Jinakkan Nepal dan Berlatih Strategi Kalahkan Australia - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Timnas U-23

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 22 Oktober 2021 10:40 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Jinakkan Nepal dan Berlatih Strategi Kalahkan Australia

    Bila Bagus dkk lulus dalam teori dan praktik bertahan kolektif lalu melakukan serangan balik saat meladeni Nepal, maka bukan saja kemenangan kedua dalam uji coba dapat direngkuh, tetapi juga sekaligus praktik strategi akhir sebelum bersua Australia.

    Dibaca : 661 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Laga uji coba timnas Indonesia U-23 versus timnas Nepal U-23 pada Jumat (22/10/2021) akan menjadi persiapan akhir pasukan Shin Tae-yong dalam menjajal komposisi pemain dalam pertandingan yang sebenarnya saat nanti meladeni timnas Australia U-23.

    Timnas Austalia kini kokoh di posisi 34 ranking FIFA, bedanya 131 digit dengan timnas Indonesia.

    Laga yang akan digelar di Hisor Central Stadium, Dushanbe juga menjadi ujian penting bagi pertahanan pasukan Garuda yang sebelumnya jebol hanya dalam tempo lima menit setelah kick-off oleh pasukan Tajikistan U-23.

    Sehingga, meski pada akhirnya Bagus Kahfi dan rekan membalikkan keadaan dan unggul 1-2, tetap saja sektor pertahanan menjadi titik lemah timnas U-23 yang wajib dibenahi oleh STy.

    Hal ini pun diakui oleh STy bahwa evaluasi hasil laga uji coba versus Tajikistan pada Selasa (19/10/2021), di Republican Central Stadium, Dushanbe, lini pertahanan menjadi fokus perhatian yang wajib diperbaiki.

    Kendati hasil akhir timnas U-23 menang 2-1 atas Tajikistan dengan cara comeback, catatan bahwa anak-anak Garuda sempat tertinggal lebih dulu usai Tajikistan mencetak gol ketika laga baru berjalan lima menit, benar-benar wajib menjadi perhatian para pemain yang dipercaya merumput oleh STy.

    Nepal lebih mudah

    Secara matematis, menghadapi timnas Nepal U-23, akan lebih mudah bagi Garuda muda. Pasalnya, Tajikistan yang nangkring di posisi 114 dunia sesuai rilis ranking FIFA (21/10/2021) saja dapat dijinakkan.

    Nepal justru ada di posisi 169, empat peringkat di bawah Indonesia yang kini bertengger di posisi 165 dunia, dari 210 negara yang mendapat poin hitungan ranking FIFA.

    Atas catatan ranking FIFA tersebut, maka secara logika, karena Nepal akan lebih mudah dijinakkan, namun secara ujian, meski STy akan memperbaiki bagian pertahanan timnas Indonesia U-23, barisan pertahanan Indonesia justru akan kurang teruji karena lawan lebih mudah.

    Namun demikian, laga nanti malam tetap menjadi kesempatan terakhir bagi STy untuk memperbaiki lini belakang, sekaligus mencoba komposisi pemain sebelum bersua timnas Australia pada 26 dan 29 Oktober 2021.

    Adopsi cara Korsel jinakkan Jerman 2018= Sebelum meladeni Australia yang sudah sangat percaya diri, bahkan tim yang dipersiapkan juga sudah menatap Olimpiade Paris, Prancis 2024 karena murni pemain baru yang akan diturunkan, STy memang benar-benar wajib fokus pada lini pertahanan timnas Indonesia U-23.

    Tidak ada cara lain, saat nanti meladeni Australia, kecuali dengan cara mengadopsi gaya bermain Korea Selatan saat membungkam Jerman di penyisihan Grup Piala Dunia 2018. Gaya itu, adalah menerapkan pertahanan kolektif dan strategi serangan balik yang mematikan.

    Karenanya, selain mencoba komposisi pemain, startegi bertahan kolektif yang di dalamnya lekat dengan perubahan transisi bertahan dan menyerang yang dinamis dan cepat, laga uji coba melawan Nepal akan menjadi ujian teori dan praktik bagi para penggawa Garuda demi tak kalah dari Australia nanti.

    Bila Bagus dkk lulus dalam teori dan praktik bertahan kolektif lalu melakukan serangan balik saat meladeni Nepal, maka bukan saja kemenangan kedua dalam uji coba dapat direngkuh, tetapi juga sekaligus praktik strategi akhir sebelum bersua Australia.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.