21 Tahun SSB Sukmajaya, Bersyukur "From Home" - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

SSB Sukmajaya

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 15 Mei 2020 13:51 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • 21 Tahun SSB Sukmajaya, Bersyukur "From Home"

    Dibaca : 671 kali

    Hentikan, singkirkan yang tak se-visi-misi-tujuan, maka "apa pun" akan hidup dan bertahan.

    (Supartono JW.16052020

    Dalam situasi pandemi corona, tradisi merayakan hari jadi Sekolah Sepakbola (SSB) Sukmajaya, yang selama 20 tahun sebelumnya, dirayakan secara sederhana di Lapangan Kostrad Cilodong, dengan memotong kue dan tumpeng, lalu berdoa bersama (Keluarga Besar: siswa, orang tua, pengurus, dan tim pelatih) di sela latihan, di usia yang ke-21, Minggu, 16 Mei 2020 akan dirayakan From Home (FH) dari rumah masing-masing 'keluarga besar' SSB Sukmajaya, dengan doa. 

    Bayi lahir, visi misi tujuan, kurikulum, persiapan matang, tegas

    Kelahiran SSB Sukmajaya, prosesnya seperti bayi dalam kandungan ibu. Dikandung selama 9 bulan, maka lahirlah SSB Sukmajaya. Sukma artinya jiwa-nyawa, dan Jaya bermakna selalu berhasil, sukses, dan hebat. 

    Lalu, perjalanan hidup SSB Sukamjaya, bila tidak didukung oleh orang tua siswa, mustahil akan dapat bertahan sejauh ini. 

    Sesuai visi-misi dan tujuan, terdeskripsi dalam Logo SSB Sukmajaya. Didasari warna hitam yang maknanya dalam kegelapan, lalu segitiga yang berarti pembinaan dan pelatihan menuju "hasil" dan garis berwarna merah menandakan kepercayaan diri, kesiapan diri, dan keberanian. 

    Berikutnya warna hijau sebagai lambang kesejukan, serta tulisan SSB berwarna putih mengartikan sebagai niat suci mengabdi kepada pembinaan dan pelatihan sepka bola akar rumput (dini dan muda).

    Terima kasih kepada seluruh orang tua yang sudah mendukung dan bergabung menjadi Keluarga Besar SSB Sukmajaya dan selalu memberi teladan. 

    Semua pahit getir sudah dirasakan dalam mengarungi pembinaan dan pelatihan, yang pasti tidak dapat memuaskan semua orang tua dan siswa karena kesadaran bahwa jiwa yang selalu berusaha sukses ini menampung seluruh siswa dengan kemampuan berbagai-bagai siswa dari segi teknik, intelegensi, personaliti, dan speed (TIPS), sebab TIPS  adalah Kurikulum SSB Sukmajaya.

    Bila tidak demikian, maka nafas SSB Sukmajaya tidak sampai sejauh ini. Itulah hakikat pembinaan dan pelatihan sepak bola murni. Sebab, Sukmajaya menerima siswa tanpa perlu seleksi kemampuan TIPS siswa, maupun ekonomi orang tua. 

    Didirikan dengan persiapan matang, baik dari segi organisasi, manajemen, kurikulum pembinaan dan pelatihan, sarana latihan dan lapangan yang representatif, plus sumber daya manusia (SDM) yang memiliki standar minimal. 

    Mendidik dan menggembleng siswa dengan pondasi asah otak dalam setiap upacara pembukaan sebelum latihan, demi melahirkan siswa yang cerdas integensi dan personaliti (emosi), dan memberikan teori dan praktik bermain bola secara benar (teknik dan speed), dengan harapan, saat siswa nanti lepas dari pembinaan dan pelatihan TIPS di SSB Sukmajaya, minimal siswa bersangkutan dapat berbagi kepada masyarakat dan lingkungannya (tempat kerja dll).  

    Bagi pengurus, pelatih, orang tua, dan siswa yang tak mengalir sesuai visi-misi-tujuan, tentu akan dihentikan, itulah salah satu sebab, mengapa hingga kini SSB Sukmajaya masih bertahan. 

    Prestasi bukan tropi 

    Bagi SSB Sukmajaya, saat siswa datang dan mendaftar, lalu mengikuti proses pembinaan dan latihan, maka saat siswa sudah dapat menerapkan teori dan praktik dasar bermain sepak bola seperti passing/dribling dll hingga game, maka, itulah prestasi. 

    Jadi, tidak harus mengangkat tropi dan mengejar juara dalam festival/turnamen/kompetisi. Namun, saat mengikuti festival/turnamen/kompetisi, siswa mampu meraih tropi, itu adalah bonus dari hasil pendidikan dan pelatihannya. Meski pada akhirnya, dengan sendirinya, dengan mengalir, sudah berjajar puluhan prestasi berupa tropi "nyata" dan dokumennya di Sekretariat SSB Sukmajaya, Jalan Studio Alam TVRI Perum Sukmajaya Permata Blok G.10 Depok (021-77824937).

    Quote sepak bola akar rumput 

    Dalam kesempatan HUT ke-21, SSB Sukmajaya juga kembali menayangkan quote, sebagai pengingat dan semangat, bahwa pembinaan sepak bola akar rumput itu adalah pondasi dari keberhasilan dan prestasi sepak bola nasional, yaitu prestasi timnas-nya.

