Jack Brown Buka Mata Shin Tae-yong, Timnas U-19 Catat Sejarah Dunia - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Timnas U-19

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 12 Oktober 2020 12:26 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Jack Brown Buka Mata Shin Tae-yong, Timnas U-19 Catat Sejarah Dunia

    Kemenangan atas Makedonia bukan hanya memunculkan nama Jack Brown yang memberikan harapan bagi Timnas U-19, tapi pasusan Shin Tae-yong ini telah menunjukkan prestasi tingkat dunia. Di laga ini sebagian besar pemain sudah tak lagi gocak-gacek bola. Tidak lagi sok-sok an dan berlama-lama menguasai bola dan baru memberikan bola kepada teman disaat sulit. Selanjutnya permainan harus simpel dan taktis alias tika-taka.

    Dibaca : 681 kali

    Sebelum laga, Timnas U-19 versus Makedonia Utara U-19 berlangsung, saya sudah tulis artikel bahwa Witan cs akan melibas Makedonia Utara U-19. Saya juga bertanya apakah Shin Tae-yong (STy) akan menurunkan Elkan Baggot. Hasilnya, sesuai prediksi. Pasukan Garuda menang telak dan Baggot pun bermain penuh 90 menit. Dia memberikan kenyamanan bermain bagi pemain Timnas lainnya karena duet apiknya dengan Rizki Ridho sangat enak dipandang.

    Keyakinan bahwa Witan cs akan melibas lawan tentu berdasarkan catatan data dan statistik perkembangan Timnas U-19. Juga melihat kondisi timnas Eropa khususnya tim dari Balkan sebelumnya, Bulgaria dan Bosnia-Herzegovina.

    Namun, seperti apa yang selama ini selalu saya soroti, pasukan Garuda Muda memang masih sangat payah dalam persoalan pemain depan/striker yang kurang mendukung pemain tim.

    Selain pada akhirnya STy hanya mengandalkan mantan pemain-pemain pilihan Fakhri Husaini di luar Arhan, Witan, dan Irfan, dengan stok pemain depan yang ada, memang pilihan STy hanya bertumpu pada Saddam dan Braif yang memang sulit diharapkan penjadi penggedor lawan sesuai harapan publik sepak bola nasional, dan tak pernah memandang keberadaan Jack Brown di Kroasia.

    Dan, pada akhirnya sikap keras kepala STy luluh sekaligus dibukakan mata hatinya oleh Jack Brown. Dia memang sangat pantas menghuni posisi striker di Garuda Muda dibanding dua pemain yang selama ini terus diandalkan dan diberikan kepercayaan selain Irfan hanya karena unggul postur tubuh.

    Andai Braif tak cidera di menit 20, publik sepak bola nasional tentu tak akan melihat kehebatan Jack Brown yang mampu menunjukkan intelegensi dan personaliti yang baik. Kemampuan teknik dan speed yang dimilikinya juga baik.

    Kesempatan yang langka itu pun, langsung dibuktikan oleh Jack saat diberikan tampil dengan waktu 70 menit. Itu lebih panjang dibanding saat dicoba merumput pertama 45 menit, tampil setengah babak dan bukan bersama tim utama.

    Apakah di laga berikutnya, STy masih akan menutup mata untuk Jack? Atau masih akan membiarkan striker yang hanya unggul postur tinggi badan, lari ke sana ke mari tak tajam?

    Bila Elkan Baggot langsung dapat membuktikan diri sebagai pemain kelas dunia di Timnas U-19, dari 27 pemain yang berada di Kroasia sejak awal TC, memang Jack Brown pemain yang menjanjikan. Dia tidak seperti pemain pelapis lainnya yang sudah diberikan kesempatan oleh STy. Hanya diberikan kesempatan dua kali turun, maka di kesempatan kedua itulah Jack membuktikan dirinya layak menjadi starter striker di Timnas U-19 bersama Witan dan Irfan Jauhari untuk laga-laga berikutnya.

    Secara umum, dari hasil laga uji coba ke-15 atau ke-9 di Kroasia, dengan keberadaan 27 pemain plus kehadiran Baggott, serta skema andalan 4-4-2nya, STy dapat mengandalkan 2 kiper selain Adi Satrio. Kedua kiper pelapis Adi pun bermain baik saat diberikan kesempatan. Di posisi pemain belakang, hadirnya Baggot semakin mengokohkan pertahanan Timnas dan STy memiliki stok pemain belakang yang cukup.

    Di barisan gelandang, pemain yang menonjol memang hanya David, Brylian, dan Beckam. Sementara di barisan depan kini bertambah Jack, selain Witan, Supriyadi, dan Irfan.

    Sejarah dan prestasi dunia

    Kemenangan atas Makedonia yang sudah saya prediksi, bukan hanya memunculkan nama Jack yang memberikan harapan bagi Timnas U-19 yang bertenaga dan tajam di barisan depan. Namun pasusan STy ini telah menunjukkan prestasi tingkat dunia.

    Selain telah menumbangkan Timnas Qatar U-19, menumbangkan Makedonia Utara U-19 yang memiliki ranking FIFA 66 dunia, maka publik sepak bola dan media massa dunia pun tentu sudah mulai awas dengan persiapan Timnas U-19 untuk proyeksi Piala Dunia U-20.

    Kendati hanya laga uji coba, kemenangan telak 4-1, tetap menjadi catatan sejarah sepak bola dunia, bahwa Timnas Indonesia yang hanya di posisi 173 dunia, mampu membungkam tim berperingkat 66 dunia.

    Sebab, tercatat juga dalam sejarah, pasukan STy ini dibungkam Timnas Bulgaria U-19 3 gol tanpa balas, digilas Timnas Kroasia U-19 (1-7), dan diempaskan Timnas Bosnia U-19 (0-1), serta bermain imbang dengan Timnas Arab Saudi U-19, menang dan imbang versus Timnas U-19 Qatar.

    Dua kemenangan atas klub Kroasia Dinamo Zagreb dan NK Dugopolje, juga tetap masuk catatan sejarah, meski bukan kelas Timnas.

    Dengan demikian, setelah membukukan kemenangan ke-4 pada laga uji coba ke-9 di Kroasia atau uji coba ke-15 dari total semua uji coba sejak Shin Tae-yong (STy) membesut Timnas U-19, prestasi Shin Tae-yong (STy) menjadi 5-2-8, 5 menang, 2 imbang, dan 8 kalah dari rangkaian uji coba sejak Januari 2020, yaitu 6 laga di Thailand dan 8 laga di Kroasia.

    Kembali jinakkan Makedonia Utara U-19

    Setelah laga uji coba pertama versus Makedonia yang berlangsung di Stadion NK Junak Sinj, Split, Kroasia, Minggu malam, (11/10/2020) dengan kemenangan telak (4-1), laga kedua akan dihelat pada Rabu malam, (14/10/2020). Dengan kehadiran Baggot dan Jack, serta progres yang semakin naik, maka pasukan STy ini bakal kembali memetik kemenangan atas timnas dari Balkan ini.

    Catatan pentingnya, di laga pertama dengan kemenangan telak itu sebagian besar pemain sudah tak lagi gocak-gacek bola. Tidak lagi sok-sok an dan berlama-lama menguasai bola dan baru memberikan bola kepada teman di saat sulit. Sesuatu  yang akhirnya menyulitkan sang rekan. Cara bermain model Elkan Baggot dan Rizki Ridho dapat dijadikan acuan bagi pemain Timnas U-19 lain, yaitu cara yang simpel, taktis, tika-taka.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.