Benarkah Dorce Dilahirkan Sebagai Laki-Laki? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Dorce Gamalama. Tempo/Nuridansah

Muhamad Hasim

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2021

Rabu, 16 Februari 2022 12:19 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Benarkah Dorce Dilahirkan Sebagai Laki-Laki?

    Orang awam sering kali beranggapan bahwa kaum transgender adalah laki-laki yang mengubah dirinya menjadi perempuan, atau perempuan yang mengubah dirinya menjadi lalki-laki. Namun faktanya tidak ada laki-laki sejati, atau perempuan sejati, yang berkeinginan mengubah jenis kelamin mereka.

    Dibaca : 672 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Banyak orang mengutuk transgender sebagai para pendosa karena mereka telah mengubah ciptaan Tuhan, dan mengingkari kodrat yang diberikan Tuhan pada mereka. Dan Dorce Gamalama, karena ia merupakan seorang selebriti populer, adalah orang yang paling banyak dituding tentang hal ini. Namun benarkah Dorce telah mengingkari kodratnya? Benarkan dia terlahir sebagai laki-laki dan kemudian mengubah dirinya menjadi perempuan. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu tentu kita harus tahu terlebih dahulu definisi tentang laki-laki dan perempuan.

    Namun, jika kita merujuk ke kamus, laki-laki dan perempuan hanya didefinisikan secara fisik semata. Kamus Meriam Webster mendefinisikan laki-laki (male) sebagai jenis kelamin yang mempunyai kapasitas memproduksi motile gametes (sperma) yang bisa membuahi sel telur si wanita. Sedangkan Wanita (female) didefinisikan sebagai jenis kelamin yang mempunyai kapasitas melahirkan anak atau memproduksi sel telur. Kamus-kamus lainnya juga kurang lebih sama.

    Tapi ada satu hal mendasar yang dilupakan oleh kamus-kamus tersebut, yaitu kejiwaan (psyche), yang terdiri dari feminity (feminitas); kejiwaan perempuan, dan masculinity (maskulinitas); kejiwaan laki-laki. Faktor kejiwaan ini terpisah dari jenis kelamin secara fisik. Seorang berjenis kelamin fisik laki-laki bisa saja memiliki jiwa perempuan (feminitas) dan seorang berjenis kelamin perempuan, bisa saja memiliki kejiwaan laki-laki (maskulinitas). Dan itu mereka dapatkan sejak lahir, bukan sesuatu yang dibuat-buat.

    Maka tak heran jika kita sering melihat dalam kehidupan kita sehari-hari, laki-laki yang berjiwa perempuan, atau perempuan yang berjiwa laki-laki. Dan mungkin banyak orang mengira sifat laki-laki yang keperempuan-perempuanan, atau perempuan yang kelaki-lakian itu adalah hal yang dibuat-buat, namun sesungguhnya tidak demikian. Mereka sesungguhnya adalah perempuan, tapi terjebak dalam tubuh laki-laki, atau laki-laki yang terjebak di dalam tubuh perempuan.

    Orang awam mungkin berpikiran bahwa Tuhan hanya menciptakan laki-laki dan perempuan, dan menolak mengakui adanya jenis kelamin ambigu; perempuan bukan, lelaki pun bukan. Tapi faktanya, jenis kelamin ambigu itu memang ada. Para dokter dan bidan, dan dukun beranak, tentu sering menyaksikan kelahiran orang yang jenis kelaminnya ambigu; gabungan dari perempuan dan laki-laki, dan dokter, bidan, dan dukun beranak itu kesulitan menentukan apakah jenis kelamin mereka perempuan (saja), atau laki-laki (saja).

    Dan kalau kelak di kemudian hari, mereka, yang jenis kelaminnya ambigu itu, memilih satu jenis kelamin saja, baik dengan operasi kelamin, atau hanya sebagai orientasi identitasnya, itu adalah hak mereka. Dalam hal ini, tidak ada yang boleh menghalangi mereka.

    Begitu juga dengan kejiwaan. Orang awam yang normal mungkin tidak mudah mengakui dan menerima fakta bahwa orang berjenis kelamin fisik laki-laki namun berjiwa perempuan, atau berjenis kelamin fisik perempuan namun berjiwa kaki-laki itu memang ada, karena mereka, orang awam itu, membandingkannya dengan diri mereka sendiri. Mereka, orang awam itu, sering kali mengira sifat keperempuan-perempuanan dalam diri laki-laki, atau sifat kelaki-lakian dalam diri perempuan itu sesuatu yang disengaja, dan dibuat-buat untuk sekedar bertingkah aneh, dan bisa diubah jika orangnya mau, tapi faktanya, itu bukanlah sifat yang dibuat-buat, dan tidak bisa diubah, walaupun mereka berusaha keras untuk itu, karena itu adalah sifat sejati yang mereka bawa sejak lahir.

