Ekky Pradana, Perajin Wayang Kulit Muda di Semarang - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Mileniapr

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Agustus 2021

Jumat, 6 Agustus 2021 07:47 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Ekky Pradana, Perajin Wayang Kulit Muda di Semarang

    Mahasiswa Universitas Negeri Semerang ini merintis usaha pembuatan wayangnya dari hoby. Ia mulai mencoba membuat wayang dari bahan karton untuk koleksi pribadi. Karyanya tercium oleh kolektor yang tertarik membeli. Maka terbukalah pintu usaha kreatifnya ini.

    Dibaca : 1.139 kali

    Di era globalisasi seperti saat ini sangat jarang kita menemukan anak muda yang peduli kesenian wayang. Barangkali kesenian itu dianggap ketinggalan zaman. Namun, berbeda dengan Putranda Ekky Pradana. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini berhasil menjadi salah satu pengrajin wayang kulit termuda di Kota Semarang.

    Ekky tertarik wayang berkat ayah dan kakeknya, saat itu dia masih di Sekolah Dasar (SD). Ekky kerap menyaksikan pentas kesenian wayang. Kelak, hal itu yang membuat Ekky mulai berkecimpung di dunia pembuatan wayang.

    Awalnya Ekky hanya membuat wayang pada selembar karton dengan meniru bentuk asli wayang kulit milik kakeknya. Karya itu ia jadikan sebagai koleksi pribadi. Ekky lalu memposting foto-foto karyanya itu di laman Facebook. Ternyata para kolektor wayang tertarik untuk membelinya. Sejak itulah Ekky mulai memasarkan hasil wayang buatannya, baik kepada kolektor wayang maupun kepada dalang.

    Pada tahun 2017 Ekky masih menjual kerajinan wayangnya lewat mulut ke mulut. Akan tetapi, pada tahun 2018 ia mulai mendaftarkan usaha kerajinan wayangnya dalam UMKM dan mulai menawarkanproduksinya melalui media sosial instagram. 

    Ekky telah menjual wayang-wayangnya hingga ke luar negeri, seperti Jerman, Meksiko, dan Jepang. Harga wayangnya bervariasi sesuai kualitas ukuran, serta tingkat kesulitan.  Harganya berisar antara Rp 1-5 juta, dengan waktu pengerjaan antara 2 minggu hingga 1 bulan

    Saat ini, Ekky tidak hanya membuat wayang dari bahan kulit sapi dan kerbau, namun juga terbuat dari karton duplex. Ekky memproduksi wayangnua dengan beragam pola dan ukiran, serta warna-warna yang berbeda pada setiap wayang. 

    Pada masa awal pandemi Covid-19, usaha pembuatan wayang milik Ekky juga terdampak. Penjualan menurun, karena pertunjukkan pentas wayang kulit tidak bisa dilaksanakan. Namun kini pertunjukan wayang dapat dilaksanakan secara online, sehingga usaha wayang Ekky berangsur pulih. 

    Adanya permasalahan yang dihadapi salah satu UMKM selama pandemi ini, mahasiswa KKN Tim II Undip yang berada di RT 07 RW 02 Kelurahan Pudak Payung memiliki inisiatif untuk membuat program berupa edukasi pemanfaatan platform e-commerce secara inovatif. Melalui program tersebut diharapkan nantinya semakin banyak orang yang mengetahui usaha pembuatan wayang milik Ekky, dan semakin banyak pula anak muda yang tertarik untuk menggeluti usaha di bidang yang sama. Selain itu, melalui program ini juga diharapkan dapat terus  melestarikan kesenian wayang. 

    KKN Universitas Diponegoro
    Tim II Tahun 2021
    Mahasiswa : Milenia Aprila (Ilmu Ekonomi)
    DPL : Prof. Ir. Edy Darmawan, M. Eng



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.