Kapankah Aspal Buton Mampu Menggantikan Aspal Minyak Impor ? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Presiden Tersenyum

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Minggu, 20 Juni 2021 06:20 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kapankah Aspal Buton Mampu Menggantikan Aspal Minyak Impor ?

    Saat peringatan 1 Abad aspal Buton 20214 mendatangm alangkah indahnya wacana Presiden Joko Widodo yang ingin menggantikan aspal minyak impor dapat diwujudkan. Apalagi hal itu telah diinstruksikan presdiden pada awal Januari 2015. Jika terwujud sebelum masa jabatannya berakhir, ini akan merupakan prestasi gemilang yang tidak mampu dilakukan presiden-presiden sebelumnya. Apabila ini terwujud, gelar sebagai “Bapak Infrastukrur Indonesia” akan makin kuat.

    Dibaca : 1.028 kali

    Pada tanggal 20 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo atau yang lebih akrab dipanggil Pak Jokowi, untuk pertama kalinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang ketujuh untuk periode pertama 2014-2019. Pada awal bulan Januari 2015, untuk pertama kalinya Pak Jokowi menginstruksikan kepada seluruh Kementerian terkait untuk menghentikan impor aspal minyak yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri. Selanjutnya mulai tahun 2016 pasokan aspal dalam negeri akan digantikan dengan aspal Buton. Instruksi Presiden ini disampaikan pada saat menggelar pertemuan dengan para Bupati/Wali Kota se-Indonesia Timur di Istana Bogor.

    Pada tanggal 20 Oktober 2019, untuk kedua kalinya Presiden Joko Widodo dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode kedua 2019-2024. Pada akhir Januari 2021, Pak Jokowi mengulangi kembali instruksinya untuk mengoptimalkan potensi aspal alam Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan aspal minyak yang berasal dari impor. Untuk mempercepat optimalisasi penggunaan aspal Buton itu, Pemerintah di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritian dan Investasi membentuk tim percepatan pemanfaatan aspal Buton.

    Mengingat pemerintahan Pak Jokowi periode kedua ini akan berakhir 3 tahun lagi pada tahun 2024, dimana pada tahun 2024 tersebut akan bertepatan juga dengan “Peringatan 1 Abad Aspal Buton”. Maka alangkah indahnya kalau saja wacana Pak Jokowi untuk menggantikan aspal minyak impor dengan aspal Buton yang telah diinstruksikannya pada awal bulan Januari 2015 itu akan sudah dapat terwujudkan sebelum masa pemerintahannya berakhir. Ini akan merupakan sebuah prestasi gemilang yang tidak mampu dilakukan oleh Presiden-Presiden Republik Indonesia sebelumnya. Apabila hal ini benar-benar terjadi, mungkin gelar yang akan dianugerahkan kepada Pak Jokowi sebagai “Bapak Infrastukrur Indonesia” tidaklah salah alamat. Oleh karena itu sangat dirasakan perlu akan adanya upaya-upaya khusus, dan gebrakan-gebrakan yang kreatif serta inovatif, untuk mempercepat terwujudnya instruksi Pak Jokowi itu, yang merupakan juga cita-cita dari seluruh rakyat Indonesia. Khususnya rakyat yang tinggal di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

    Mungkin langkah awal yang harus Pak Jokowi lakukan adalah mengunjungi Pulau Buton terlebih dahulu. Ini adalah sebagai bukti dukungan dan bukti ketulusan sepenuh hati, bahwa Pak Jokowi memang benar-benar dan sangat bersungguh-sungguh menginginkan agar aspal Buton mampu menggantikan aspal minyak impor. Dan yang lebih penting lagi adalah setelah Pak Jokowi melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri keadaan di Pulau Buton, maka Pak Jokowi nanti akan bisa membayangkan jauh ke depan bagaimana makmurnya rakyat di Pulau Buton apabila aspal Buton sudah mampu menggantikan aspal minyak impor.

    Lihatlah bagaimana rakyat di Pulau Buton akan beramai-ramai menyambut kedatangan Pak Jokowi dengan antusias dan penuh harapan. Tua dan muda semuanya akan menyambut kedatangan Pak Jokowi dengan rasa terima kasih yang mendalam. Bayangkan aspal Buton sudah hampir 1 abad masih belum juga mampu menyejahterakan rakyat di Pulau Buton. Dan sekarang tiba-tiba Pak Jokowi akan berkunjung untuk mengembangkan aspal Buton. Tentunya rakyat di Pulau Buton akan sangat berterima kasih sekali dengan berbondong-bondong bersuka cita menyambut kedatangan Pak Jokowi.

