Lapangkan Dada, Jangan Kecewa dengan Ujian Kehidupan - Humaniora - www.indonesiana.id
x

ilustr: Hindustan Times

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Kamis, 12 Mei 2022 20:55 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Lapangkan Dada, Jangan Kecewa dengan Ujian Kehidupan

    Manusia akan selalu diuji oleh Allah swt. Ada kesulitan ekonomi, ada ancaman, tantangan, gangguan, kendala. Ada juga kemakmuran. Ada sakit. Sejatinya semuanya menuju kebaikan. Jadi kita harus menata hati.

    Dibaca : 468 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

    If you are irritated by every rub, how can your mirror be polished? ( Maulana Jalaludin Rumi)

    Kalau Anda sakit dengan setiap gosokan / usapan, bagaimana cermin Anda bisa bersih?

    Kali ini kita masih membahas kalimat mutiara dari Maulana Jalaludin Rumi, sufi Persia yang tinggal di Turki di abad ke tiga belas.  Seperti biasanya, kalimat Rumi sangat indah dan penuh makna.  Dengan satu kalimat saja dia mampu menyampaikan masukan, yang apabila diterima dengan baik, akan mampu mengubah sikap mental kita menjadi positif.  Apakah pesan Rumi kali ini?

    Aslinya Rumi menulis dalam bahasa Persia.  Sayang saya tidak menguasai bahasa itu sehigga saya hanya membaca terjemahannya dalam bahasa Inggris.  Memang ada resiko soal keakuratan terjemahan. Jadi kalau ada yang lebih menguasai mohon masukannya.

    Dalam pandangan saya, Rumi memakai kata ‘cermin’ sebagai metafora untuk diri kita.  Kata to rub dalam bahasa Inggris artinya menggosok atau mengusap.  Dalam kalimat di atas artinya menggosok cermin untuk membersihkannya.   Jadi  sejatinya  Rumi  sedang memberi nasehat agar manusia tidak perlu sakit hati  setiap kali diuji oleh Allah swt dengan masalah, kesulitan, kegagalan.  Karena semua ujian itu tujuannya adalah untuk membersihkan dosa manusia.

    Dalam Islam memang tertusuk duripun bagi orang Muslim akan mengurangi dosanya.  Demikian juga sakit.  Dengan indah Rumi mengibaratkan ujian dan kesulitan itu seperti orang menggosok kaca untuk membersihkan.  Karena itu sejatinya Rumi sedang menasehati, tanpa menggurui, agar manusia tidak perlu kecewa apalagi sakit hati dengan setiap ujian yang diterima.

    Dengan kata lain Rumi sedang menganjurkan kita untuk menerima dengan lapang dada semua ujian yang diterima.  Dia sedang menganjurkan manusia untuk ikhlas, rido, sabar.  Itulah syarat agar manusia bisa mendapatkan pengurangan bahkan penghapusan atas dosa dan kesalahannya.

    Jadi ini adalah anjuran untuk sabar dan rido.  Hal ini sangat penting karena inilah salah satu syarat untuk mendapatkan kebahagiaan.  Tanpa itu bagaimana mungkin manusia menggapai kebahagiaan dunia dan akherat?

    Maka mari kita menata hati agar sabar, rido, ikhlas dengan semua ujian hidup dan ketentuan Allah swt.  Memang lebih mudah diomongkan daripada dilakukan.  Maka banyaklah belajar.  Salah satunya dengan membaca buku. 

     

    Banyaklah merenungi kehidupan ini. Hubungkan banyak peristiwa dalam kehidupan ini.   Maka nanti akan terlihat benang merah yang indah.  Semuanya sudah diatur oleh Rab al alamin (pengatur jagad raya).  Dulu guru saya suka mengambil amsal foto dan film.  Menurut dia kita jangan berfokus pada satu foto saja. Pikiran kita harus mampu melihat banyak foto yang sambung menyambung menjadi sebuah film. Di dalamnya nanti akan kita temukan keindahan pengaturan Allah swt.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.