Adu Cepat MotoGP dengan Pandemi - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Adjat R. Sudradjat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 20 Maret 2022 12:47 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Adu Cepat MotoGP dengan Pandemi

    Di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, digelar balapan sepeda motor paling populer di dunia, MotoGP, di Mandalika. Diharapkan dari even ini bisa membangkitkan keterpurukan ekonomi akibat dampak pandemi. Khususnya dari sektor pariwisata

    Dibaca : 1.615 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Atmosfer perhelatan balap sepeda motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusatenggara Barat, sejak jauh-jauh hari sudah terasa melanda seluruh negeri ini. Bagi para pecinta adu cepat kuda besi itu, tentunya. Baik tua maupun muda, tak mau ketinggalan untuk menyaksikannya. 

    Malahan pemerintah sepertinya teramat sangat mendukung perhelatan yang untuk pertama kalinya digelar kembali, setelah 25 tahun lalu pernah diselenggarakan di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. 

    Campur tangan Pemerintah tidak terlepas dari niat untuk membangkitkan kembali roda ekonomi yang terpuruk selama lebih dari dua tahun ini, akibat pandemi Covid-19 yang sebelumnya bermula dari kota Wuhan di negeri Panda, Cina sana. 

    Dengan kehadiran para rider MotoGP di lintasan sirkuit Mandalika, diharapkan serbuan penonton dari setiap pelosok negeri ini, dan dari mancanegara akan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung pembalap pavoritnya masing-masing berlaga untuk berebut posisi juara, tentunya. 

    Hal itu sudah pasti devisa negara akan ikut kembali terdongkrak, nama Indonesia pun akan semakin disebut-sebut warga dunia. Di bawah kepemimpinan Jokowi, warga dunia akan angkat topi.  Dengan menyelenggarakan balapan MotoGP, kemungkinan akan menjadi negara yang cukup disegani. 

    Terlebih lagi dengan akan diselenggarakannya kegiatan negara-negara yang tergabung dalam kelompok G20. Sementara Presiden Jokowi sendiri akan didaulat menjadi pimpinannya di tahun 2022 ini setelah sebelumnya menerima estafet kepemimpinan  dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi, setahun yang lalu. 

    Bisa jadi karena itu juga, kasus positif pandemi Covid-19 yang setiap hari diumumkan BNPB, dan angkanya masih lumayan signifikan, seakan mampu tersisihkan oleh dua kegiatan akbar itu. 

    Jauh-jauh hari syarat perjalanan domestik sudah tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes antigen dan PCR. Pokoknya kalau sudah mendapatkan vaksinasi lengkap - apa lagi vaksinasi booster, siapa pun bebas melenggang pergi ke mana saja. Demikian juga bagi pendatang dari luar negeri, tidak butuh waktu lama untuk diisolasi. 

    Turunan dari dilonggarkannya persyaratan tersebut, merembet pada even-even olahraga yang sebelumnya dilarang untuk disaksikan langsung oleh penonton. Pertandingan sepak bola, seperti Liga 1 yang menyedot perhatian penonton yang selama ini hanya bisa menyaksikan lewat siaran langsung dari layar kaca, tentu saja akan berbondong-bondong datang kembali ke stadion. 

    Hal ini tentunya akan meningkatkan lagi gairah dan semangat jajaran manager dan pemilik klub, maupun para pemain di tengah lapangan. Karena selain mendapatkan dukungan langsung dari suporter fanatiknya, koceknya pun akan terisi kembali dari hasil penjualan tiket masuk. Di samping penjualan Jersey dan segala asesorisnya, tentu saja. 

    Terlebih lagi dari penyelenggaraan adu cepat balap "kuda besi" yang disebut-sebut paling bergengsi ini, yakni MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Nusatenggara Barat. Bisa jadi pandemi Covid-19 semakin tersisihkan saja. 

    Sektor pariwisata yang disebut sebagai salah satu prioritas utama penopang ekonomi di saat ini,  akan tampil menjadi juara. Seiring bersama perhelatan balap MotoGP di sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022). 

    Dari penjualan tiket, tingkat keterisian hotel bintang lima, hingga kelas wisma, restauran, maupun pedagang kaki lima, akan ikut menikmati keuntungannya. Pokoknya semua bergairah bangkit kembali. 

    Tak ketinggalan mereka yang tidak dapat hadir langsung ke Lombok, Nusatenggara Barat, karena keterbatasan anggaran, dan hidupnya pas-pasan, perusahaan telekomunikasi pelat merah, PT Telkom (Persero) Tbk. sudah sejak lama memberikan pelayanan akses internet cepat melalui layanan internet kabel yang dioperasikan oleh IndiHome, atau Indonesia Digital Home ( yang disingkat IndiHome). 

    Lebih jelasnya, IndiHome adalah salah satu produk layanan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berupa paket layanan komunikasi dan data seperti telepon rumah (voice), internet (Internet on Fiber atau High Speed Internet), dan layanan televisi interaktif (UseeTV Cable, IPTV). Karena penawaran inilah Telkom memberi label IndiHome sebagai tiga layanan dalam satu paket (3-in-1) karena selain internet, pelanggan juga mendapatkan tayangan TV berbayar dan saluran telepon. 

    Bisa jadi mereka yang tidak sempat untuk datang langsung ke Pertamina Mandalika International Street Circuit, di Lombok, Nusatenggara Barat, akan menyaksikan event kejuaraan MotoGP itu melalui layar kaca, dan telepon genggam yang dihubungkan dengan jaringan WiFi. 

    Sehingga BUMN yang satu ini pun tak ketinggalan untuk ikut mengangguk laba dari kegiatan adu cepat balap kuda besi yang paling populer di dunia ini. Sementara para penggemar olahraga yang memacu adrenalin ini pun merasa terbantu juga tentunya untuk menyaksikan balapan meskipun tanpa harus berangkat ke sirkuit juga. 

    Akan tetapi, terlepas dari euforia dan gairah yang cukup tinggi, sepertinya setiap orang yang datang langsung, maupun yang nonton bareng dari tempat yang jauh dari sirkuit, harus tetap waspada dan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. 

    Ingat, pandemi Covid-19 masih tetap mengintai. Jangan terlena oleh euforia. Pemerintah pun jangan lengah, disiplin dalam menegakkan peraturan harus tetap dilaksanakan dengan tegas bagi siapa pun juga.***

    Ikuti tulisan menarik Adjat R. Sudradjat lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












    Oleh: Dwi Kurniadi

    Sabtu, 13 Agustus 2022 09:06 WIB

    Sajadah Basah

    Dibaca : 2.477 kali

    Sebuah Puisi karya Dwi Kurniadi