    Dan perlu pula diketahui bahwa jiwa perempuan dalam tubuh laki-laki, atau sebaliknya, itu tidak selalu nampak. Melainkan banyak pula yang tersembunyi, atau berusaha disembunyikan oleh yang menyandangnya, dan tidak terlihat dalam kehidupannya sehari-hari.

    Seseorang bisa saja tampak sebagai laki-laki sejati, macho, dan maskulin, tapi, siapa tahu, jauh di lubuk hatinya dia menyimpan jiwa perempuan yang selalu ingin memberontak, dan dia merasa tersiksa akan hal itu.

    Dapo Adaralegbe adalah seorang pria Nigeria yang macho, yang tidak ada tanda-tanda sifat kewanitaan sama sekali secara fisik namun jauh di lubuk hatinya, dia merasa dirinya adalah seorang wanita, dan kemudian memilih melakukan operasi kelamin di luar negeri, dan mengganti namanya menjadi Stephanie Rose. Dia merasa puas dan bahagia setelah mengubah dirinya menjadi wanita karena tidak ada lagi yang harus dia sembunyikan, yang membuat jiwanya selalu tertekan.

    Di tempat lain, ada seorang pria yang bernama Matt, yang terlahir secara fisik sebagai laki-laki sejati, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kewanitaan sama sekali, dan bahkan sempat menjadi tentara, anggota Marinir AS, namun di usia dewasanya dia memilih mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan. Dia mengatakan bahwa dirinya tersiksa karena selama ini menyembunyikan jiwa femininnya yang sudah ada sejak dia kanak-kanak, dalam pergaulan sehari-hari, di sekolah, dan di balik seragam militernya. Dan  dia merasa sangat bahagia ketika akhirnya berhasil mengubah dirinya menjadi perempuan, dan mengekspresikan dirinya sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari-hari.

    Begitu juga sebaliknya, banyak wanita yang terlihat sejati sebagai wanita, namun menyimpan jiwa laki-laki di dalam tubuhnya, dan memilih berganti kelamin menjadi laki-laki. Kisah-kisah mereka bisa disaksikan di Youtube, atau dibaca dalam berbagai website.

    Orang awam mungkin tidak akan mengerti mengapa seseorang yang tampak sebagai laki-laki sejati, dan tidak menunjukkan sifat-sifat kewanitaan sebelumnya, lalu mengubah dirinya menjadi perempuan, tapi para ilmuwan mempunyai penjelasan tentang hal ini.

    Gejala seperti ini oleh para ahli disebut gender dysphoria.

    Gender dysphoria adalah kondisi di mana seseorang mengidentifikasikan dirinya sebagai jenis kelamin berbeda dari yang semula ditentukan oleh dokter ketika mereka lahir.

    Seseorang bisa saja mengalami gender dysphoria pada tahap mana saja dari usia mereka.

    Seorang anak usia adolesens bisa secara klinis didiagnosa oleh dokter mengalami gender dysphoria apabila dia telah mengalami sekurangnya dua dari situasi-situasi di bawah ini, selama enam bulan.

    1. Adanya perbedaan signifikan antara pengalaman atau ekspresi gender mereka dengan karakteristik jenis kelamin primer atau sekunder mereka.
    2. Adanya dorongan kuat untuk terlepas dari karateristik gender primer atau sekunder tersebut.
    3. Adanya keinginan kuat untuk memliki karakteristik jenis kelamin primer atau sekunder dari gender yang berbeda.
    4. Timbulnya keinginan kuat untuk berganti jenis kelamin.
    5. Timbulnya keinginan kuat agar diperlakukan sebagai jenis kelamin berbeda.
    6. Adanya kepercayaan bahwa mereka memiliki perasaan dan reaksi yang sama dengan jenis kelamin yang berbeda.

    Di samping mengalami dua kondisi di atas, si anak juga telah mengalami kesulitan atau masalah dalam pergaulan sehari-hari, di tempat kerja, atau area-area kehidupan lainnya sebagai akibat dari mengalami gender dysphoria.  (Francis Kuehnie, MSN, RN-BC—Medical New Today).

    Dorce Gamalama boleh jadi terlahir secara fisik laki-laki, namun dia memiliki jiwa perempuan, atau mengalami gender dysphoria seperti di atas, sehingga tidak bisa disebut sebagai laki-laki sejati.

    Kita boleh mengatakan Dorce terlahir sebagai laki-laki kalau secara fisik (jenis kelamin fisiknya) maupun jiwanya adalah laki-laki. Tapi kalau hanya fisiknya saja yang laki-laki, tapi jiwanya perempuan, maka kita tidak bisa mengatakan dia terlahir sebagai laki-laki.

    Kita tidak bisa menjustifikasi kasus transgender seperti yang dialami Dorce ini hanya dengan merujuk pada definisi yang ada dalam kamus.

    Dan, lagi pula, tidak ada laki-laki sejati yang mau dengan sengaja mengubah drinya menjadi perempuan, atau sebaliknya ***

    Ikuti tulisan menarik Muhamad Hasim lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.