Sempro-ku Hanya Angan-angan - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Perkuliahan Online

Dedek Putry Maulidar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Desember 2021

Jumat, 28 Januari 2022 06:56 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Sempro-ku Hanya Angan-angan

    Tampah andanya dibelakangnya orang pendukung dan kerja keras tidak akan bisa seperti sekarang.

    Dibaca : 770 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hai ketemu lagi ….

    Ini hanya lah cerpen yang anak perkuliahan.

    Selama aku bertempur tahun 2018 sampai akhir 2021, bisa dianggap dari semester 7 ke semester 8 (angkatan akhir ya bisa dibilang). Masa-masa itu aku memulai lika-liku seperti biasa anak perkuliahan penuh dengan perjuangan,  memberikan motivasi untuk diri sendiri, mempunyai teman, sahabat, dan dosen yang luar biasa. Aku mahasiswa semester 7 ini mau semester 8 akan menempu namanya seminar proposal (Sempro). Inilah ceritanya.

    Untuk menuju sempro ya… bisa kita bilang seminar proposal sangat lah banyak tantangan yang harus dihadapi beda dengan teman-temanku yang seangkatan. Mereka bilang “Itu gampang untuk ACC tinggal bilang aja, kan dosen kamu enak (diam ya… ini rahasia maaf)” Aku hanya bisa bersabar dan berjuang. Banyak orang bertanyak kenapa …? "bisa dibilang aku tidak tau"

    Di panduan buku perkuliahan namanya buku proposal aku mahasiswa semester akhir. Itu harus disetujui oleh dosen wali atau disebut pembimbing. Judul yang aku ajukan itu pas aku semester 6. Ada 3 yang aku ajukan yang diterima oleh dosenku Cuma satu. Bisa dibilang pembimbing ku namanya pak (A).

    Dalam masa semester 7 itu aku membuat isi untuk judul seminarku…. Yang memiliki pendahuluan, landasan teori dan metode penelitian. Untuk membuat itu semua memang gampang dalam hayalan tapi itu semua sangatlah susit. Aku setiap bulan bertemu dosen pembimbingku. Beliau ini beda dengan dosen pembimbing yang lain angkatan 18 ya…bisa dibilang ini angkapan ku saja.  

    Banyak teman bilang mereka cuma dibaca dan di-acc seminar dicovernya. Awalnya aku merasa iri kenapa ya…?, mereka dapat dosen yang berutung. Dan mereka juga iri kepadaku mendapatkan dosen yang sangat baik… (sabar ya…)

    Diakhir tahun 2021 mau 2022  jam 21.00 malam aku dapat info bahwa temanku gak semua hanya sebagian yang akan menuju sempro ditanggal 4 januari 2021. Aku sangat iri awalnya. Aku menelepon keluargaku dan menceritakan temanku mengenai dosen pembimbing mereka. tapi kakakku menasehatiku bahwa bersabar dan berdoa kuncinya. kakakku bilang “Orang cepat belum tentu bisa cepat selesainya, orang dengan ipk yang banyak pun belum tentu cepat selesai karena itu adalah sebuah rezeki yang tidak akan kita ketahui”. Dari situ aku menyadari bahwa iri itu penting tapi harus bisa kontrol.

    Kakakku bilang “berdoa usahakan udah”. Kamu dapat dosen pembimbing yang  sangat baik. Aku pun berpikir benar apa yang dikatakan kakakku. Aku dapat dosen pembimbing yang bisa dikatakan sangatlah baik yang bisa memberikan arahan dan saran.

    Tapi aku akan berusaha mendapatkan acc seminar dalam judul coverku ini ditanggal 3 januari 2022. Aku berdoa muda-mudahan bisa diacc. “Amin”. Pasti kalian penasaran apa aku dicc judul atau tidak ?.... tunggu jawabannya ditanggal 3 januari 2022. Kalian sangat salah bawah sanya acc judul itu bukan hal yang kita anggap sangat menyenangkan, aku  lelah dan bergadang untuk bisa memperbaiki proposal ku supaya di acc.

    Ditanggal 10 januari 2022, proposal ku di acc oleh dosen wali ku. Tapi mau daftar pun untuk seminar ada halagan pula yang akan aku tempu. Yaitu terakhir penutup pan seminar tampa (....tepak sendiri). Aku berdoa supaya hari selasa aku bisa seminar proposal dan akhirnya tanggal 25 januari 2022 aku pun seminar proposal.

    Kalian tidak pernasaran bahwa aku sudah mendaftar tentang PLP II dan sekalian melakukan penelitian dimana hayo?.... “sabar, ya….” Tunggu cita-cita tercapai atau tidak.

    Jangan lupa dibaca.

    Ikuti tulisan menarik Dedek Putry Maulidar lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.