    Selama ini, SSB Sukmajaya yang masuk dalam sejarah SSB pertama di Indonesia dalam turnamen SSB yang diselenggarakan PSSI tahun 1999, dan disitulah untuk pertama kali nama SSB di gaungkan di Indonesia. Setelahnya SSB menjamur, maka perjalanan proses SSB hingga sekarang, detik ini, memang belum duduk di tempat yang semestinya. Belum berfungsi dan berkedudukan layaknya pondasi bagi sepak bola nasional, maka lahirlah quote-quote sebagai berikut, sesuai fakta dan keadaan yang sebenarnya.

    Semoga bukan sekadar menjadi bacaan dan dilupa, namun diaplikasikan hingga berdayaguna.

    (1) Sampai kapan organisasi sepakbola pembina usai dini dan muda terus lahir bak mata air tak terkendali, namun tak pernah lahir panduan formal tentang struktur fungsi, dan kedudukannya, hingga kisah registrasi resmi dari federasi  yang berafiliasi sampai basi? (Supartono JW.12052019) 

    (2) Mengajar di sekolah formal yang paling rendah saja syaratnya sarjana, bagaimana pembina usai dini dan muda Indonesia? (Supartono JW.12052019) 

    (3) Bila dalam pembinaan sepakbola usia dini-muda, makna juara hanya menggondol piala, maka tengoklah siapa yang di belakangnya. (Supartono JW.12052019) 

    (4) Tak salah membina pemain muda hasil seleksi terbuka, asal ada mitra yang menggelontorkan dana, juara kompetisi di level yang sama, maka bolehlah Anda berbangga. (Supartono JW.12052019) 

    (5) Di Eropa dan Amerika orangtua yang menyadari anaknya tak berbakat di Sepakbola, maka tak kan memaksakannya, dan mengarahkannya sesuai kemampuan yang cocok untuk dunia kerja. (Supartono JW.12052019) 

    (6) Hebatnya orangtua siswa, demi ambisinya, anak dijadikan seperti bola, oper sana oper sini tak hargai siapa koki awalnya. (Supartono JW.12052019) Sampai kapan budaya comot sana comot sini pemain usia dini terhenti tanpa regulasi? (Supartono JW.12052019) 

    (7) Rindunya bergulir kompetisi resmi dari akar rumput hingga kasta tertinggi, yang hanya dinakodai satu pengendali yaitu federasi resmi! (Supartono JW.12052019) 

    (8) Sudah menjadi budaya  mentradisi, bila ada pemain yang menembus federasi, maka akan ramai narasi siapa saja yang turut membidani. (Supartono JW.12052019) 

    (9) Mengapa sponsor dan pihak swasta, lebih memilih sepakbola  usia dini dan muda  dengan aksinya  sendiri, dan federasi hanya gemar kasih rekomendasi? (Supartono JW.12052019) 

    (10) Andai setiap provinsi adalah negara, maka segenap pemain terbaik di usia dini dan muda, tak akan melewatkan kesempatan yang sama menjadi pemain harapan bangsa di 34 negara. (Supartono JW.12052019) 

    (11) Mustahil sepakbola nasional berprestasi bila setiap lini, terus ada pihak yang mendominasi dan memonopoli. (Supartono JW.12052019) 

    (12) Enaknya jadi federasi sepakbola di negeri 1001 SSB, tak menanam tapi memetik, pun tak melirik siapa yang awalnya kutak-katik. (Supartono JW.12052019) 

    (13) Yakinlah rumput kita akan selalu lebih baik  dari rumput tetangga, karena memahami-menyadari kondisi bibit-bebet-bobot kualitasnya, hingga tahu cara merawat, memupuk, dan menjaganya. (Supartono JW.12.052019) 

    Festival SSB Antar Provinsi Se-Jawa 

    Semoga quote tersebut, akan selalu menjaga dan mengingatkan kita, betapa pembinaan sepak bola akar rumput, benar-benar wajib diperhatikan.

    Berikutnya, langkah SSB Sukmajaya, setelah sukses menggelar Festival Sepakbola Antar Provinsi yang hanya diikuti oleh SSB undangan/terpilih di tahun 2018 dan 2019,  memerebutkan Piala Bergilir dan Piala Tetap Pembina SSB Sukmajaya Bapak Mohammad Yana Aditya, pada kesempatan HUT ke-19 dan 20, di mana festival tersebut adalah jelmaan dari program Fatival 3Wulan SSB Sukmajaya, maka bila pandemi corona belum mereda, maka tahun 2020 ini, Festival yang jadwalnya di bulan September akan tiada. 

    Namun, bila sebelum bulan September, corona mereda, maka Festival akan bergulir tetap dengan tajuk Festival Sepak Bola antar-Provinisi se-Jawa 2020, kategori U-8, U-10? dan U12 yang akan tetap dukung penuh oleh Askot PSSI Depok, KONI Kota Depok, dan Disporyata Kota Depok. 

    Semoga, diusia ke-21, SSB Sukmajaya tetap konsisten sesuai visi-misi dan tujuan berdiri. Tidak perlu menjadi cebol nggayuh lintang

    Cukup menjadi diri sendiri, tahu diri, tidak membuat untung untuk pribadi dan golongan, namun berguna untuk orang lain berdasar atas sportivitas, bukan intrik dan taktik serta politik! 

    Jadilah berlian di antara bebatuan, maka Anda istimewa. (Supartono JW.12.052019). 

    Drs. Supartono, M.Pd.*

    Pengamat Sepakbola Nasional, Pendidikan Nasional, dan Sosial.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 668 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).