup, Zak Brown : Solusi Cegah Kesulitan Finansial Para Tim F1

    Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda sejumlah kalender balap alami penundaan hingga pembatalan. F1 pun mengambil langkah menggelar balapan tertutup demi menyelamatkan keuangan para tim peserta

    Dibaca : 3.455 kali

    Wabah Covid-19 masih belum menunjukkan tanda mereda. Efeknya dirasakan oleh berbagai sektor tak terkecuali kompetisi balap dunia Formula 1. Ajang jet darat itu harus menunda hingga membatalkan sejumlah seri pada musim 2020. Tidak tanggung-tanggung, sembilan seri balap harus diundur bahkan tak jadi digelar tahun ini.

    Rencananya, F1 akan menggelar seri perdana tanpa kehadiran penonton di Prancis pada 28 Juni mendatang. Namun, keputusan tersebut belum final lantaran negara tersebut masih memberlakukan larangan mengumpulkan massa dalam jumlah banyak.

    Kini, F1 menggeser jadwal balapan ke bulan Juli. GP Austria dipilih untuk menggelar satu bahkan dua balapan awal sekaligus. Rencana ini disampaikan oleh CEO F1 Chase Carey kepada para tim peserta pekan lalu. Usulan tersebut ditanggapi oleh CEO McLaren Zak Brown dengan antusias.

    Brown berharap F1 bisa segera menggelar balapan dengan tetap memberlakukan protokol keamanan. Menurutnya, olahraga khususnya F1 selalu jadi obat mujarab bagi orang-orang di seluruh dunia dan keinginan F1 melanjutkan balapan adalah ide yang bagus.

    "Jika kita berakhir tanpa adanya balapan tahun ini, konsekuensi finansial yang dialami tim-tim di F1 akan semakin parah. Aku pikir ini (kesulitan finansial) akan juga berdampak pada industri apa pun jika ditutup sepanjang tahun," tutur Brown dikutip dari Motorsport.com

    Brown juga menekankan bahwa masalah utama tim-tim peserta ialah jika F1 kehilangan banyak pemasukan dari hak komersial yang jumlahnya mencapai satu miliar dolar AS jika tidak mampu menggelar balapan.

    "Itu jumlah yang besar dan dapat dibagi kepada tim-tim yang ada. Jika itu berkurang secara drastis dimana jika kita tak dapat gelar balapan maka perlu ada solusi menutupi hilangnya pemasukan," ungkapnya.

    F1 Beri Pembayaran di Muka Pada Sejumlah Tim

    Sembari menunggu kejelasan kalender balap, F1 dikabarkan telah melakukan pembayaran di muka kepada sejumlah tim. Kebijakan ini dilakukan demi melindungi ekosistem kompetisi agar tidak goyah.

    CEO Liberty Media Greg Maffei mengakui bahwa langkah ini dilakukan demi membantu tim peserta melewati krisis di tengah pandemi ini. "Kami ingin memastikan seluruh tim dalam keadaan sanggup secara finansial sebab mereka merupakan bagian yang kami butuhkan untuk kesuksesan F1 pada 2020, 2021 dan di masa yang akan datang," kata Maffei dilansir dari Autosport.com.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.