5 Fakta Penting dalam Musim Pendakian Gunung Everest 2021 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Kami Rita Sherpa di Gunung Everest

anton sujarwo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2020

Senin, 17 Mei 2021 14:35 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • 5 Fakta Penting dalam Musim Pendakian Gunung Everest 2021

    Ada banyak hal menarik dalam musim pendakian gunung Everest tahun 2021. Menarik karena, antara lain, ada berbagai rekor baru tercipta. Selain itu juga ada kisah pendakian yang berkahir tragis. Berikut adalah 5 hal yang paling menarik perhatian.

    Dibaca : 730 kali

    Bulan Mei masih belum berakhir yang artinya, musim pendakian umum di gunung Everest juga belum usai. Akan tetapi, meskipun masih ada beberapa tim ekspedisi yang belum meninggalkan base camp Everest saat ini, sudah ada cukup hal menarik sebagai fakta yang layak untuk diketahui sebagai result dari Everest Climbing Season 2021.

    Nah, kira-kira apa sajakah fakta penting untuk diketahui terkait dengan musim pendakian gunung Everest pada tahun 2021 ini?

    Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    ::: Tulisan ini bersumber dari artikel-artikel mountaineering up date karya Anton Sujarwo. Tulisan dan buku-buku pendakian gunung paling populer di Indonesia juga dapat dengan mudah kamu temukan disini :::

    Fakta Penting Musim Pendakian Gunung Everest 2021, dari Rekor Prestisius Sampai Kematian

    Sejujurnya aktivitas pendakian ke gunung Everest pada tahun 2021 ini belum sepenuhnya aman dari bahaya pandemi Covid-19. Akan tetapi, Nepal secara umum sudah membuka kembali keran pariwisata mountaineering mereka setelah ditutup total selama  tahun 2020. Menariknya, ada hampir 800 orang pendaki dan crew  mereka yang mendatangi Nepal hanya untuk mendaki gunung Everest saja di tahun ini.

    Dalam pendakian tahun ini, setidaknya ada beberapa peritiwa menarik yang terjadi dan mungkin layak untuk diperhatikan. Peristiwa ini dari terciptanya rekor-rekor prestisius sampai dengan musibah dan kematian yang merenggut nyawa para pendaki.

    Dan berikut ini adalah beberapa fakta yang paling menarik tentang pendakian gunung tertinggi dunia Everest pada tahun 2021.

    Kami Rita Sherpa Membuat Rekor 25 Kali Pemuncakan Everest

    gunung Everest

    Fakta pertama dari pendakian gunung Everest pada tahun 2021 adalah keberhasilan Kami Rita Sherpa memecahkan rekornya sendiri dalam jumlah pencapaian puncak Everest. Sebelumnya, Kami Rita Sherpa telah berhasil membukukan pendakian 24 kali pemuncakan Everest. Dan pendakiannya di tahun 2021 membuat Kami Rita memegang rekor 25 kali pemuncakan.

    Pencapaian Kami Rita ini menempatkan dirinya sebagai manusia yang paling sering berada di puncak gunung tertinggi di dunia. Profesinya sebagai Sherpa memungkinkan Kami Rita untuk menjadi seorang pendaki gunung yang paling produktif di Everest, baik sebagai tim fixing rope mau pun sebagai seorang sherpa pendamping.

    8 Saudara Kandung di Puncak Everest

    gunung Everest

    Fakta menarik selanjutnya terkait pendakian gunung Everest adalah keberhasilan 8 orang saudara kandung yang memuncaki gunung tertinggi di dunia ini. Kedelapan orang saudara kandung tersebut merupakan sherpa profesional Nepal. Dan Sherpa seperti yang diketahui bersama, adalah profesi paling umum yang dilakoni penduduk Nepal dalam mountaineering profesional.

    Delapan orang saudara kandung tersebut adalah; Pemba Dorje Sherpa (21 kali pemuncakan), Phurba Tenjing Sherpa (14 kali pemuncakan), Nima Gyaltsen Sherpa (9 kali pemuncakan), Phurba Thile Sherpa  (5 kali pemuncakan), Pemba Gyaltsen Sherpa (4 kali pemuncakan), Phurba Thundu Sherpa (2 kali pemuncakan), Dawa Diki Sherpa dan Nima Lhamu Sherpa dengan masing-masing satu kali pemuncakan.

    Three Sisters on Seven Summit

    gunung Everest

    Fakta menarik selanjutnya yang juga membuat musim pendakian gunung Everest semakin mengesankan adalah dengan berhasilnya tiga orang saudara perempuan mencapai puncak Everest. Tiga perempuan ini merupakan saudara kandung yang tergabung dalam project yang mereka sebut sebagai Three Sisters on Seven Summits.

    Seperti nama project-nya, tiga orang saudara perempuan ini tidak hanya mendaki Everest saja. Ketiga perempuan cantik yang berasal dari satu keluarga ini juga juga sudah berhasil membukukan pendakian di enam puncak tertinggi benua lainnya (seven summits). Nima Jangbu, Tshering Namgya dan Dawa Futi berhasil mencapai puncak Everest yang sekaligus menjadi gunung terakhir dalam tur seven summit mereka.

    Rekor 29 Jam Everest – Lhotse dari Kenton Cool

    gunung everest

    Fakta selanjutnya adalah keberhasilan pendaki legendaris Inggris melakukan pemuncakan berantai di Puncak Everest dan Puncak Lhotse dalam waktu kurang dari 29 jam pendakian. Setelah mencapai puncak Everest pada pukul 6:12 waktu Nepal tanggal 11 Mei, Kenton kemudian melanjutkan pendakian ke Puncak Lhotse.

    Bersama dengan Dorje Gyaltsen Sherpa, Kenton kemudian mencapai puncak gunung Lhotse pada pukul 11 siang. Pendakian ini sangat efisien dan cepat mengingat medan tempuh dan kesulitan yang mereka hadapi. Sebelumnya, Kenton Cool juga memegang rekor sebagai orang Inggris pertama yang mencapai puncak Nuptse, Lhotse dan Everest pada tahun 2013.

    Kematian Abdul Waraich dari Swiss dan Puwei Liu dari Amerika Serikat

    gunung Everest

    Fakta terakhir dari pendakian gunung Everest pada tahun 2021 adalah tentang kematian yang terjadi tepat 2 hari menjelang hari raya Idul Fitri yang dirayakan pula oleh beberapa pendaki yang beragama islam di gunung Everest.

    Pendaki pertama yang tewas adalah Abdul Waraich dari Swiss yang tewas dalam perjalanan turun dari puncak. Kemudian pendaki yang juga tewas di Everest tahun ini adalah Puwei Liu dari Amerika Serikat yang tewas setelah sempat mencapai Hillary Step dan dipaksa turun karena mengalami snowblind dan dehidrasi.

    Nah, itu adalah beberapa fakta penting mengenai result dari musim pendakian di Everest pada tahun 2021 ini.

    ::: Tulisan lain dari penulis mountaineering Indonesia dapat juga dilihat disini dan disini :::



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.