Kolombia Dijagokan Raih Juara 3 Copa America - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Copa Ameeica

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 10 Juli 2021 05:32 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Kolombia Dijagokan Raih Juara 3 Copa America

    Dalam Copa America kali ini Kolombia lebih bergigi. Di semi final mereka mampu memaksa Argentina terlibat dalam adu pinalti untuk menentukan pemenang. Dalam perburuan gelar juara 3 melawan Peru, Kolombia berharap pada striker utamaya, Luis Diaz. Dia sudah mencetak dua gol dalam turnamen ini. Kolombia diprediksi mampu mengalahkan Peru dengan skor selisih satu.

    Dibaca : 702 kali

    Tanpa terasa, di tengah pandemi corona yang terus merajalela di dunia, publik sepak bola pun akan segera ditinggal oleh semaraknya pesta sepak bola di Benua Biru dan Benua Amerika, yang hanya menyisakan 3 laga lagi. Dua laga, perebutan juara ketiga dan babak final di Copa America 2021. Lalu, babak final Euro 2021. Sebab, di Euro atau Piala Eropa, juara 3 ditiadakan atau tidak dipertandingan.

    Perebutan juara 3 Copa America

    Di Copa America, laga Peru melawan Kolombia dalam perebutan tempat ketiga akan berlangsung pada Sabtu (10/7/2021) pukul 07.00 WIB di Stadion Nasional Brasil.

    Meski La Blanquirroja, julukan Peru, kalah 0-1 saat menghadapi Brasil di laga semifinal Copa America 2021, penampilan skuad besutan Ricardo Gareca sepanjang Copa America tahun ini patut diapresiasi karena mengalami perkembangan signifikan sejak awal turnamen.

    Awalnya Peru terseok di laga awal fase grup. Menelan kekalahan 4-0 dari Brasil. Namun, Gianluca Lapadula ca mampu bangkit dengan memetik kemenangan 2-1 atas Kolombia, menahan imbang Ekuador 2-2 , lalu mengalahkan Venezuela 1-0. Hasilnya, La Blanquirroja lolos ke perempat final sebagai runner-up Grup B tepat di bawah Brasil.

    Saat babak perempat final, Peru juga cemerlang. juga terbilang ngotot. Tertinggal lebih dulu 0-1 dari Paraguay, kemudian mampu menyamakan keadaan hingga skor berakhir dengan 3-3. Tiket semifinal pun di tangan via adu penalti. Di semi final kalah lagi dari Brasil, tetapi perkembangan Peru signifikan, karena Peru hanya kebobolan 1 gol.

    Untuk urusan produktivitas, dalam 6 laga di Copa America 2021,  La Blanquirroja mampu membukukan 8 gol. Karenanya, atas catatan performa khusus kali ini, Peru juga akan merepotkan Kolombia.

    Pasalnya, dalam kesempatan perebutan juara 3, Kolombia diunggulkan dapat menekuk Peru. Faktanya adalah berdasarkan statistik pertemuan kedua tim dalam lima duel terakhir.

    Kolombia unggul dengan memenangkan tiga pertandingan, satu kali imbang serta satu kali kalah atas Peru. Namun, kekalahan Kolombia terjadi di pertemuan terakhir mereka.

    Dalam Copa America kali ini, Kolombia nampak lebih bergigi, sebab di semi final mampu memaksa Argentina hanya menang melalui adu pinalti.

    Meladeni Peru, Kolombia berharap banyak kepada striker utamaya Luis Diaz di lini depan yang sudah mencetak dua gol dalam turnamen ini. Atas catatan-catatan tersebut, Kolombia diprediksi akan mampu mengalahkan Peru dengan skor ketat 1-0 atau 2-1. Itu bila Kolombia tak lengah. Bila lengah, Peru akan membalikkan keadaan atau akan mengajaknya adu pinalti dan memenangi laga.

    Berbeda dengan gelaran Euro, di Copa America tak ada babak extra time. Bila laga imbang diwaktu normal, sistemnya langsung adu pinalti.

    Euro tak ada juara 3

    Gelaran Euro 2020 tak ada perebutan juara 3, karenanya akan langsung digelar babak final pada Senin (11/7/2021) pukul 02.00 WIB antara Inggris versus Italia.

    Turnamen Euro, memang  berbeda dari
    ajang Piala Dunia, Piala Konfederasi, Piala Afrika, dan Copa America yang memainkan laga perebutan gelar juara ketiga. Karena ada beberapa alasan.

    Dalam catatan sejarah Euro, pertandingan tempat ketiga sempat diadakan sejak edisi pertama tahun 1960 hingga edisi keenam tahun 1980. Catatannya, Cekoslovakia adalah tim pertama dan yang terakhir memenangkan gelar juara ketiga Piala Eropa di tahun 1960 dan 1980.

    Selain Ceko, Hungaria, Inggris, Belgia, dan Belanda masing-masing secara berurutan juga sempat merasakan berada di podium juara ketiga dari tahun 1964 sampai 1976.

    Namun, UEFA akhirnya mulai meniadakan duel perebutan juara ketiga setelah melihat fakta bahwa pemirsa televisi dan tingkat kehadiran penonton di arena laga hiburan tersebut konsisten terus menurun.

    Sejatinya, banyak kalangan menilai bahwa UEFA sebenarnya perlu kembali menggelar duel tempat ketiga. Sayang, ternyata tak sedikit pula yang tetap mendukung UEFA untuk tidak memainkan laga perebutan tempat ketiga. Selain karena alasan bisnis, juga karena semangat tim sudah berbeda.

    Mari kita saksikan laga Peru versus Kolombia tetap dari rumah saja. Pun tetap dengan prokes Covid-19 yang ketat.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.