Menebar Pelangi Melalui Tulisan - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Harapan. Karya S. Hermann \x26 R. Richter dari Pixabay.com

Helwiyah ewi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Sabtu, 19 Februari 2022 19:12 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Menebar Pelangi Melalui Tulisan

    Tuangkan Ide dalam tulisan. Tulisan tak akan bermakna jika disimpan. Bagikan sebagai warisan pengetahuan bagi generasi penerus. Menulis ibarat menanam pohon buah. Jika  konsisten dilakukan, suatu saat akan berbunga dan berbuah. Itu akan memberikan kebahagiaan yang tak terduga. Tulisan akan abadi sebagai jejak digital bagi masa depan. Tulisan adalah sebuah investasi bagi masa depan.

    Dibaca : 922 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Selama  nafas  masih dikandung badan, selama  masih memiliki kegiatan, selama lahir bathin masih normal, manusia akan merasa dikejar waktu. Kegiatan rutin  berdasarkan waktu, kegiatan non-rutin diatur waktu. Sebaik baik waktu yang ditata manusia adalah jika waktu digunakan untuk saling bertaushiah dalam kebaikan dan kesabaran  seperti tertuang dalam QS.  Al Ashr.

    Menulis dalam kesibukan berkaitan dengan pengaturan waktu dalam keseharian. Sebagai penulis , mampukah kita menyediakan waktu untuk menulis dengan baik di kala sempit? Berilah diri sendiri reward and pusnishment manakala  diri meraih prestasi atau mencapai target maupun ketika  lalai sehingga tak mampu menyelesaikan tulisan.

    Jika memiliki kesibukan berarti memiliki  kesempatan, niatkan  sebagai sikap untuk melakukan aksi menulis, nikmati kesibukan layaknya sebuah maqom

    Menulis

    Bagi penulis sejati, akan selalu berusaha menyempatkan diri untuk menulis dalam kesibukan.  Menikmati waktu untuk menulis dan memilih waktu serta tempat nyaman  untuk kegiatan menulis. 

    Bercermin pada pesan pak Pramoedya Ananta Toer, hendaknya kita  tergugah untuk memulai menulis , berani, percaya diri dan selalu ada waktu untuk menulis layaknya membaca

    Menulis berawal dari niat. Jika sudah diniatkan akan diupayakan untuk dijalani. Menulis harus dituangkan dalam alat rekam, bukan hanya tersimpan dalam niat. Alat rekam yang dimaksud adalah media yang dapat kita gunakan untuk menulis. Bisa kertas, smartphone, tablet, laptop atau alat digital lainnya. Kadangkala kesulitan merealisasikan niat menulis menjadi tulisan adalah bagaimana merangkai kata yang membuat orang memahami maksud yang ingin disampaikan dan  membuat orang lain suka membacanya.

    Oleh karena itu, rajinlah membaca agar terbiasa melihat rangkaian kata yang tersusun dan mudah kita fahami. Pelajari susunan kata sebagaimana kita menyukai susunan kata yang kita baca.

    Penting juga untuk menemukan waktu yang tepat untuk menulis. Setiap orang memiliki pilihan waktu yang  berbeda  agar dapat menulis dengan nyaman, tenang, mengalir  dengan dengan ide ide  cemerlang.

    Pernahkah anda menulis di dalam hati atau di dalam fikiran? Ya, pernah saya alami, namun tak bertahan lama dia akan menghilang seiring pengaruh lingkungan dan  suasana hati. Tuangkan tulsian dalam hati dan fikiran itu segera sebekum dia menghilang terbawa angin.

    Menulis yang mudah adalah ketika kita menuangkan hal yang kita  alami, kita rasakan dan kita lihat, layaknya kita berbicara kepada teman. Anggaplah kita merubah curahan hati kita kepada orang lain dari lisan menjadi tulisan. Bukankah kalau kita sedang curhat seringkali tak terasa hingga ber jam-jam? Sayang sekali jika itu hanya menguap bersama angin . Bayangkan jika yang kita ucapkan itu menjadi sebuah tulisan, pasti sudah menjadi buku yang tinggal diedit.

    Menulislah dengan hati, maka ia akan sampai ke hati. Tuliskan yang kita rasakan maka ia akan sampai ke rasa, tuliskan apa yang kita fikirkan , maka ia akan sampai ke fikir, gambarkan apa yang kita lihat maka ia akan terlihat bagi orang lain.

    Jika menulis dalam kesedihan, pembaca akan ikut merasakan sedih, jika kita menuliskan keceriaan, pembaca akan turut ceria. Itulah ciri tulisan yang berisi dan mempengaruhi.

    Banyak banyaklah menulis, jangan bosan dan berhenti untuk menulis pada berbagai media walau dengan  tujuan yang berbeda.  Mulailah menulis dengan berdoa yang mengiringi niat, agar yang kita tuliskan menjadi sesuatu yang bermakna dan tak  sia sia .

    Menulis ibarat menanam pohon buah, yang jika  konsisten dilakukan suatu saat akan berbunga dan berbuah. Hal itu akan memberikan kebahagiaan yang tak terduga. Tulisan akan abadi sebagai jejak digital bagi generasi penerus dan pembaca. Karena ide,  pemikiran dan perasaan yang tidak dituangkan dalam sebuah tulisan yang menjadi buku, tak akan diketahui orang. Ia tak akan menjadi apa-apa dan tak  memberi pengaruh pada orang lain. Jadikan tulisan sebagai sebuah investasi bagi masa depan.

     

    Refleksi Diri :

    "Jangan merasa minder untuk  memposting tulisan, karena tulisan tak akan bermakna jika hanya disimpan."

    "Semua Orang merasa sibuk untuk menulis, luangkan waktu  secara rutin untuk menjadikannya kebiasaan."

    ".Jabatan  penulis seseorang tidak  dapat digantikan orang lain, asahlah  agar profesional."

    Bekasi, 18 Februari 2022

     

     

    Ikuti tulisan menarik Helwiyah ewi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.