    Tetapi mengingat bahwa pada saat ini masa pandemi Covid 19 masih belum berakhir, maka kunjungilah Pulau Buton seyogyanya dilaksanakan secara sederhana, santun, dan tidak berlebihan. Dan dapat dijadikan sebagai panutan bagi rakyat Indonesia bahwa tidak perlu adanya penyambutan yang luar biasa meriah dan istimewa di masa pandemi Covid 19 ini. Karena rakyat di Pulau Buton juga sudah semakin sadar dan peduli bahwa meskipun mereka ingin sekali berjabat tangan langsung dengan Pak Jokowi, tetapi mereka akan lebih memilih dan mengutamakan menjaga kesehatannya.

    Bagaimana agar aspal Buton mampu menggantikan aspal minyak impor dalam kurun waktu 3 tahun, atau sebelum masa pemerintahan Pak Jokowi berakhir di tahun 2024 ? Masukan untuk Pak Jokowi adalah sesuai dengan apa yang telah ditulis di media detik.com tertanggal 18 Pebruari 2021, dengan judul “Pemerintah Diminta Tunjuk BUMN Kelola Aspal Buton” yang ditulis oleh Bapak Ahmad Redi - Pengamat Hukum Sumber Daya dari Universitas Tarumanegara. Peran Perusahaan BUMN sangat penting untuk pengelolaan aspal Buton, karena Perusahaan BUMN memiliki kapasitas modal, sumber daya manusia, teknologi, dan akses pasar yang luas. Keempat faktor inilah yang sejatinya merupakan “rahasia” kunci keberhasilan utama untuk mempercepat terwujudnya cita-cita rakyat Indonesia agar aspal Buton mampu untuk menggantikan aspal minyak impor dalam kurun waktu 3 tahun pemerintahan Pak Jokowi yang masih tersisa ini.

    Apabila kita menengok sejenak ke belakang, sejak Pak Jokowi untuk pertama kalinya menginstruksikan untuk menggantikan aspal minyak impor dengan aspal Buton di tahun 2015, sampai sekarang ini masih belum tampak adanya tanda-tanda keberhasilannya yang nyata. Memang benar, upaya dan usaha yang sudah dilaksanakan oleh seluruh Kementerian terkait sudah maksimal. Tetapi prosesnya masih terasa lambat dan tanpa kendali. Demi untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia, diharapkan Pak Jokowi sebagai Presiden Indonesia harus bersikap bijak menerima masukan dari rakyat Indonesia ini. Masukan ini adalah sebagai gambaran bahwa rakyat ingin sejahtera, dan salah satu jalannya adalah melalui “berkah” dari aspal Buton untuk menggantikan aspal minyak impor.

    Melihat keadaan Perusahaan-perusahaan BUMN yang sedang sulit akibat dampak dari pandemi Covid 19 saat ini, maka kelihatannya Perusahaan BUMN yang paling siap, mampu, dan pantas untuk mengelola aspal Buton hanyalah PT Pertamina (Persero) saja. Pertamina adalah satu-satunya Perusahaan BUMN di dalam negeri yang selama ini sudah memproduksi aspal minyak. Jadi sudah tepat sekali apabila Pak Jokowi menunjuk Pertamina sebagai Perusahaan BUMN yang akan mengelola aspal Buton.

    Pertamina sudah memiliki inisiatif untuk memproduksi “Aspal Hibrida” sejak tahun 2015. Aspal Hibrida adalah campuran antara aspal Buton ekstraksi dengan Decant Oil dari Pertamina. Ini merupakan solusi jitu bahwa dengan adanya penunjukkan Pertamina sebagai Perusahaan BUMN yang akan mengelola aspal Buton, maka harapan Pak Jokowi dan cita-cita seluruh rakyat Indonesia akan dapat segera terwujudkan.

    Tetapi sekarang pertanyaannya adalah “Kapankah aspal Buton akan mampu menggantikan aspal minyak impor ?”. Apakah sebelum masa pemerintahan Pak Jokowi berakhir di tahun 2024 ? Atau setelah tahun 2024 ? Mudah-mudahan Pak Jokowi membaca masukan dari tulisan ini, dan akan segera menunjuk Perusahaan BUMN yang menurut Pak Jokowi sudah siap, mampu, dan pantas untuk mengelola aspal Buton



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.