Euro 2020, Semua Prediksi Ambyar; Tapi Semifinal Masih Milik Tim Unggulan? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi sepak bola. Gambar oleh Rub\xe9n Calvo dari Pixabay

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 2 Juli 2021 06:02 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Euro 2020, Semua Prediksi Ambyar; Tapi Semifinal Masih Milik Tim Unggulan?

    Sejatinya publik sepak bola dunia sangat berharap antara Portugal, Prancis, dan Jerman dapat mengikuti jejak Spanyol ke babak 8 besar Euro 20202. Tapi mereka pulang lebih cepat. Semua prediksi ambyar. Beberapa tim semenjana malah melaju. Tapi seberapa kuat mereka akan bertahan? Diprediksi, babak semifinal tetap milik tim tunggulan yang masih tersisa. Mungkin Timnas Ceko yang akan menmyelinap masuk.

    Dibaca : 902 kali

    Euro 2020

     

    Babak 16 Besar EURO 2020 telah usai. Namun, Piala Eropa kali ini benar-benar membikin prediksi berdasarkan catatan-catatan matematis media olahraga dunia, para pengamat sepak bola, dan publik sepak bola dunia seolah tak ada artinya. Sebab hampir semua tim yang diunggulkan terempas babak 16 besar dan angkat kopor lebih dulu.

    Prediksi menjadi tak berarti

    Pasalnya prediksi-prediksi yang tidak sembarangan dan bukan isapan jempol karena berdasarkan fakta dan catatan prestasi tim, justru menuai hasil terbalik. Prediksi seolah menjadi tak ada artinya. Di antara sebabnya karena tim unggulan ada yang merasa jewama atau over percaya diri. Itu yang malah merusak keadaan dan membikin mereka kalah.

    Bila Portugal dan Jerman tersingkir di babak 16 besar, bisa disebut wajar. Pasalnya, baik Portugal maupun  Jerman dikalahkan sesama tim unggulan, yakni Belgia dan Inggris. Banyak kalanganmenyebut ini sebagai sebagai laga final kepagian.

    Tetapi, tersingkirnya Belanda dari tangan Ceko dan Prancis dari Swiss, benar-benar di luar prediksi. Belanda justru kalah dengan mudah oleh Ceko dan Prancis seperti jemawa tatkala telah unggul 3-1, hingga Swiss mampu menyamakan kedudukan. Ini membuat Prancis harus pulang karena kesalahan sendiri tatkala Mbappe gagal pinalti.

    Sebelum Piala Eropa 2020 dimulai 11 Juni dan akan berakhir 11 Juli 2021, dan sebanyak 24 negara akan bersaing di 11 negara tuan rumah untuk menjadi yang terbaik, ada dua tim yang merupakan debutan, yaitu Finlandia dan Makedonia Utara.

    Dari 24 tim peserta itu, sembilan di antaranya pernah juara, termasuk Potugal yang menjuarai turnamen sebelumnya. Kemudian, dari deretan peserta itu ada 8 negara yang layak digolongkan sebagai unggulan atau calon kuat juara dalam turnamen empat tahunan ini. Di antara tim unggulan tersebut adalah Portugal, Prancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, Belgia, dan Belanda.

    Sayang, 8 tim unggulan tersebut setelah melewati fase 16 besar, kini hanya tersisa  Italia, Spanyol, Belgia, dan Inggris. Bahkan, gugurnya Portugal, Prancis, dan Jerman disebut-sebut sebagai kutukan grup neraka, benar-benar terjadi.

    Portugal datang ke Piala Eropa 2020 dengan status juara bertahan. Prancis merupakan juara Piala Dunia 2018. Jerman kampiun Piala Dunia 2014.

    Kali ini, Portugal, yang lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu dari tim peringkat tiga terbaik, harus berhadapan dengan sesama unggulan dan lawan kuat, yaitu timnas Belgia yang merupakan jawara grup B. Bermain di Estadio de La Cartuja, Senin (28/6/2021), Cristiano Ronaldo cs menyerah 0-1. Gol yang dikemas oleh Thorgan Hazard (menit ke-42) menjadi penentu kemenangan tim asuhan Roberto Martinez itu.

    Menyusul berikutnya, giliran Prancis yang menyusul Portugal angkat koper usai dipermalukan Swiss lewat drama adu penalti. Terlalu jemawa, Les Bleus dipaksa bermain imbang 3-3 di waktu normal dan kalah 4-5 dalam adu penalti karena Kylian Mbappe menjadi satu-satunya penendang penalti Prancis yang gagal menyarangkan bola ke gawang Swiss.

    Kutukan grup neraka pun lengkap, tatkala Jerman, yang menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan muka,  ikut-ikutan gugur. Der Panzer harus mengakui kekalahan 0-2 dari Inggris di Stadion Wembley, Selasa (29/6/2021). Dua gol Inggris dicetak oleh Raheem Sterling (75') dan Harry Kane (86').

    Sejatinya, publik sepak bola dunia sangat berharap antara Portugal, Prancis, dan Jerman dapat mengikuti jejak Spanyol. Dalam Euro 2012, Spanyol juga berada dalam grup neraka bersama Italia, Kroasia, dan Rep. Irlandia, namun sebagai tim unggulan, tetap mampu membuktikan diri dan menjadi kampiun, juara Piala Eropa 9 tahun yang lalu.

    Bila Portugal harus rela tempatnya di rebut Belgia, Jerman digeser oleh Inggris karena sesama tim unggulan, publik sepak bola dunia masih mahfum. Tapi gugurnya Belanda dan Prancis menyisakan kekecewaan.

    Kini, pentas 8 besar Piala Eropa sudah diisi oleh 8 tim. Spanyol akan meladeni Swiss yang menyingkirkan Prancis. Kemudian sesama unggulan akan saling bentrok, Belgia vs Italia. Lalu, dua kuda hitam akan saling bentrok, Rep. Ceko versus Denmark. Dan, Inggris akan meladeni Ukrania. Jadwal lengkapnya adalah:
    2 Juli 2021 - Swiss vs Spanyol - St Petersburg Stadium - Pukul 23:00 WIB
    3 Juli 2021 - Belgia vs Italia - Football Arena Munich - 02:00 WIB
    3 Juli 2021 - Rep Ceko vs Denmark - Baku Olympic Stadium - 23:00 WIB.
    4 Juli 2021 - Ukraina vs Inggris - Olimpico - 02.00 WIB.

    Ceko jadi unggulan

    Melihat performa Ceko, nampaknya dalam babak 8 besar, bila semua berjalan normal dan wajar, maka akan muncul pemenang yang lolos ke partai semi final, yaitu Spanyol, Italia, Rep. Ceko, dan Inggris. Artinya, muncul tim unggulan baru yaitu, Rep. Ceko.

    Sebagai tim unggulan, Spanyol diprediksi akan mampu mengatasi Swiss. Belgia dan Italia sebagai sesama tim unggulan harus ada yang rela angkat kopor. Ceko sepertinya akan menggulung Denmark, dan Inggris akan mampu menjaga kepercayaan publik sebagai tim unggulan.




    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.