Menanti Laga El Classico Asia Tenggara, Bagaimana Kans Timnas Garuda Mengalahkan Malaysia? - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Sepak bola

windhu prasetyo simson

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Minggu, 19 Desember 2021 10:44 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Menanti Laga El Classico Asia Tenggara, Bagaimana Kans Timnas Garuda Mengalahkan Malaysia?

    Timnas Garuda hanya membutuhkan hasil seri, sedangkan Malaysia harus menang agar tiket semifinal bisa diraih. Selain rivalitas tentunya selalu ada drama baik di luar dan di dalam lapangan yang ikut membuat tensi pertandingan semakin meningkat.

    Dibaca : 1.041 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Laga antara Timnas Garuda melawan Malaysia dalam lanjutan Piala AFF 2020 akan dilaksanakan Minggu, tanggal 19 Desember 2021. Pertandingan antara kedua negara ini selalu menarik untuk ditunggu. Laga ini kerap mendapat julukan EL Classico Asia Tenggara baik dari media maupun dari netizen.

    Timnas Garuda hanya membutuhkan hasil seri, sedangkan Malaysia harus menang agar tiket semifinal bisa diraih. Di sisi lain Vietnam akan menghadapi Kamboja, Vietnam hanya butuh hasil seri untuk melaju ke semifinal. Partai inipun menarik karena bisa saja secara tidak terduga Kamboja membuat kejutan dengan mengalahkan Vietnam.

    Gengsi untuk menjadi yang terbaik di antara Indonesia-Malaysia selalu menjadi warna dari pertarungan di antara keduanya. Selain rivalitas tentunya selalu ada drama  baik di luar dan di dalam lapangan yang ikut membuat tensi pertandingan semakin meningkat. Berbagai pandangan dan  komentar-komentar dari banyak kalangan selalu menghiasi pemberitaan media. Netizen dari kedua belah pihak pun semakin membuat suasana menjadi semakin semarak dengan berbagai kontroversi yang ada. Tidak hanya sepakbola pertemuan pada cabang bulutangkis pun selalu seru. Tidak pernah satukalipun pertemuan antar kedua negara ini tanpa drama.

    Drama Malaysia

    Pada Piala AFF kali ini drama  dari tim Malaysia tentunya dimulai dengan adanya beberapa pemain yang terkena Covid-19 dan harus dikarantina sesuai regulasi yang ada,   sehingga membuat jumlah pemain Malaysia berkurang signifikan. Hal ini membuat mereka berencana untuk mengajukan permintaan penambahan pemain ke panitia AFF. Jika tidak dituruti maka mereka berencana akan mundur dari turnamen ini. Belakangan Pejabat federasi sepakbola  Malaysia membantah berita mengenai rencana mundurnya mereka dari turnamen AFF. Menurut mereka itu adalah berita yang dibuat oleh media Vietnam.

    Pada pertandingan nanti  kabarnya Malaysia sudah bisa diperkuat oleh semua pemainnya, karena pemain yang harus dikarantina sudah menyelesaikan karantinanya. Malaysia agak diuntungkan karena memiliki waktu istirahat lebih lama yaitu satu minggu. Hal ini jelas berpengaruh kepada pemulihan fisik.

    Pleatih Malaysia Tan Cheng Hoe dua hari terakhir ini juga terlihat sering kali membuat berita, terakhir dia takut jika Egy akan membela timnas. Mungkin ini untuk menutupi kegugupannya karena memang ditargetkan untuk masuk semifinal, karena jika sampai gagal maka jabatannya sebagai pelatih akan menjadi taruhan.

    Timnas Garuda

    Sebaliknya Timnas Garuda terlihat tidak banyak berita , cenderung lebih tenang. Egy kemungkinan belum bisa membela timnas karena belum dilepas klubnya. Mudah-mudahan Elkan Bagot sudah bisa memperkuat timnas, untuk memberi penguatan pada lini belakang timnas. Hendaknya kedisiplinan yang sudah diterapkan dengan baik selama 90 menit  pada waktu melawan Vietnam dapat diterapkan juga dengan konsisten pada pertandingan melawan Malaysia ini. Tinggal menunggu kiprah dari lini depan yang memang belum maksimal. Peluang untuk meraih kemenangan masih terbuka lebar.

    Kans kedua tim untuk memenangkan pertandingan adalah sama besarnya, meskipun secara pribadi tentunya menginginkan Timnas Garuda lah yang menjadi pemenangnya. Apapun yang nantinya akan terjadi,  timnas kali ini sudah bisa memberikan harapan besar dengan adanya perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan coach Sty.  Persaingan boleh saja keras, tetapi tetap menjungjung tinggi sportifitas. Rivalitas cukup hanya di lapangan karena setelah itu bagaimanapun kita adalah tetangga dekat yang saling membutuhkan satu sama lain.

     

     

     

     

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.